PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - JUMLAH anak yang tidak bersekolah di Provinsi Riau mencapai angka yang mengkhawatirkan. Jumlahnya sekitar 100 ribu. Data tersebut diungkapkan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengentasan Anak Tidak Sekolah (Pantas) Provinsi Riau Pahmijan, saat berkunjung ke redaksi Riau Pos, Rabu (5/11).
Dalam kunjungan itu, Pahmijan didampingi Sekretaris Satgas Dedy Sepriwandi, Dewan Pembina Joyo Usman, Bidang TIK Rifaldi, serta Bidang Media M Aker dan Nurhairi.
’’Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, jumlah anak tidak sekolah di Riau mencapai 53 ribu orang. Namun menurut data dari BKKBN Riau, jumlahnya bahkan mencapai lebih dari 100 ribu anak,’’ ujar Pahmijan.
Ia menyebutkan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi daerah dengan angka anak tidak sekolah tertinggi di Riau. Saat ini, Satgas Pantas masih melakukan verifikasi dan perbaikan data agar hasilnya lebih akurat.
Sebagai langkah awal, Satgas telah berhasil menyalurkan lebih dari 300 anak untuk kembali bersekolah, baik melalui jalur formal maupun nonformal seperti program Paket A, B, dan C, dengan dukungan dari Baznas Riau.
‘’Kami terus melakukan silaturahmi dan sosialisasi kepada masyarakat agar anak-anak Riau bisa kembali mendapatkan hak pendidikannya,’’ tambah Pahmijan.
Sementara itu, Direktur Riau Pos, Asmawi Ibrahim, menyambut baik kunjungan tersebut.
‘’Selamat datang kepada Satgas Pantas. Kami selalu terbuka terhadap kegiatan sosial, apalagi yang berkaitan dengan masa depan anak-anak Riau. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa kebaikan bagi kita semua,’’ ujarnya.(hen)
Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian