Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kesal Belum Dibayar, Kontraktor Segel RS Madani Pekanbaru, Pemko Diberi Waktu Satu Pekan Lakukan Pembayaran

Prapti Dwi Lestari • Rabu, 7 Mei 2025 | 14:07 WIB
Salah satu ruangan manajemen RSD Madani Pekanbaru dilakukan penyegelan oleh para kontraktor yang melakukan aksi demo, Rabu (7/5/2025)
Salah satu ruangan manajemen RSD Madani Pekanbaru dilakukan penyegelan oleh para kontraktor yang melakukan aksi demo, Rabu (7/5/2025)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kesal tak kunjung mendapatkan kepastian terkait pembayaran pembangunan gedung Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, puluhan kontaktor melakukan penyegelan gedung yang berada di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Bina Widya, Rabu (7/5/2025).

Meksipun aktivitas pelayanan kesehatan sempat terganggu lantaran puluhan kontraktor mengerubungi pintu masuk rumah sakit, namun penyegelan tidak dilakukan di layanan kesehatan, sehingga aktivitas pasien dan keluarga pengunjung tetap berjalan normal.

Pantauan Riaupos.co, puluhan kontraktor datang ke RSD Madani dengan membawa spanduk penyegelan yang dilakukan di sejumlah ruangan, di antaranya tempat parkir pegawai, ruang inap lantai 1 dan 2, kemudian mematikan listrik ruangan manajemen.

Menurut Perwakilan Kontraktor, Nofrizal , pihaknya memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kota Pekanbaru untuk segera melakukan pembayaran terhadap pembangunan RSD Madani Pekanbaru tersebut.

Dimana, jika dalam satu pekan Pemerintah Kota Pekanbaru tidak melakukan pembayaran terhadap perbaikan infrastruktur RSD Madani Pekanbaru yang telah diselesaikan oleh para kontraktor, maka mereka akan membongkar kembali ruangan dan alat yang ada di RSD Madani, termasuk ruang inap pasien.

"Kami tunggu sampai sepekan ini. Jika tidak ada tanggapan atau pelunasan terpaksa kami akan kosongkan ruangan, dan kami minta kosongkan pasien, kami tidak akan menganggu pasien," ucapnya.

Belum lama ini Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Asisten II Setko Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut pernah berjanji untuk memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan para kontraktor.

Namun, pihak kontraktor tidak mempercayai undangan rapat tersebut, karena sampai saat ini belum ada langkah konkret dari Pemko Pekanbaru.

"Kami tidak percaya dengan undangan rapat dan sebagainya dari pihak pemerintah, karena kemarin itu, Asisten II, Ingot berjanji untuk memfasilitasi pertemuan dengan kontraktor. Namun sudah 15 hari pertemuan tersebut tak kunjung dilaksanakan," katanya.

Nofrizal menambah akibat tidak terealisasinya pembayaran terhadap pembangunan RSD Madani banyak rekan kontraktor yang harus gulung tikar dan bahkan ada rekanan kontraktornya sampai menjual emas dan sakit stroke.

Ini lantaran pembayaran pengobatan dari uang hasil usaha mereka di RSD Madani tak kunjung diterima.

Baca Juga: Soal Jalan Rusak, DPRD Pekanbaru Akan Panggil Kontraktor Proyek IPAL dan PDAM

Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa jumlah kerugian dari para kontraktor senilai Rp54 miliar dengan jumlah hingga 100 vendor. Diketahui pembayaran tersebut tak lunas sejak tahun 2022 hingga saat ini.

"Saya merehab tiga ruangan, untuk rawat inap juga.Kawan-kawan saya pun resah, sampai jatuh sakit, sakit karena pikiran, mereka bekerja keras, menjual emas bahkan sampai stroke ringan," ujarnya.

Editor : Rinaldi
#Rsd madani pekanbaru disegel #Kasus rsd madani pekanbaru #Kontraktor rsd madani pekanbaru #Kontraktor belum dibayar #rsd madani pekanbaru #Tunda bayar pemko pekanbaru #segel ruangan #kontraktor