PEKANBARU dan JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah menetapkan Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Pelaksanaan Iduladha berlangsung serentak tanpa perbedaan penetapan hari antara pemerintah dan sejumlah organisasi masyarakat Islam, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) serta Muhammadiyah.
Hal ini setelah Kemenag menggelar Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah yang jatuh pada Senin (16/5) hari ini. “Berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal dapat terlihat disepakati bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 Masehi,” ujar kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Kantor Kemenag RI, Jakarta, Ahad (17/5).
“Hari Raya Iduladha, 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 Masehi,” sambungnya. Menag Nasaruddin Umar menyampaikan harapannya agar momentum kebersamaan tersebut dapat semakin memperkuat persatuan dan solidaritas umat maupun bangsa.
“Kita juga semua mengharapkan momentum ini (Iduladha, red) dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuah islamiah, serta menumbuhkan persatuan sebagai satu bangsa. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan keberkahan dan menerima amal ibadah kita nanti,” ujarnya.
Selain itu, Nasaruddin berharap penetapan awal Zulhijah dapat menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah di bulan tersebut. Ibadah itu meliputi puasa sunah tarwiyah dan arafah, pelaksanaan Iduladha, hingga ibadah kurban.
Baca Juga: Mulai Ramai Didatangi Calon Pembeli
“Itu banyak sekali hadisnya (soal kurban, red). Bahkan ada yang paling penting, jangan mendekati masjidku bagi mereka yang memenuhi syarat untuk berkurban tapi tidak melaksanakan kurban itu sendiri dan kita salurkan kurban kita sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menilai keserentakan perayaan Iduladha menjadi simbol penting dalam memperkuat persatuan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia.
“Ini sebuah momentum penting untuk menggambarkan kepada kita umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia Islam, in sya Allah Iduladha secara bersama-sama, secara serentak akan kita rayakan dalam rangka untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia Islam,” tuturnya.
Amirsyah menambahkan, pelaksanaan kurban juga memiliki makna sosial yang kuat karena dapat meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Kita menyadari bahwa masyarakat kita saat ini tengah menanti uluran tangan kita semua,’’ ujarnya.
Baca Juga: JCH Manasik Armuzna dan Matangkan Skema Murur
‘’Pembagian daging kurban secara bersama-sama adalah sebagai bukti kepedulian kita kepada umat kita, dan kita jadikan ini sebagai bagian dari taqarrub ilallah. Idul Kurban berarti mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” tambahnya.
Kemenag Nasaruddin Umar menjelaskan, penetapan awal Zulhijjah itu dilakukan melalui pemantauan hilal yang tersebar pada 88 titik di seluruh wilayah Indonesia. “Ketinggian hilal di atas ufuk berkisar 3° 17› 33» sampai dengan 6° 56› 58». Sudut elongasi antara 8° 54› 49» sampai 10° 37’ 7”,” ungkapnya.
Penuhi Kriteria Imkanur Rukyat
Posisi hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di wilayah Bengkalis dinyatakan telah memenuhi kriteria imkanur rukyat. Namun, hilal tidak dapat terlihat secara visual akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan ufuk tertutup awan di Pantai Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Ahad (17/5).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Muliardi mengatakan, berdasarkan hasil hisab dan observasi, tinggi hilal hakiki berada pada posisi 6 derajat 58 menit 35 detik dengan lama hilal di atas ufuk selama 31 menit 09 detik.
Baca Juga: Halte Dibiarkan Terbengkalai Tak Berfungsi
“Secara astronomis posisi ini telah memenuhi kriteria imkanur rukyat,” ujar Muliardi saat melakukan pemantauan rukyatulhilal awal Zulhijah 1447 H di Pantai Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kemarin.
Ia menjelaskan, matahari terbenam pada pukul 18.13 WIB, sedangkan hilal terbenam pada pukul 18.44 WIB. Posisi hilal berada di sebelah utara atau di kanan matahari. Menurut Muliardi, pelaksanaan rukyatulhilal merupakan bagian dari ikhtiar ilmiah dan syari dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Zulhijah yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji dan Iduladha.
Pemantauan hilal tersebut turut dihadiri jajaran Kanwil Kemenag Riau, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Riau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Pengadilan Agama Bengkalis, Kemenag Bengkalis, kepala KUA, serta sejumlah undangan lainnya.(wan/ttg/das)
Laporan JOKO SUSILO dan JPG, Pekanbaru dan Jakarta
Editor : Arif Oktafian