Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Meningkat, 55 Titik Panas Terdeteksi di 9 Daerah

Redaksi • Rabu, 12 November 2025 | 11:36 WIB
Petugas gabungan berusaha  memadamkan api yang membakar lahan di Desa Kepala Pulau, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (11/11/2025).
Petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Desa Kepala Pulau, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (11/11/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Titik panas meningkat di Riau. Jika sehari sebelumnya terdeteksi 22 titik, Selasa (11/11) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 55 titik panas tersebar di sembilan daerah di Riau.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir P menjelaskan, puluhan titik panas di Riau tersebut tersebar di Siak 25, Kampar 9, Rokan

Meningkat, 55 Titik Panas Terdeteksi di 9 Daerah Hilir 8, Bengkalis 5, Pelalawan 3, Indragiri Hulu 2, Rokan Hulu 1, Kota Pekanbaru 1, dan Kota Dumai 1.

‘’Jumlah titik panas Riau masih yang tertinggi di Pulau Sumatera yang terdeteksi 60 titik. Sisanya tersebar di Sumatera Selatan 3, Lampung 1, dan Sumatera Barat 1,’’ ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.

Sementara itu untuk prakirakan cuaca, di Provinsi Riau sejak pagi hari cuaca terpantau cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Bengkalis. Siang hingga sore hari cuaca masih cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Malam serta dini hari, Riau masih cerah berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru.

“Waspada hdengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hilir pada siang/sore dan malam/dini hari,” ujarnya.

Karhutla Masih Terjadi di Kampar Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Kampar, Riau, dalam dua hari terakhir, Senin (10/11) hingga Selasa (11/11). Dua lokasi kebakaran dilaporkan terjadi di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung dan Desa Laboi Jaya, Kecamatan Bangkinang.

Kepala Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran pertama terjadi di lahan masyarakat di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Senin (10/11) sore.

Lahan yang terbakar merupakan lahan mineral gambut dengan vegetasi semak belukar. “Kebakaran terjadi di atas dan di bawah permukaan (surface fire dan ground fire). Api sudah berhasil dipadamkan, namun luas area yang terbakar masih dalam pendataan. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Tim satuan tugas (satgas) gabungan yang terdiri dari TRC Pusdalops BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Manggala Agni segera menuju lokasi kebakaran. Namun, medan yang sulit menjadi kendala utama upaya pemadaman. “Akses menuju lokasi tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua, sehingga tim harus membuka jalan terlebih dahulu,” tambahnya.

Hingga laporan terakhir, api di lokasi ini belum sepenuhnya padam. Berdasarkan pantauan satelit NASA-SNPP pada Selasa (11/11) pukul 02.10 WIB, terdeteksi satu titik panas dengan tingkat kepercayaan medium di wilayah yang sama.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Desa Laboi Jaya, Kecamatan Bangkinang, pada Selasa (11/11) siang. Lahan mineral milik masyarakat yang ditumbuhi semak belukar terbakar dengan luas sekitar 0,25 hektare. “Kebakaran di Laboi Jaya hanya terjadi di atas permukaan (surface fire). Penyebabnya masih dalam penyelidikan,” ujar Adi Candra.

Satgas TRC BPBD Kampar segera melakukan pemadaman, pendinginan, serta pemblokiran area agar api tidak meluas. Berkat respons cepat petugas, api di lokasi ini berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Di Kuantan Singingi (Kuansing), tim kembali berjibaku untuk memadamkan api yang membakar sekitar setengah hektare lahan masyarakat di Desa Kepala Pulau, Kecamatan Kuantan Hilir, Selasa (11/11). Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Padahal, hingga pukul 13.00 WIB, Kuansing masih aman dari peristiwa kebakaran. “Kita berharap hari ini (kemarin, red) aman, tetapi sekitar pukul 14.00 WIB ada lagi kebakaran lahan,” kata Kasatpol PP-PKP Kuansing, Riokasyterwandra,  Selasa (11/11). 

Rio kembali mengingatkan pada masyarakat agar etap waspada dan tidak melakukan aktivitas membakar apapun di lahan ataupun perkebunan. Sebab, itu bisa mendatangkan potensi terjadinya kebakaran. 

Operasional Turbin PLTA Masih Dihentikan Operasional turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kampar terpaksa menghentikan total. Penghentian yang telah berlangsung hampir satu pekan ini akibat penurunan ekstrem pada tinggi permukaan air waduk yang kini menyentuh batas operasional terendah atau Low Water Level (LWL).

Manajer Unit Layanan PLTA (ULPLTA) Koto Panjang, Dhani Irwansyah membenarkan kondisi kritis ini. Menurut Dhani, seluruh turbin resmi dimatikan sejak hari Selasa, 4 November 2025. “Sampai saat ini turbin masih dihentikan operasionalnya, sudah hampir satu pekan,” ujarnya, Selasa (11/11).

Ia menjelaskan, keputusan sulit ini diambil karena elevasi air waduk telah mencapai batas LWL yang ditetapkan, yaitu 73,50 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ironisnya, setelah turbin dimatikan, permukaan air justru terus menunjukkan tren penurunan.

Dhani menambahkan, pengoperasian turbin baru dapat dilakukan kembali apabila kondisi air membaik dan elevasi waduk kembali naik, minimal kembali ke level ambang batas operasional 73,50 mdpl.

“Kita sangat berharap hujan segera turun di wilayah catchment area (tangkapan air) agar permukaan air naik dan PLTA dapat kembali beroperasi normal untuk menyuplai kebutuhan listrik,” tuturnya.(ayi/kom/dac)

Editor : Rindra Yasin
#bmkg #daerah riau #karhutla #pekanbaru