PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Korban penusukan orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di Jalan Hang Tuah melapor ke polisi, Selasa (7/1). Ia melapor ke polisi didampingi kuasa hukumnya Jhon Sumber Sinaga. Ia mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru seusai menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Riau, Selasa (7/1).
Pihaknya berharap Polresta Pekanbaru bisa mengusut tuntas perkara ini sampai ke akar-akarnya, siapa otak dibalik semua ini. Ia berharap agar diberikan sanksi yang berat kepada mereka (pelaku), karena pelaku sempat mengeluarkan tembakan senjata api.
Jhon menjelaskan, antara kliennya dengan pelaku sama sekali tidak kenal. Kliennya ditikam dari belakang oleh salah satu OTK yang mengendarai motor sebanyak empat tusukan.
”Ada empat tusukan di bagian pinggul, di kiri dua, kanan dua,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Markus Sinaga membenarkan bahwa korban telah membuat laporan ke Polresta Pekanbaru. ”Setelah kejadian korban langsung ke rumah sakit Santa Maria Pekanbaru untuk penanganan awal terkait luka yang dialami korban. Hari ini korban sudah buat laporan ke Polresta Pekanbaru,” katanya.
AKP Markus mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih memburu pelaku. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat korban mendata tagihan iuran sampah di kawasan tersebut bersama seorang rekannya.
Kemudian, tidak lama kemudian, datang dua orang tak dikenal yang berkendara sepeda motor mendekati korban. Salah seorang dari mereka langsung menikam bokong korban sebanyak dua kali. Korban yang terluka mencoba melarikan diri ke arah toko.
Hingga saat ini polisi masih terus mendalami motif penikaman dan pelaku penembakan dengan senjata api tersebut. ”Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi peristiwa penusukan/penikaman di Jalan Hang Tuah. Korban ditusuk oleh OTK yang berjumlah dua orang. Usai melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, dari dua orang pelaku, salah satunya menggunakan senjata api (senpi). ”Berdasarkan hasil cek di TKP dan berdasarkan keterangan saksi ada dua kali tembakan yang dilakukan oleh salah seorang pelaku, tetapi tidak ada yang mengalami korban jiwa,” sebutnya.
Pihak kepolisian juga tengah mendalami saksi yang lain seperti sopir angkot yang berada di lokasi dan sempat menghadang pelaku.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan ada bekas tembakan kecil di kaca mobil angkot yang coba menghadang pelaku. ”Ada lubang tepat pada kaca mobil angkot. Lubang itu diduga bekas tembakan dari pelaku,” sebut Bery.
Dijelaskannya, berdasarkan data yang diperolehnya, korban merupakan mantan tenaga honorer di DLHK Pekanbaru. Kuat dugaan bahwa saat peristiwa itu terjadi, korban memang sedang mengutip iuran sampah.
”Korban merupakan tenaga honorer di DLHK yang telah diberhentikan. Ini masih didalami motif peristiwa tersebut,” jelasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Fahlevi yang dikonfirmasi Riau Pos mengatakan, sudah mendapatkan informasi berkaitan hal itu. Namun dirinya meluruskan bahwa kegiatan dari pada korban penusukan tersebut di luar tanggung jawab DLHK Pekanbaru.
Ia menjelaskan, korban penusukan sudah tidak bekerja sebagai honorer di DLHK sejak tahun lalu. Artinya kegiatan menarik iuran sampah di sekitaran Jalan Hang Tuah merupakan ilegal atau pungutan liar (pungli).
”Sudah tidak di DLHK sejak tahun 2023 lalu. Jadi itu ya bisa dikatakan pungli (pungutan liar) sampah,” ujar Reza, Selasa (7/1).
Karena pungli, maka Reza menyebut bahwa kegiatan mantan THL tersebut di luar tanggung jawab Pemko Pekanbaru dalam hal ini DLHK.(dof/ilo)
Editor : Rindra Yasin