PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Warga Kota Pekanbaru korban meninggal dunia helikopter jatuh di Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya mendarat di Pekanbaru, Selasa (9/9/2025) siang.
Begitu tiba di Terminal Kargo, Bandara Sultan Syarif Kasim II, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Komplek Nyamuk Timur, Kecamatan Sail. Keluarga, tetangga, kerabat dan kolega sudah ramai setibanya jenazah di rumah duka.
Usai beberapa prosesi, jenazah kemudian disalatkan di Masjid Akramunnas Unri sebelum diantarkan ke peristirahatan terakhir. Yudi Febrian dimakankan di Komplek Pemakaman Warga Nyamuk Timur di Jalan Hang Tuah, Gang Akhir.
Proses singkat ini belum cukup mengobati rasa kehilangan keluarga dan kerabat. Namun semua harus ikhlas untuk melepas Yudi untuk selama-lamanya.
Seorang tetangga dan juga sahabat almarhum, Drs Panzi Barzah menceritakan, kepergian Yudi terasa mendadak. Apalagi almarhun terkenal sebagai orang baik di komplek tersebut. Yudi, kata Panzi, juga sangat peduli dengan tetangga dan kawan-kawannya di Komplek Nyamuk.
"17 Agustus baru ini, beliau tak bisa pulang, tapi tetap mengirimkan sumbangan supaya kegiatan di sini berjalan sukses. Begitulah, beliau ini memang baik, humble dan sayang kepada keluarganya," sebut Panzi.
Panzi, yang juga Ketua RW setempat, mengaku amat mengenal almarhum. Karena rumah mereka bersamping-sampingan langsung di komplek tersebut.
"Saya tahu sekali, karena jarak rumah kami cuma 1 meter, sebelah-sebelahan. Beliau dengan adik-adik dan kakaknya sangat sayang dan peduli, dia memang rendah hati, baik sekali. Bahkan saya pribadi tidak pernah mendengar ada pertengkaran di rumah," ungkapnya.
Maka kepergian Yudi, menurut para tetangganya adalah sebuah kehilangan. Seperti dikatakan Panzi, mereka hanya harus ikhlas dan mendoakan segala kebaikannya diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yudi Febrian menjadi satu dari delapan korban helikopter jatuh di kawasan Pegunungan Meratus, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel pada Senin (1/9/2025) lalu.
Selain Yudi, Haryanto sebagai pilot, Hendra sebagai teknisi turut jadi korban. Penumpang lainnya yang turut meninggal dunia, Mark Werren, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito dan Iboy Irfan Rosa.
Editor : Rinaldi