PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pagi itu, halaman sebuah masjid di sudut Kota Pekanbaru terasa lebih hidup dari biasanya. Suara sapu yang bergesekan dengan lantai, tawa kecil para siswa, dan derap langkah yang riuh membuat suasana berubah menjadi hangat.
Bukan petugas kebersihan, melainkan ratusan siswa MAN 3 Pekanbaru yang sedang bergotong royong merawat lingkungan rumah ibadah, Jumat (12/12). Di antara kerumunan, Dian, salah satu siswi tampak tekun mengumpulkan dedaunan kering.
Sebentar-sebentar ia tersenyum pada teman-temannya. Ketika ditanya, wajahnya berbinar. "Senang kali. Biasanya kami belajar di kelas, hari ini bisa langsung turun membantu membersihkan masjid. Rasanya bangga bisa ikut bermanfaat," ujarnya, sembari merapikan tumpukan sampah kering.
Tak jauh dari sana, Aris siswa lainnya sedang menyapu halaman masjid. Tangan dan pakaian sekolah sedikit kotor, tapi senyumnya tetap lebar. "Kami diajarkan cinta lingkungan. Kegiatan kayak gini bikin kami merasa dekat dengan masyarakat. Semoga sering diadakan," katanya sambil menyapu.
Kehadiran para siswa ini bukan tanpa alasan. MAN 3 Pekanbaru tengah mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pendekatan pendidikan Kementerian Agama yang menanamkan Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul, cinta diri, cinta sesama, cinta bangsa, dan cinta lingkungan. Nilai-nilai itu tidak hanya diajarkan lewat teori, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.
Di momen Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 ini, Kemenag mendorong setiap madrasah untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat. "Saya sangat mendukung kegiatan ini. Momentum HAB ke-80 merealisasikan Asta Protas. Mudah-mudahan kegiatan ini makin mendekatkan kita kepada masyarakat. MAN 3 Kota Pekanbaru cepat menangkap apa yang disampaikan Menteri Agama. Kita harapkan ini jadi inspirasi bagi madrasah lain," ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Pekanbaru, Mery Novikawati, tampak bangga melihat siswanya bekerja dengan sepenuh hati. "Kegiatan ini benar-benar memberi dampak bagi masyarakat, umat, dan lingkungan. Ini implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar melalui aksi yang menebar manfaat," ungkapnya.
Sebanyak 928 siswa, guru, dan karyawan MAN 3 Pekanbaru terlibat dalam kegiatan ini. Mereka tersebar di 14 masjid, sejumlah musala, dan satu gereja, melakukan bersih-bersih dan penanaman pohon.
Editor : Rinaldi