Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Finalissima yang Tertunda Akhirnya Tiba

Tim Redaksi • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:49 WIB
Kapten Argentina Lionel Messi (kiri) menghampiri kapten Inggris Harry Kane (kanan) untuk berjabat tangan usai pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026). (Odd ANDERSEN/AFP)
Kapten Argentina Lionel Messi (kiri) menghampiri kapten Inggris Harry Kane (kanan) untuk berjabat tangan usai pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026). (Odd ANDERSEN/AFP)

 

ATLANTA (RIAUPOS.CO) – Argentina berpeluang menyamai rekor Italia dan Brazil yang pernah menjadi juara Piala Dunia secara beruntun. Peluang tersebut terbuka setelah memastikan diri menghadapi Spanyol di final menyusul kemenangan 2-1 atas Inggris di semifinal.

Italia merupakan juara Piala Dunia 1934 dan 1938. Sementara itu, Brazil kampiun pada edisi 1958 dan 1962. Brazil total sudah mengoleksi lima gelar, sedangkan Italia dan Jerman masing-masing mengo­leksi empat titel.

Kalau mampu mengalahkan Spa­nyol pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari nanti pukul 02.00 WIB, koleksi gelar Argentina akan menyamai Italia dan Jerman. Namun, di sisi lain, jika menang, Spanyol bakal merebut titel keduanya setelah 2010.

Baca Juga: Sontekan Penalti Dicandai Lawan

Final Piala Dunia 2026 juga tak ubahnya Finalissima yang tertunda. Seharusnya FIFA menggelar laga yang mempertemukan juara Euro 2024 dan juara Copa America 2024 tersebut di Lusail Stadium, Qatar, pada Desember 2025.

Namun, karena situasi di Timur Tengah yang tidak kondusif, laga itu akhirnya gagal digelar. Kedua federasi, AFA dan RFEF, juga tidak dapat menemukan titik temu terkait venue pengganti. 

“Spanyol tim yang hebat. Mereka telah mengalahkan tim hebat lainnya, Prancis, di semifinal,” kata pelatih Argentina Lionel Scaloni, dilansir dari laman TyC Sports.

Baca Juga: Azteca Plan Jadi Kambing Hitam

Scaloni mengaku, sudah menganalisis Spanyol sejak Maret lalu. Meski demikian, diakuinya, belakangan ada perubahan kekuatan Spanyol. “Kami tahu cara mereka bermain dan kami siap,” sambung Scaloni.

Reuni Las Rozas

Pertemuan Argentina melawan Spanyol juga bermakna penting bagi dua sosok pemikir taktik di balik kedua tim, Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente. Ini menjadi kali pertama dua sahabat di Las Rozas itu bertemu di lapangan.

Scaloni merupakan murid, sedangkan De la Fuente menjadi instruktur saat kursus kepelatihan UEFA Pro di Las Rozas, Spanyol, pada 2017. “Dia adalah seorang ahli sejati dalam bidangnya. Dia luar biasa,” ucap De la Fuente tentang Scaloni, dikutip dari laman ESPN.(ren/ttg/jpg)

Editor : Arif Oktafian
Final Piala Dunia 2026 spanyol argentina