PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hujan disertai angin kencang yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Sabtu (25/3) sore, membuat payung elektrik di Masjid Raya An-Nur rusak. Dari enam payung elektrik yang ada, terdapat satu payung mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau M Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Cipta Karya Thomas Larfo Dimiera mengatakan, tiang payung elektrik tersebut bengkok diterjang angin kencang saat hujan di Pekanbaru sore itu.
''Tiang payung mengalami kerusakan, akibat hujan disertai angin kencang saat hujan di Pekanbaru Sabtu sore kemarin,'' katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, karena tiang mengalami kerusakan, maka pekerjaan enam payung elektrik Masjid Raya An-Nur Riau perlu waktu lebih.
''Jadi besinya bengkok, bukan patah. Itu yang perlu diluruskan. Tapi itu perlu waktu jadinya untuk menyelesaikan pekerjaan,'' ujarnya.
Thomas menyampaikan, dengan kejadian tersebut maka pekerjaan payung tidak bisa diselesaikan kontraktor sampai berakhirnya pemberian kesempatan kedua 28 Maret 2023.
''Kalau kejadiannya seperti ini, tentu tidak bisa kontraktor menyelesaikan sampai kesempatan kedua. Inikan kejadian luar biasa, karena alam. Jadi harus ada kompensasi untuk rekanan. Yang jelas waktu salat Idulfitri 1444 Hijriyah itu sudah bisa dipakai,'' paparnya.
''Sekarang kondisi payung sudah saya minta untuk dikuncupkan semua. Karena kondisi saat ini kita tidak tahu, bahaya takut hujan angin lagi,'' sambungnya.
Thomas menambahkan, payung elektrik Masjid Raya An-Nur Riau tersebut memang bukan untuk menahan hujan. Di mana ketika ada hujan seharusnya payung menguncup.
''Hanya saja kemarin itu settingannya belum selesai. Jadi ya begitu kondisinya saat dan angin kencang,'' ujarnya.
Untuk diketahui, proyek payung elektrik Masjid Raya An-Nur Riau itu dikerjakan oleh PT Bersinar Jestive Mandiri tahun anggaran 2022.
Namun sampai akhir tahun 2022 pekerjaan tidak rampung. Kemudian rekanan diberikan kesempatan 50 hari kerja, ternyata proyek senilai Rp42 miliar itu belum juga selesai, dan kemudian kontraktor diberikan kesempatan kedua.(sol)
Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru
Editor : Koran Riau Pos