
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Universitas Riau (Unri) menyesuaikan pelaksanaan kegiatan akademik dan kehadiran tenaga kependidikan menyusul kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang berada pada kategori Tidak Sehat akibat kabut asap.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Rektor Universitas Riau Nomor 9/UN19/KP/2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Perkuliahan dan Kehadiran Tenaga Kependidikan Sehubungan dengan Kondisi Udara Tidak Sehat Akibat Kabut Asap di Wilayah Kota Pekanbaru.
Surat edaran tersebut ditandatangani Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti pada 24 Agustus 2026. Penyesuaian dilakukan sebagai bentuk kepedulian universitas terhadap kesehatan dan keselamatan sivitas akademika serta tenaga kependidikan.
Baca Juga: Pekanbaru Salat Istiska, Hujan Sempat Turun
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Informasi dan Humas PPID Universitas Riau (Unri) Shaffia Mia Friana mengatakan, surat edaran sudah keluar. “Iya, surat edarannya sudah keluar,” ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (26/8). Dalam surat edaran itu disebutkan, kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring hingga Jumat (28/8).
Meski dilaksanakan secara daring, proses perkuliahan tetap harus memperhatikan capaian pembelajaran, jadwal perkuliahan serta ketentuan akademik yang berlaku di masing-masing fakultas dan program studi.
Dosen juga diharapkan melaksanakan proses pembelajaran secara optimal melalui media pembelajaran daring yang tersedia. Dengan demikian, mahasiswa tetap memperoleh layanan pembelajaran sebagaimana mestinya meskipun tidak mengikuti perkuliahan secara tatap muka.
Sementara itu, untuk kegiatan akademik yang bersifat khusus dan tidak dapat dilaksanakan secara daring, pelaksanaannya harus dikoordinasikan dengan pimpinan fakultas atau unit kerja masing-masing. Pelaksanaan kegiatan tersebut tetap harus memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan.
Di Siak, sejak pagi mendung sudah menggelayut, hingga akhirnya hujan turun merata di sejumlah kecamatan. Bupati Siak Afni Z mengaku sangat bersyukur karena Allah memberikan hujan meski tidak berlangsung lama.
“Alhamdulillah, hujan membuat yang kering menjadi basah dan semoga karhutla dapat dicegah,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




