Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jangan Abaikan dan Tinggalkan Alquran

Rindra Yasin • Senin, 12 Juni 2017 | 10:42 WIB
RIAUPOS.CO - HARI ini tepat 17 Ramadan 1438 H, hari yang sangat istimewa, saat kita kembali memperingati Nuzul Alquran, meneroka14 abad silam, tatkala ayat-ayat pertama kitab suci Alquran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Berisi firman Allah, Alquran adalah kitab panduan dan pedoman yang sempurna bagi umat manusia.

Karenanya, jika membaca Alquran dan menerapkan ajarannya adalah bagian dari setiap kehidupan keseharian umat Islam, kita mestinya tidak akan disesaki oleh banyaknya penyakit masyarakat seperti pembunuhan, berbohong, menipu, mencuri, memperkosa, menyiksa, menyuap, menindas, bergosip, korupsi, pencemaran nama baik, diskriminatif, dan banyak penyakit lainnya dalam masyarakat yang dilarang oleh Alquran secara eksplisit.

Sangat boleh jadi, ketika semua hal negatif itu masih saja marak di tengah masyarakat, tak berlebihan jika diasumsikan bahwa Alquran yang seharusnya menjadi petunjuk dan panduan, telah diabaikan, dilalaikan, bahkan ditinggalkan.

Menahan diri dari mendengarkan Al quran, membacanya, dan memahami  ayat-ayatnya adalah bentuk kelalaian. Jika semua yang kita dengarkan saat mengendarai mobil adalah musik, atau berita, dan bukan pembacaan Alquran, itu adalah kelalaian. Jika anak-anak kita bisa membaca sekian bab buku dalam bahasa Inggris dengan baik, namun mereka hampir tidak dapat membaca satu baris Alquran, maka itu juga kelalaian karena kita gagal mengajari mereka dan menanamkan kaitannya dengan Alquran.

Jika kitab suci terbiarkan sendiri di rak berdebu dan belum diambil sejak Ramadan terakhir, maka itu bermakna kita meninggalkan Alquran. Bahkan jika pun membaca Alquran secara teratur, namun masih dianggap di antara orang-orang yang telah meninggalkan Alquran karena mereka tidak menerapkan ajaran Alquran ke dalam kesehariannya. Sebab, ayat-ayat Alquran sejatinya berisi bimbingan dan membantu kita menavigasi kehidupan.

Artinya, membaca dan memahami ayat-ayat Alquran secara lebih dalam diperlukan agar kita mendapatkan keuntungan darinya. Tentu itu termasuk merenungkan ayat-ayatnya, dan mempelajari tafsir atau makna dari ayat-ayat Alquran.

Di zaman sekarang ini, kita tidak punya alasan untuk tidak mempelajari setidaknya beberapa juz Alquran. Ada kelas di hampir setiap masjid, majelis taklim dan sejumlah pelajaran kelas Alquran. Sebaiknya, jangan berhenti sampai di sana. Saat  sudah mahir,  giliran kita pula untuk mengajar. Sebab, kata

Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya, “Yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya” (HR Bukhari).

Melihat kenyataan dunia yang penuh keprihatinan yang dihadapi saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jika kita benar-benar terhubung-erat dengan Alquran, mengerti pesannya, dan mengikuti ajarannya, yakinlah, kita akan berada dalam situasi yang jauh lebih baik. Intinya, jangan sekali-kali mengabaikan, apalagi meninggalkan Alquran.*** Editor : Rindra Yasin