Koordinator Aksi Ibnu mengatakan, mereka yang hadir menggelar aksi mewakili unsur penyelenggara pemilu yang ada diwilayah Provinsi Riau.
"Kita ingin menyampaikan keprihatinan atas tuduhan-tuduhan kecurangan yang menyudutkan para penyelanggara Pemilu khusunya PPK, PPS dan KPPS pada Pemilu 2024 ini, sebut Ibnu.
Ibnu menyebutkan, mereka yang hadir merasa kecewa terhadap tuduhan adanya kecurangan Pemilu 2024. Tuduhan itu menurutnya semakin menjadi-jadi dan tersebar luas di media sosial maupun melalui media online. Ibnu dan kawan-kawan meminta masyarakat berhenti melakukannya.
"Kami telah menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku. Kami bekerja siang dan malam, tidak kenal lelah, bahkan ada rekan kami 8 orang anggota unsur penyelenggara pemilu di Provinsi Riau meninggal dunia dan jatuh sakit," ungkapnya.
Ibnu mengatakan, tuduhan kecurangan itu sebuah ketidakadilan. Pada aksi damai tersebut, mereka berikrar bahwa Pemilu 2024 sudah sesuai dengan mekanisme dan diselenggaran lewat tahapan-tahapan yang transparan.
"Kami anggota KPPS, PPS dan PPK dengan tegas menolak tuduhan sebagai pelaku kecurangan dan manipulasi data serta penggelembungan suara pada Pemilu 2024. Tolong hargai kami yang telah bekerja siang dan malam, bahkan beberapa teman kami meregang nyawa demi mengawal pesta demokrasi ini," ungkapnya.
Peserta aksi juga tidak rela menjadi kambing hitam. Maka mereka meminta masyarakat tidak lagi menyebar asumsi liar yang merugikan moril para petugas penyelenggara Pemilu 2024.
Pada aksi tersebut puluhan peserta aksi damai juga membentang sejumlah spanduk penolakan tuduhan curang. Mereka juga menebar spanduk bahwa mereka sudah bekerja sesuai mekanisme dan sangat transparan.
Editor : RP Rinaldi