Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antrean BBM Ganggu Kelancaran Lalu Lintas, Warga Diminta Tak Panik

Hendrawan Kariman • Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:15 WIB
Antrean kendaraan yang ingin mengisi solar di salah satu SPBU di Riau. (DOK RIAUPOS.CO)
Antrean kendaraan yang ingin mengisi solar di salah satu SPBU di Riau. (DOK RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Antrean kendaraan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai mempengaruhi kelancaran lalu lintas, Sabtu (2/5/2026). Barisan kendaraan yang mengular hingga ke jalan menghamhat lalu lintas (lalin) di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru.

Terpantau menjelang tengah hari di SPBU samping Sekretariat PDIP Riau di Jalan Jenderal Sudirman, lalin melambat. Kendaraan roda empat sempat antre hingga di badan Jalan Sudirman.

Kondisi cukup parah terjadi di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution dekat SMK Pertanian. Truk-truk berat hingga sedang mengular hingga lebih dari 100 meter. Truk-truk berbaris hampir di sepanjang pagar SMK Pertanian di Jalan Kaharuddin Nasution hingga pintu masuk SPBU.

Baca Juga: Soal Antrean BBM yang Terjadi di Kuansing, Memang Luar Biasa!

Antrean panjang juga terjadi di beberapa SPBU di perbatasan Kota Pekanbaru dan Kampar. Seperti di SPBU dekat gerbang Pandau Permai, Jalan Pasir Putih dan SPBU Kubang Raya di Jalan Raya Pekanbaru - Lipat Kain. 

Menanggapi situasi ini, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Andry Saputra meminta masyarakat tetap tenang. Ia meyakinkan, ketersediaan BBM, khususnya Pertalite, saat ini masih dalam kondisi aman. Antrean yang panjang beberapa terakhir menurutnya lebih disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat. Kekhawatiran berlebihan menurutnya turut memicu pembelian BBM secara tidak wajar.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Pekanbaru agar tidak panik. Berdasarkan informasi yang kami terima dari pihak terkait, stok BBM di Pekanbaru dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan," ujar Andry.

Baca Juga: Pembangunan Fisik Astaqa MTQ Riau Capai 13 Persen, PUPR Optimis Tepat Waktu

Ketua DPC Partai Gerindra Pekanbaru mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan saja. "Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas. Tidak perlu panik, gunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Kendati demikian, Andry turut meminta pihak terkait, termasuk Pertamina dan pengelola SPBU, untuk terus memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Ia meminta SPBU turut mengantisipasi potensi penumpukan antrean agar tidak menyebabkan gangguan lalu lintas.

Selain itu, pria asal Rumbai ini menegaskan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi penimbunan atau praktik penyalahgunaan BBM yang dapat merugikan masyarakat.

Baca Juga: Tiga Pengedar Narkotika Diciduk Polisi dalam Semalam

"Kami juga meminta aparat dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan, sehingga tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi," tambahnya.

DPRD Kota Pekanbaru, tegas Andry, akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. 

Antrean Solar Mengular 
Antrean panjang BBM jenis solar terjadi hingga Sabtu (2/4) di Pekanbaru. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dipadati kendaraan, terutama truk, yang menunggu giliran untuk mengisi solar bersubsidi.

Baca Juga: BBM Khusus Diesel Melonjak Tajam! Harganya Tembus Rp30 Ribu per Liter

Para sopir terpaksa menunggu berjam-jam tanpa kepastian waktu pengisian. Mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan distribusi solar kembali dibuka, sehingga memilih tetap mengantre demi mendapatkan bahan bakar.

Kondisi ini terlihat di SPBU Jalan Soekarno-Hatta. Antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan, menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Risman, salah seorang pengendara mobil yang hendak mengisi pertalite, mengaku kesulitan akibat kondisi tersebut. Ia harus memutar masuk SPBU karena akses masuk tertutup antrean truk. "Saya mau isi pertalite, tapi tidak bisa masuk karena antrean truk solar menutup jalan. Sudah coba menunggu, tapi tidak bergerak juga," ujarnya.

 

Editor : Rinaldi
#warga jangan panik #antrean solar #antrean bbm