PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ceceran sisa tanah timbun mengotori badan Jalan Jenderal Sudirman dekat Gedung Juang Pekanbaru, Rabu (29/4). Akibatnya, sejumlah pengendara terjatuh karena jalan menjadi licin.
Mendapat laporan adanya pengendara sepeda motor yang jatuh akibat ceceran tanah timbun, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satpol PP langsung turun tangan memberikan tindakan tegas berupa teguran ke pemilik lahan.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto kepada Riau Pos mengaku pihaknya mendapatkan laporan adanya aktivitas penimbunan lahan yang menyebabkan ceceran tanah di badan jalan berujung kecelakaan.
Satpol PP bersama tim Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (DPKP) Pekanbaru turun membantu proses pembersihan ceceran tanah timbun yang cukup licin dan sudah membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Ketersediaan Sapi Kurban Capai 3.514 Ekor
Tim juga sudah meminta kepada pemilik untuk segera membersihkan ceceran tanah timbun yang masih berserakan di badan jalan. “Tadi pagi tim sudah jalan menuju lokasi dan akan menemui pemilik lahan yang melakukan aktivitas penimbunan tersebut,” katanya.
Pihaknya menegaskan bahwa pemilik juga harus bisa memastikan tidak ada ceceran tanah yang berserakan di jalan saat mereka melakukan aktivitas penimbunan.
Ia berjanji pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas penimbunan lahan di sana. ”Kami peringatkan mereka, sanksinya berupa teguran dulu,” tegasnya
Pantauan Riau Pos, Rabu (29/4), ceceran tanah timbun yang basah membuat kondisi jalan licin, sehingga menyebabkan beberapa pemotor yang melintas terpeleset.
Titik awal ceceran tanah timbun tersebut berada di samping dealer motor yang tengah melakukan aktivitas penimbunan. Terdapat satu unit alat berat yang masih berada di lokasi.
Baca Juga: Jurnalis Riau Didorong Adaptif di Era AI
Terlihat juga ceceran tanah timbun yang masih basah dibiarkan berserakan menempel di aspal Jalan Jenderal Sudirman.
Kondisi ceceran tanah timbun yang basah dan licin di Rabu (29/4) pagi sempat viral di sejumlah media sosial karena menyebabkan pengendara motor terjatuh.
Seorang pengendara motor yang hampir terjatuh di lokasi, Muhammad Kemal (38) mengaku sisa tanah timbun yang berceceran di badan jalan tersebut sangat membahayakan keselamatan pengendara.
Apalagi saat pagi hari arus lalu lintas dikawasan pusat kota Pekanbaru itu cukup padat sehingga seharusnya pihak pekerja lahan melakukan pembersihan sebelum mobil bermuatan tanah timbun itu keluar dari lokasi proyek.
”Jelas bahaya sekali. Sebenarnya ini bukan satu dua kali. Sudah sering kalau ada lahan yang ditimbun tidak pernah dilakukan pembersihan dulu sebelum keluar dari lokasi proyek. Malah pekerjaannya merasa kebal hukum dan membiarkan ceceran tanah sembarang di tengah jalan,” katanya
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang warga Surahman Hidayat (62) mengaku kondisi ceceran tanah timbun di pinggir jalan protokol tersebut sudah beberapa hari terakhir dikeluhkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Rawasari Ujung Kecamatan Marpoyan Damai.
Di mana bukan hanya ceceran tanah timbun yang berserakan di badan jalan tetapi juga gundukan tanah timbunan yang cukup besar menghalangi kendaraan bermotor yang masuk ke Jalan Rawasari dari arah jalan Jenderal Sudirman.
”Sudah beberapa hari ini kami mengeluh tapi tak pernah didengarkan sama pekerjanya. Kami minta ini dibersihkan biar tidak ada yang jatuh. Malah tadi pagi banyak pengendara yang tergelincir sampai berdarah tangan dan kakinya. Ini kan sudah jelas bahaya seharusnya saat mereka melakukan penimbunan langsung dibersihkan ini dibiarkan saja,” katanya.(ayi)
Editor : Arif Oktafian