(RIAUPOS.CO) - Serena dan Venus Williams telah menerima wild card untuk bermain ganda di US Open. Demikian diumumkan turnamen tersebut pada hari Rabu (26/8/2026).
Kedua bersaudara ini, yang telah memenangkan 14 gelar ganda utama bersama, kembali sebagai duo pekan lalu di Cincinnati Open setelah absen hampir empat tahun. Ini akan menandai penampilan bersama kesembilan mereka di nomor ganda US Open dan yang pertama sejak 2022. Mereka memenangkan gelar di New York pada tahun 1999 dan 2009.
Serena Williams, 44, kembali ke tenis kompetitif pada bulan Juni setelah "menjauh" dari olahraga tersebut setelah US Open 2022. Ia dan Venus (46), awalnya dijadwalkan untuk bermain bersama di Wimbledon pada bulan Juli sebelum mengundurkan diri ketika Serena mengalami cedera lutut di pertandingan tunggal putaran pertama di All England Club.
Baca Juga: Plt Gubri: Jalankan Keterbukaan Informasi secara Benar
Serena hanya akan bermain di nomor ganda di US Open. Ia mencapai perempatfinal ganda campuran bersama Carlos Alcaraz pada hari Selasa sebelum pasangan tersebut tersingkir oleh Belinda Bencic dan Flavio Cobolli. Venus menerima wild card untuk bermain di nomor tunggal. Babak utama dimulai pada hari Ahad, dengan babak ganda dimulai kemudian pada minggu ini.
Stan Wawrinka Akan Bermain
Stan Wawrinka akhirnya akan tampil sekali lagi di US Open.
Juara US Open 2016 itu diberi wild card pada hari Rabu, sehari setelah ia memposting pesan perpisahan kepada turnamen dan para penggemar New York di media sosial.
Pemain berusia 41 tahun asal Swiss ini tidak lagi memiliki peringkat yang cukup tinggi untuk lolos langsung ke turnamen, dan tampaknya peluangnya untuk bermain telah berakhir ketika Asosiasi Tenis AS memberikan tempat wild card terakhirnya kepada Patrick Kypson, seorang Amerika yang berada di peringkat No. 115.
Baca Juga: Unri Terapkan Kuliah Daring hingga Jumat
Namun USTA mengatakan Kypson telah mengundurkan diri karena cedera dan memberikan tempatnya kepada Wawrinka.
"Saya sangat gembira menerima wild card untuk US Open 2026 dan berharap dapat berkompetisi di depan para penggemar di New York sekali lagi," kata Wawrinka dalam sebuah pernyataan.
Ada beberapa kritik terhadap USTA pada hari Sabtu ketika mereka tidak memilih Wawrinka, juara Grand Slam tiga kali yang populer dan berencana untuk pensiun. Ia tidak mengikuti turnamen kualifikasi US Open, sehingga keputusan itu tampaknya mengakhiri kesempatan terakhirnya untuk masuk ke babak utama.
Namun Wawrinka hanya menunjukkan apresiasi dalam unggahannya pada hari Selasa.
"Terima kasih, New York. Terima kasih, (di) US Open," tulis Wawrinka, bersama dengan emoji Patung Liberty dan raket tenis.
"Terima kasih kepada setiap penggemar yang mendukung saya, mendorong saya, percaya pada saya, dan berbagi semua emosi ini dengan saya selama bertahun-tahun. Selamanya bersyukur. Selamanya New York."
Baca Juga: Kylian Mbappe Tampil Luar Biasa, Cetak Hattrick untuk Membungkam Cemoohan di Bernabeu
Wawrinka menjadi salah satu pemain paling berprestasi di eranya, pada saat Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray mendominasi tenis. Ia mengalahkan Nadal di final Australia Terbuka 2014 dan Djokovic pada tahun berikutnya untuk memenangkan Prancis Terbuka.
Ia kembali mengalahkan Djokovic pada tahun 2016 untuk memenangkan gelar di New York, meskipun ia tidak mampu mempertahankannya. Wawrinka absen di AS Terbuka 2017 setelah menjalani dua operasi lutut pada tahun itu, kemudian menjalani dua operasi kaki pada tahun 2021.
Wawrinka mencapai peringkat No. 3 di peringkat ATP dan juga berpasangan dengan Federer untuk memenangkan medali emas Olimpiade 2008 di nomor ganda putra.
"Ketika saya pertama kali tiba di New York dari sebuah desa pertanian kecil di Swiss, semuanya terasa terlalu besar. Kota ini. Kebisingannya. Energinya. Kerumunannya. Lampu-lampunya. Tetapi tahun demi tahun New York perlahan menjadi salah satu tempat favorit saya di dunia," tulisnya.
"Kota ini menantang saya. Kota ini mendorong saya. Kota ini mengeluarkan sesuatu dari diri saya yang jarang bisa dilakukan oleh tempat lain. Saya mengalami beberapa emosi terkuat dalam karier saya di sini. Pertarungan, malam-malam larut, atmosfer yang luar biasa, cinta dari para penonton... kenangan yang akan selalu bersama saya. Memenangkan US Open, di kota yang tak pernah tidur, akan selamanya menjadi salah satu momen terhebat dalam hidup saya."***
Editor : Edwar YamanSumber : espn.com