Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Santan Masih Mahal

Prapti Dwi Lestari • Selasa, 15 April 2025 | 10:35 WIB
Pedagang menuangkan santan ke kantong plastik di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Senin (14/4/2025).
Pedagang menuangkan santan ke kantong plastik di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Senin (14/4/2025).

KOTA (RIAUPOS.CO) - Tingginya harga buah kelapa, khususnya kelapa tua berdampak pada naiknya harga santan. Saat ini harga santan murni dijual Rp22 ribu per kilogram (kg). Sedangkan santan tidak murni atau yang sudah dicampur air dijual Rp12 ribu per kg.

Riandi (39), pedagang santan di Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukit Raya mengatakan, saat ini harga kelapa sudah mengalami penurunan harga dibandingkan pada waktu Ramadan lalu.

Namun untuk harga jual, ia membanderol santan murni berkisar Rp22.000 per kg. Sedangkan santan campuran sedikit air dijual Rp12.000/ kg.

”Kalau murni memang jauh lebih mahal. Kami jual Rp22.000/kg tapi lihat kualitas kelapanya juga.

Kalau untuk yang campuran memang Rp12.000/kg,” jelasnya, kemarin.

Ia berharap harga buah kelapa tua bisa kembali normal seperti biasanya, karena banyak masyarakat yang mulai mengurangi jumlah pembelian santan kelapa.

Sedangkan Syafri (45), pedagang santan di Pasar Pagi Arengka mengaku menjual santan Rp12 ribu per kg.

Ia mengaku enggan menaikkan harga jual santan lagi, karena takut para pembeli akan meninggalkan para pedagang santan kelapa.

”Tak bisa naikan harga. Biarlah kami dapat untung sedikit asalkan pembeli bisa datang setiap hari,” katanya.

Di ungkapkan Syafri lagi, kenaikan harga kelapa di kota Pekanbaru sudah berlangsung awal 2025 tepatnya di bulan Februari lalu yang disebabkan harga buah kelapa tua yang mengalami kenaikan dari petani.

”Hampir semua pedagang tidak berani menaikkan harga santan dikarenakan takut para pelanggan lari,” katanya. 

 

Sisi lain, seorang pembeli Devi Ardila (32) warga Kecamatan Marpoyan Damai mengaku lebih memilih membeli santan kelapa yang diperas langsung oleh pedagang dibandingkan harus menggunakan santan kelapa kemasan.

Namun dirinya tidak memungkiri jika harga santan semakin mahal maka dirinya akan beralih menggunakan santan kemasan.

”Kalau sekarang masih milih pakai santan kental dari pedagang iya karena harganya masih terjangkau dan kualitas rasanya dimasakkan itu berbeda. Tapi kalau mahal bukan tidak mungkin beli yang kemasan,” katanya.(ayi)

Editor : Arif Oktafian
#Pekanbaru hari ini #pasar tradisional #harga mahal #harga santan mahal #Santan Kelapa #Sembako naik