Namun, biaya operasional dan relokasi ini diharapkan dapat ditanggung oleh negara-negara pendonor yang selama ini menyalurkan bantuannya melalui International Organization for Migration (IOM).
”Kalau memungkinkan, para pengungsi ini kami fasilitasi untuk dipindahkan ke rusunawa. Namun tentu pembiayaannya kami harap ditanggung oleh Pemerintah Amerika Serikat, karena mereka merupakan pendonor utama dalam program ini,” jelas Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar usai menggelar audiensi bersama perwakilan IOM di ruang rapat kediaman wali kota, Selasa (6/5).
Audiensi ini guna membahas kondisi terkini para pengungsi asing, khususnya pengungsi etnis Rohingya, yang semakin bertambah jumlahnya di Pekanbaru.
Markarius mengungkapkan, Pemerintah Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menyalurkan bantuan untuk para imigran asing melalui IOM, yang selanjutnya disalurkan kepada Pemerintah Indonesia.
Diharapkan, kunjungan pihak IOM kali ini dapat memberikan gambarannyata mengenai kondisi para pengungsi yang kini menempati tenda-tenda darurat di lahan milik masyarakat.
”Kami berharap mereka dapat melihat langsung kondisi riil para pengungsi di Pekanbaru. Jumlahnya terus bertambah dan mereka tinggal di tenda-tenda kosong dengan kondisi seadanya. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi perhatian, khususnya bagi Pemerintah Amerika Serikat sebagai salah satu negara pendonor,” harapnya.
Pemko Pekanbaru kini menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan IOM dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) selaku lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pengungsi internasional. “Pemko ingin agar para pengungsi bisa diperlakukan secara lebih manusiawi dengan penyediaan tempat tinggal yang layak,” katanya.(ilo)
Editor : Arif Oktafian