Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masih Ada Jukir Pungut Tarif Parkir Lama

Redaksi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 10:51 WIB
RIZKY BAGUS OKA
RIZKY BAGUS OKA

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) - Sejumlah juru parkir (Jukir) di Kota Pekanbaru masih mempraktikan pungutan tarif lama. Para Jukir ini ada yang mangkal di retail modren hingga fasilitas olahraga milik pemerintah. Kondisi ini juga didapati anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Rizky Bagus Oka.

Bahkan menurut Bagus Oka, ia mendapati keluhan warga yang dipungut parkir Rp5.000 untuk mobil. Praktik ini terjadi fasilias olahraga milik pemerintah, yaitu Stadion Utama. Di sini sepeda motor dipungut Rp2 ribu.

Hal ini jelas membuat warga yang ingin berolahraga setiap harinya jadi mikir-mikir dan terbebani. Padahal, di dalam telah diatur Rp1.000 untuk motor dan Rp2.000 untuk pengendara mobil.

Bagus Oka mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar duduk bersama meninjau ulang sistem parkir di fasilitas olahraga. Karena jelas, hal itu melanggar Perwako Nomor 2 Tahun 2025 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Jasa Umum Atas Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.

”Saya menerima banyak keluhan dari warga yang rutin berolahraga di stadion, bahkan di-tag media sosial. Mereka merasa keberatan karena harus membayar tarif parkir setiap kali datang. Ini fasilitas publik kita tapi tidak menerapkan aturan,” sebut Bagus Oka.

Menurut Bagus Oka, pemerintah seharusnya mendorong masyarakat untuk hidup sehat, bukan malah justru menambahkan beban melalui pungutan parkir yang tidak sesuai aturan.

”Fasilitas publik seperti stadion seharusnya memberi akses seluas-luasnya bagi masyarakat. Saya minta Dinas terkait untuk mengevaluasi kembali sistem parkir di kawasan tersebut, baik dari sisi besar tarif, legalitas pengelolaan,

maupun dampaknya bagi masyarakat. Jangan sampai ada pungutan yang tidak sesuai dengan perwako,” ucapnya.

Politisi Gerindra ini juga mengusulkan kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kebijakan khusus seperti parkir gratis pada jam-jam olah raga pagi dan sore. Ini juga bisa dijadikan skema insentif bagi warga yang rutin berolahraga.

”Kalau kita serius ingin Pekanbaru lebih sehat, ini harus dimulai dari kebijakan yang mendukung masyarakat. Ini bukan soal besar atau kecilnya tarif, tapi soal prinsip. Olah raga itu hak warga, bukan barang dagang, ini harus diakomodir,” tutupnya.

Sementara itu, sebelumnya pernah diberitakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau saat ini tengah membahas penurunan tarif parkir di kawasan venue-venue milik Pemprov Riau. Termasuk Stadion Utama Riau.

Hal tersebut menindaklanjuti respon cepat terkait arahan Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid adanya keluhan warga soal tarif parkir kendaraan di kawasan venue milik Pemprov  Riau yang terlalu mahal.

Tarif parkir di venue-venue milik Pemprov Riau seperti di kawasan Stadion Utama dan Sport Center Rumbai diturunkan dan disesuaikan dengan tarif parkir yang berlaku di Kota Pekanbaru.

Kadispora Riau, Erisman Yahya mengatakan, sesuai arahan Gubri Abdul Wahid, tarif parkir yang selama ini berlaku di venue olah raga milik Pemprov Riau seperti di Stadion Utama dan Sport Center Rumbai akan diturunkan dan disesuaikan dengan tarif parkir yang berlaku di Kota Pekanbaru.

”Sesuai Perda Retribusi, selama ini untuk mobil dicas Rp5ribu dan motor Rp2.000. Sesuai arahan Gubri, disesuaikan menjadi Rp2.000 mobil dan Rp1.000 untuk motor. Saat ini kita sedang persiapkan Pergubnya untuk menyesuaikan tarif parkir itu. Mudah-mudahan segera dapat direalisasikan,” ujar Erisman Yahya.(end/dof/yls)

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU

Editor : Rindra Yasin
#kota pekanbaru #jukir #tarif parkir