Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kisah Tim Darnakel Politeknik Caltex Riau

Henny Elyati • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:42 WIB
Empat mahasiswa PCR yang tergabung dalam Tim Darnakel berdiskusi terkait desain yang akan mereka lombakan di Texas Amerika Serikat, Rabu (28/1/2026).
Empat mahasiswa PCR yang tergabung dalam Tim Darnakel berdiskusi terkait desain yang akan mereka lombakan di Texas Amerika Serikat, Rabu (28/1/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menjelang akhir Januari ini, ruang desain di Politeknik Caltex Riau (PCR) tak pernah benar-benar sepi. Di balik layar komputer yang dipenuhi visual tiga dimensi, empat mahasiswa yang tergabung dalam Tim Darnakel sibuk menyempurnakan detail terakhir dari sebuah rancangan desain. Rancangan inilah yang akan membawa mereka ribuan kilometer dari kampus, menuju Texas, Amerika Serikat.

KEEMPAT mahasiswa ini yakni Muhammad Haekal Aulia, Daniel Simatupang, Ardian Dwi Syahputra dan Ruth Delila Aritonang. Mereka merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika. Bagi keempatnya, perjalanan ke Texas bukan sekadar keberangkatan fisik, melainkan penanda bahwa karya mahasiswa Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung dunia.

Awal Februari mendatang, Tim Darnakel akan tampil di AAKRUTI Global 2025, kompetisi desain produk internasional yang diselenggarakan oleh Dassault Systèmes dan akan berlangsung pada 1-4 Februari 2026. Dari lebih dari 1.800 tim asal 37 negara yang mengikuti seleksi, hanya 12 tim yang melaju ke babak final. Tim Darnakel menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik yang berhasil menembus tahap ini.

Perjalanan menuju Texas bukan sekadar menyiapkan keberangkatan. Menurut dosen pembimbing, Prof Dr Hendriko ST MEng, desain yang dibawa ke AAKRUTI Global telah melalui proses pematangan signifikan dibanding tahap seleksi sebelumnya.

‘’Perkembangannya sangat jauh. Jika di tahap awal desain masih terlihat kaku, kini tampil lebih matang dan konsep yang lebih jelas. Banyak perubahan dilakukan, baik dari sisi visual, material, maupun sistem kerja alat,’’ ujar Prof Hendriko, Rabu (28/1).

Perubahan paling mendasar terdapat pada struktur utama produk. Rancangan awal yang banyak menggunakan aluminium kini beralih ke baja paduan, yang dinilai lebih kuat namun tetap efisien dari sisi bobot. Sistem kerja kursi roda juga dirancang ulang, termasuk penggunaan motor listrik dan sistem kontrol yang lebih presisi. Seluruh pembaruan tersebut telah dituangkan dalam desain tiga dimensi (3D) final yang dikirimkan kepada panitia.

Namun, AAKRUTI Global bukan sekadar soal gambar teknik. Di hadapan akademisi, peneliti, hingga pelaku industri manufaktur dari berbagai negara, ide harus mampu berbicara dan meyakinkan. Karena itu, beberapa pekan terakhir mereka habiskan dengan latihan presentasi yang intens.

‘’Kami berlatih menyampaikan cerita di balik desain sekaligus simulasi tanya jawab untuk menghadapi juri. Bukan hanya bagaimana alat ini bekerja, tetapi mengapa desain ini penting,’’ ujar Ketua Tim Darnakel PCR, Daniel Simatupang.

Inovasi yang mereka usung bertajuk Convertible Wheelchair-Bed for Enhanced Patient Mobility, sebuah desain kursi roda yang dapat bertransformasi menjadi tempat tidur pasien. Ide ini lahir dari persoalan mobilitas pasien yang selama ini sangat bergantung pada bantuan orang lain.

Proses pengembangannya tidak berlangsung sekali jalan. Desain ini ditempa melalui evaluasi berulang, membandingkan dengan perangkat medis yang telah ada. Setiap masukan pembimbing menjadi bahan perbaikan, hingga akhirnya seluruh proses itu bermuara pada satu titik yakni desain konseptual dan teknis yang benar-benar matang.

‘’Kebaruan utama ada pada sistem konvertibel elektrik yang mengintegrasikan kursi roda dan tempat tidur dalam satu kesatuan,’’ jelas Daniel.

Rancangan ini memungkinkan perpindahan pasien dilakukan lebih mandiri, sekaligus meringankan peran pendamping pasien. Desain tersebut juga dilengkapi sistem pelacakan untuk memantau lokasi pengguna secara real-time.***

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru

 

Editor : Arif Oktafian
#texas #politeknik caltek riau #inovasi #desain