PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Warga Kota Pekanbaru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran menyusul meningkatnya jumlah peristiwa kebakaran di awal tahun 2026.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, tercatat sebanyak 41 kejadian kebakaran selama Januari dan Februari 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat hanya 25 kejadian kebakaran.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan, sebagian besar kejadian kebakaran yang terjadi dalam dua bulan terakhir merupakan kebakaran bangunan.
”Akibat serangkaian kejadian ini, ada dua korban meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka,” ungkap Zarman Candra, Kamis (5/3).
Menurutnya, salah satu penyebab utama kebakaran bangunan yang ditemukan tim di lapangan adalah arus pendek listrik. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan listrik di rumah.
Ia mengingatkan warga untuk memastikan tidak ada peralatan listrik yang masih terhubung dengan arus listrik ketika meninggalkan rumah.
”Masyarakat harus memastikan seluruh peralatan yang tersambung dengan listrik sudah dicabut,” jelasnya.
Selain itu, warga juga diminta memastikan instalasi listrik di rumah berada dalam kondisi aman dan tidak menggunakan kabel atau peralatan yang sudah rusak.
DPKP Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di lingkungan permukiman yang padat penduduk. Editor : Arif Oktafian