Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Spanyol V Belgia: Don Simon Mengejar Level Thiba

Tim Redaksi • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:37 WIB
SPANYOL V BELGIA.(jpg)
SPANYOL V BELGIA.(jpg)

 

INGLEWOOD (RIAUPOS.CO) - Unai Simon selalu jadi pecundang di hadapan Thibaut Courtois di level klub. Simon lebih sering gagal menyelamatkan klubnya, Athletic Bilbao ketika berhadapan dengan Courtois yang mengawal gawang Real Madrid. 

Tetapi, pertemuan kedua­nya di perempat final Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 02.00 WIB) sangat berbeda, khususnya bagi Don Simon, julukan Simon.  

Bukan hanya head-to-head pertama Simon melawan Thiba, sapaan akrab Courtois di level timnas. Bagi Simon, ini bisa jadi peluang terbaiknya mengejar level Thiba. Yakni, menyamai prestasi Thiba yang memenangi Golden Glove (gelar untuk kiper terbaik) di Piala Dunia 2018.

Baca Juga: Dominasi Eropa Belum Tergusur

Hingga perempat final, Simon jadi satu-satunya kiper yang tidak kebobolan. ”Memperpanjang menit-menit tanpa kebobolan gol di Piala Dunia benar-benar berharga bagiku,” ucap Simon seperti dikutip dari Diario AS. 

”Aku mencoba terus menambah menit bermain dan laga-lagaku tanpa kebobolan sehingga siapa pun yang ingin memecahkan rekorku akan kesulitan,” sambung kiper berusia 29 tahun dengan 63 caps tersebut.

Berbeda dengan Simon, Thiba sudah kebobolan lima gol sejak di fase grup. Meski begitu, hal itu tidak melunturkan pamor kiper 34 tahun dengan 114 caps tersebut.  

”Dia (Thiba) kiper terbaik dunia dan sangat tangguh. Tetapi, kami juga punya Unai yang masih nirbobol. Ini akan jadi sejarah yang spektakuler,” ucap gelandang serang Spanyol Dani Olmo. 

Baca Juga: Prancis Bombardir Maroko 2-0, Gagal Penalti Mbappe Bangkit Cetak Gol Cantik

Serasa Bertemu Rumah Kedua

Spanyol, tidak bisa dimungkiri, sudah jadi rumah kedua bagi Thiba. Selain kariernya yang melejit bersama Atletico Madrid, Thiba merebut gelar-gelar prestisius bersama Real. Makanya, duel di perempat final Piala Dunia ini serasa melawan rumah keduanya. 

Dikutip dari Mundo Deportivo, dia sudah memprediksi ini akan jadi laga yang sulit baginya. Meski, Thiba tidak akan menghadapi satu pun rekannya sesama pemain Los Merengues, julukan Real. ”Aku pastikan, aku tidak akan kebobolan,” koar mantan penjaga gawang Chelsea tersebut. 

Peraih Zamora Trophy (penghargaan kiper terbaik LALIGA) tiga edisi itu menyebut, wide attacker Spanyol Lamine Yamal sebagai sosok yang dia waspadai. Bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga kreator serangan. ”Dia (Yamal) akan sulit dihentikan,” ucap Thiba. 

Adu Streak Unbeaten Pelatih

Dua tactician yang akan beradu taktik, Luis de la Fuente (Spanyol) dan Rudi Garcia di bench Belgia, sama-sama sedang di periode positif. La Roja, julukan Spanyol tidak kalah di dalam 36 laga beruntun. Kali terakhir De la Fuente merasakan kekalahan saat menghadapi Skotlandia di kualifikasi Euro 2024 (28/3/2023).

Di sisi lain, sejak ditangani Garcia per 24 Januari 2025, De Rode Duivels, julukan Belgia tidak kalah dalam 18 laga beruntun (12 menang dan enam seri). ”Kali ini, aku harap kami bisa meneruskan tren tersebut,” ujarGarcia seperti dikutip Sporza.

Baca Juga: Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru Masuk Tahap Turnamen, Sektor Putri Tunjukkan Potensi

Gouden Generatie yang Bangkit Kembali

Gouden generatie (generasi emas) Belgia seperti terlahir kembali pada Piala Dunia 2026. Itu terbukti dengan keberhasilan Belgia kembali ke perempat final di ajang mayor setelah dua edisi terakhir tersingkir lebih awal.

Setelah angkat koper di fase grup Piala Dunia 2022, Belgia hanya bisa bersaing hingga 16 besar di Euro 2024. Bentrok kontra Spanyol dini hari nanti bisa jadi sinyal kebangkitan era baru gouden generatie negeri tetangga Belanda itu.

Sebelum perempat final, Belgia di bawah asuhan Rudi Garcia juga mencatat rentetan 18 laga tidak terkalahkan dalam semua ajang. “Rudi Garcia telah membangkitkan kembali tim ini,” kata gelandang Axel Witsel, bagian dari generasi emas sebelumnya yang dimotori Eden Hazard, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku, sebagaimana dilansir laman Voetbal Nieuws.

Witsel pun menyebut, skuad Belgia dalam Piala Dunia 2026 sudah mengingatkannya dengan saat kali pertama generasi seangkatannya muncul di Piala Dunia 2014. (ren/ttg/dns/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Unai Simon #piala dunia 2026 #spanyol #belgia