KOTA PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kehadiran Waste Station di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru disambut antusias warga kota. Warga mulai aktif berpartisipasi dalam memilah dan menukarkan sampah mereka di waste station.
Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat fasilitas ini adalah Luga, warga Pekanbaru. Ia mengaku baru pertama kali membawa sampah rumah tangganya ke waste station setelah sebelumnya mengumpulkannya selama satu pekan.
Menurutnya, keberadaan tempat ini sangat membantu, terutama dalam memberikan wadah yang jelas bagi masyarakat untuk membuang sampah secara lebih bertanggung jawab.
Luga mengungkapkan bahwa, meskipun sistem yang digunakan di waste station masih tergolong manual, namun ia tetap merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Ia berharap ke depannya sistem pengelolaan sampah di fasilitas tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih modern dan otomatis, seperti yang telah diterapkan di beberapa kota besar lainnya. Dengan demikian, proses pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Baca Juga: Wako Agung Resmikan Penggunaan Waste Station, Warga Pekanbaru Kini Bisa Tukar Sampah Jadi Uang
”Layanan ini bukan hanya sekadar membuang sampah, tapi juga menjadi sarana edukasi kepada keluarga dan masyarakat .saya berharap dengan mengajak anak ke lokasi ini membuat mereka lebih paham dan terbiasa untuk membuang dan memilah sampah sejak dini yang bermanfaat bukan hanya bagi perkonomian mereka tapi juga kelestarian lingkungan sekitar,” ucapnya.
Menurutnya, pembiasaan ini penting agar kesadaran menjaga lingkungan dapat tertanam kuat pada generasi muda.
Sementara itu, operator waste station, Aldo menyampaikan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Pekanbaru dalam program ini tergolong tinggi. Ia melihat adanya perubahan pola pikir warga yang kini mulai memahami pentingnya memilah sampah sebelum dibuang. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang datang dengan sampah yang sudah dipisahkan berdasarkan jenisnya.
Baca Juga: Sampah Berserakan, Suhardiman Amby Siapkan Perbup Pengelolaan ke Kecamatan
Aldo menjelaskan bahwa, jenis sampah yang paling banyak ditukarkan oleh masyarakat adalah sampah rumah tangga seperti kardus, kertas, botol plastik, serta barang elektronik bekas. Sampah-sampah tersebut kemudian dapat ditukarkan melalui aplikasi Rekosistem, yang memberikan imbalan dalam bentuk rupiah kepada masyarakat.
”Program ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan motivasi warga untuk lebih aktif dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru khususnya,” ucap Aldo.
Waste station beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Menariknya, tidak ada batas minimal jumlah sampah yang harus ditukarkan, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi tanpa batasan tertentu.(ayi)