PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jalan Kutilang Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru samping showroom Agung Toyota ditutup paksa sejak Jumat (15/8/2025) malam hingga Senin (18/8/2025) karena banyaknya sampah yang menutupi jalan tersebut.
Penutupan ini dilakukan tokoh masyarakat Jalan Kutilang Sakti Suryanto. Kepada Riaupos.co, Suryanto mengaku jalan tersebut terpaksa ditutup karena sudah dipenuhi sampah rumah tangga sehingga tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.
Akses jalan ini ditutup dari portal Jalan Kutilang Sakti tak jauh dari lapangan sepakbola Tiga Naga hingga ke portal di persimpangan Jalan SM Amin.
‘’Jalan ini sengaja kita tutup, sampah sudah sangat menumpuk hingga menutupi jalan. Kita ingin pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat melihat kondisi sampah yang masih tak tertangani dengan baik,’’ ujar Suryanto.
Suryanto mengaku tidak mengetahui siapa oknum yang tidak bertanggungjawab membuang sampah di sana. ‘’Padahal ini bukan tempat pembungan sampah. Jalan ini dibangun sebagai akses jalan alternatif bagi warga yang melewati Jalan Kutilang Sakti,’’ sebut Suryanto.
Salah seorang pengguna jalan Daud yang setiap hari melewati jalan tersebut kaget melihat sampah tiba-tiba menggung di sana. ‘’Kok banyak sampah ya, tiba-tiba saja sampah dah numpuk,’’ sebutnya.
Sampah yang berserakan ini selain merusak lingkungan juga mengeluarkan aroma tak sedap. ‘’Sepertinya sampah-sampah ini dibuang ke sini malam atau menjelang pagi,’’ imbuhnya.
Sementara Karnel warga Jalan Kutilang Sakti mengatakan, sampah-sampah yang berserakan di jalan tersebut bukan dibuang warga Kutilang Sakti namun warga di luar Kutilang karena sebelumnya jalan tersebut dulu tak ada sampah di sana.
‘’Kita tak tahu siapa yang buang sampah di sana, yang jelas bukan warga Kutilang,’’ sebut Karnel.
Ketua RT 01, RW 01 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Aliabuzar kepada Riaupos.co mengaku oknum-oknum yang tak bertanggung jawab membuang sampah ke jalan itu sejak tempat pembuangan sampah siluman di samping gerbang Unri Jalan SM Amin dipasangin policeline.
‘’Sudah beberapa kali kita gunakan dana pribadi untuk membersihkan sampah di sini. Lama-lama kita tak kuat juga mengangkut sampah itu pake dana pribadi tiap dua kali sehari sementara orang tetap membuang sampah di sana,’’ ujar Aliabuzar yang akrab dipanggil Al ini.
Diakui Al, dirinya pernah menangkap oknum yang membuang sampah di sana pada saat subuh dan diserahkan ke polisi namun sampai di polisi oknum tersebut disuruh membuat surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya. (hen)
Editor : M. Erizal