PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menata kembali wajah warisan sejarahnya. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sejumlah cagar budaya di Kota Bertuah akan dibenahi agar tetap terjaga keasliannya sekaligus nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Salah satunya Rumah Singgah Sultan Siak atau Rumah Mertua Tuan Khadi di pinggir Sungai Siak.
Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, mengatakan bahwa tahap awal perbaikan akan difokuskan pada Rumah Singgah Tuan Kadi yang terletak di kawasan bersejarah Kecamatan Senapelan.
Bangunan yang menjadi saksi perkembangan Islam dan perdagangan tempo dulu ini, kini akan mendapat sentuhan baru tanpa mengubah nilai aslinya.
“Jadi untuk awal kita di Rumah Singgah Tuan Kadi. Seperti plang cagar budayanya akan kita rapikan, termasuk bagian dalam rumah seperti karpet dan perlengkapan lainnya yang sudah mulai usang,” ujar Akmal, Selasa (21/10).
Akmal menjelaskan, perbaikan ini tidak sekadar menjaga bangunan agar tetap kokoh, tetapi juga menjadikannya spot foto menarik bagi wisatawan. “Bentuk aslinya tetap kita pertahankan. Kita hanya menambah kelengkapannya agar tamu yang datang tidak bosan,” tambahnya Program pembenahan cagar budaya ini rencananya akan dimulai tahun depan. Tak hanya Rumah Singgah Tuan Kadi, sejumlah situs budaya lain di Pekanbaru juga akan masuk dalam daftar perawatan dan perbaikan.
Melalui langkah ini, Disbudpar berharap warisan budaya Pekanbaru tetap lestari dan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung. “Perawatan cagar budaya ini bagian dari upaya kami meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kota Pekanbaru,” sebut Akmal.(ilo)
Editor : Arif Oktafian