PARIS (RIAUPOS.CO) - Ada delapan klub yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions/European Cup. Namun, yang melakukannya di era Liga Champions (sejak 1992) hanya Real Madrid. El Real malah juara tiga musim beruntun (2015-2016, 2016-2017, dan 2017-2018). Paris Saint-Germain (PSG) memiliki kesempatan menyamai rekor Real musim ini.
PSG sebagai juara musim 2024-2025 (juara kali pertama) kembali lolos ke final musim ini (2025-2026). Klub berjuluk Les Parisiens itu akan menghadapi Arsenal, klub yang pernah juara, di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5) malam. “Status sebagai juara bertahan itu bukan sebuah tekanan, melainkan sebuah tanggung jawab dan motivasi,” kata bek kanan PSG Achraf Hakimi seperti dilansir dari laman resmi UEFA.
Euforia Masih Terasa
Menurut entraineur PSG Luis Enrique, euforia juara Liga Champions musim lalu masih terasa di ruang ganti sampai saat ini. “Bedanya, ini bukan lagi tentang memenangi Liga Champions. Namun, tentang mencatat sejarah baru bagi klub ini,” ucap Lucho-sapaan akrab Luis Enrique-kepada L’Equipe.
Baca Juga: Jojo Alihkan Fokus ke Indonesia Open
Euforia juara yang terjaga juga tak lepas materi skuad musim lalu yang hampir sama. Khususnya starting XI. Lucho hanya kehilangan kiper Gianluigi Donnarumma yang musim ini pindah ke Manchester City. Kiper Rusia Matvey Safonov diproyeksikan main di final ketimbang rekrutan baru, Lucas Chevalier.
Kans Dembele Ballon d’Or (Lagi)
Selepas pandemi Covid-19, tidak pernah ada pemain yang merengkuh Ballon d’Or dua edisi beruntun. Selalu berganti tiap tahun. Kelolosan PSG ke final musim ini, membuka peluang false nine Ousmane Dembele kembali memenanginya.
Baca Juga: Prancis Tetap Diunggulkan di Piala Dunia 2026
Dilansir dari laman Foot Parisien, Dembele menyebut tidak mustahil tahun ini dia kembali memenangi Ballon d’Or. ’’Sejauh ini, kondisiku baik-baik saja. Aku siap untuk memenangi Liga Champions lagi,’’ klaim Dembele. Lionel Messi jadi pemain terakhir yang pernah merengkuh gelar ini secara beruntun atau pada 2019 dan 2021. Edisi 2020 ditiadakan karena pandemi Covid-19.
Arteta Pelatih Terbaik
Sementara itu, kabar gembira didapat tactician Arsenal Mikel Arteta sebelum beradu taktik dengan Lucho di final Liga Champions. Kemarin (27/5), Arteta meraih penghargaan sebagai Pelatih Terbaik Premier League 2025-2026. Arsene Wenger jadi pelatih Arsenal yang terakhir meraihnya pada 2003-2004 (musim yang sama saat Arsenal kali terakhir juara sebelum musim ini).
Kepada Sky Sports, Arteta menyatakan gelar pribadi itu tidak membuatnya jemawa. Sebaliknya, dia masih haus gelar-gelar lainnya. ’’Aku ingin merasakan (kesuksesan lain) di Budapest,” kata pelatih berjuluk Mister tersebut.(ren/dns/gem)
Laporan JPG, Paris
Editor : Arif Oktafian