Sebuah Catatan: Belajar dari Seorang Pemimpin

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 11:59 WIB
Arsilia Arsyadjuliandi (kiri) bersama Nita Yudi.(DOK.PRIBADI)
Arsilia Arsyadjuliandi (kiri) bersama Nita Yudi.(DOK.PRIBADI)

Kalau saya ditanya, “Dari mana saya belajar berorganisasi?” Jawaban saya adalah IWAPI.

Dan kalau ditanya, “Siapa mentor saya dalam berorganisasi?” Tanpa ragu, jawaban saya adalah Ibu Nita Yudi.

Nita Yudi, sapaan akrab pemilik nama lengkap Ir Dyah Anita Prihapsari MBA, merupakan sosok Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dua periode. Menurut hemat penulis, perjalanan organisasinya dimulai dari kepemimpinan sebagai Ketua DPD IWAPI DKI Jakarta pada 2002–2010, kemudian dipercaya memimpin DPP IWAPI sejak 2010.

Baca Juga: UMP Riau 2027: Antara Formula dan Keadilan Melayu

Sebagai Chairperson ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) periode 2021–2023, serta terlibat dalam G20 EMPOWER pada masa Presidensi Indonesia tahun 2022, banyak pelajaran bisa disadur dari beliau.

Pengabdiannya tidak berhenti di IWAPI. Saat ini, beliau juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Sosial Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, memperluas kontribusinya dalam dunia usaha, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan sosial.

Baca Juga: Apakah Donald Trump “Dihukum” di Midterm?

Kenapa Jadi Mentor?

Karena dari kepemimpinan beliau, penulis belajar banyak tentang arti selfless leadership, yaitu kepemimpinan yang tidak berpusat pada diri sendiri, tetapi pada tanggung jawab, pengabdian, dan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

Hingga menyaksikan bagaimana beliau mendedikasikan begitu banyak waktu, tenaga, dan pikiran untuk IWAPI.

Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk keluarga, kepentingan pribadi, bahkan untuk beristirahat, sering kali harus beliau korbankan demi menjalankan amanah organisasi.

 

Dari beliau pula, belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang jabatan, pengakuan, atau pencapaian pribadi, tetapi tentang seberapa besar kita bersedia memberi, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Di bawah kepemimpinan beliau, IWAPI tidak hanya semakin kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu memperluas peran dan pengaruhnya di kancah internasional.

IWAPI dipercaya memegang posisi Chair ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) Indonesia serta Chair BRICS Women’s Business Alliance Indonesia.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Indonesia Belum Sanggup Kirim Listrik ke Singapura 

Pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi organisasi, tetapi juga bukti bahwa kepemimpinan yang dilandasi ketulusan, konsistensi, dan kerja keras mampu membawa organisasi melampaui batas-batas yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita bayangkan.

Namun, pelajaran terbesar yang saya dapatkan dari beliau bukan hanya tentang bagaimana membawa organisasi mencapai prestasi, melainkan juga bagaimana membangun orang-orang di dalamnya, memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi pemimpin.

Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari apa yang berhasil dicapai selama masa kepemimpinannya, tetapi juga dari warisan nilai, budaya, dan generasi pemimpin yang ditinggalkannya.

Baca Juga: Aklamasi, Tatyana Sentani Sutara Terpilih sebagai Ketua Umum DPP IWAPI

Terima kasih, Ibu Nita Yudi, atas keteladanan, kepercayaan, kesempatan, dan begitu banyak pelajaran berharga yang telah Ibu berikan.

Banyak yang bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan Ibu dan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari sosok yang tidak hanya mengajarkan arti kepemimpinan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kepemimpinan itu dijalankan melalui tindakan nyata.

Jabatan boleh berganti, masa kepemimpinan boleh berakhir, tetapi keteladanan seorang pemimpin akan terus hidup dalam diri orang-orang yang pernah dipimpinnya.

Oleh: Dr Arsilia Arsyadjuliandi BSc.Fnce, PLDA (Pengurus DPP IWAPI)

Editor : Eka G Putra
opini di riau pos ikatan wanita pengusaha indonesia (IWAPI) nita yudi arsilia arsyajduliandi dyah anita prihapsari