Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

RS Awal Bros Pilihan Pasien Serangan Jantung Akut

Siti Azura • Kamis, 28 Mei 2026 | 12:07 WIB
Tim dokter spesialis jantung Awal Bros Cardiac and Vascular Center saat menangani pasien di ruang tindakan, baru-baru ini. Didukung teknologi terkini dan protokol klinis terstandar, Awal Bros Cardiac and Vascular Center telah melayani lebih dari 20.000 prosedur jantung selama satu dekade. (AWAL BROS UNTUK RIAU POS)
Tim dokter spesialis jantung Awal Bros Cardiac and Vascular Center saat menangani pasien di ruang tindakan, baru-baru ini. Didukung teknologi terkini dan protokol klinis terstandar, Awal Bros Cardiac and Vascular Center telah melayani lebih dari 20.000 prosedur jantung selama satu dekade. (AWAL BROS UNTUK RIAU POS)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - SELAMA lebih dari satu dekade, Awal Bros Cardiac & Vascular Center membangun kapasitas penanganan serangan jantung terlengkap di Sumatera. Ketika seseorang tiba di unit gawat darurat dengan serangan jantung akut, jarum jam bukan sekadar penanda waktu, ia menentukan berapa banyak otot jantung yang masih bisa diselamatkan. Setiap 30 menit keterlambatan membuka pembuluh darah yang tersumbat setara dengan kehilangan permanen jutaan sel jantung. 

‘’Setiap 30 menit keterlambatan dalam membuka arteri yang tersumbat meningkatkan risiko kematian secara signifikan dan mengurangi fungsi jantung yang bisa dipulihkan,’’ ujar Direktur RS Awal Bros Group, dr Widya Putri MARS, Rabu (27/5).

Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes, lebih dari 651.000 orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular setiap tahun. Di Riau dan Kepulauan Riau, dengan pola makan tinggi lemak, angka diabetes yang tinggi, dan aksesibilitas layanan kesehatan tersier yang terbatas, beban penyakit jantung terasa lebih berat. Selama bertahun-tahun, pilihan bagi warga yang membutuhkan tindakan jantung kompleks adalah menyeberang ke Singapura atau menempuh perjalanan panjang ke Jakarta.

Baca Juga: Iduladha, Pedagang Hewan Kurban Masih Jualan

Data yang dirilis Awal Bros Cardiac & Vascular Center untuk tahun 2025 menggambarkan realitas yang berbeda.

Dalam penanganan serangan jantung akut jenis STEMI, di mana pembuluh darah koroner tersumbat total, standar internasional menetapkan bahwa prosedur Primary PCI (pemasangan stent untuk membuka sumbatan pembuluh darah jantung) harus selesai dalam kurang dari 90 menit sejak pasien melewati pintu UGD. Ini yang disebut door-to-balloon time.

Sepanjang 2025, Awal Bros Cardiac & Vascular Center mencatat capaian lebih dari 80 persen tindakan Primary PCI diselesaikan di bawah batas 90 menit, Dengan angka keberhasilan pemasangan stent jantung 93,5 persen. Dari 1.744 pasien STEMI yang ditangani pada 2024-2025, 1.631 di antaranya berhasil dipulangkan dalam kondisi hidup, dengan lebih dari 91,5 persen menyelesaikan masa rawat inap kurang dari lima hari.

Baca Juga: Bapenda Razia Pajak Kendaraan

Kecepatan penanganan dan lama rawat adalah dua indikator penilaian PERSI untuk kualitas layanan jantung RS yang keduanya berhasil dipenuhi RS Awal Bros Group. Bukan sekadar angka administrative-keduanya berkorelasi langsung dengan pemulihan fungsi jantung dan risiko komplikasi jangka panjang.

Salah satu layanan yang paling jarang diperbincangkan publik namun paling berdampak secara klinis adalah penanganan kelainan jantung bawaan pada anak-anak, khususnya lubang di sekat jantung (ASD, Atrial Septal Defect) dan saluran pembuluh yang tidak menutup sempurna setelah lahir (PDA, Patent Ductus Arteriosus).

Selama bertahun-tahun, penanganan ini kerap mensyaratkan operasi besar dengan risiko tinggi. Prosedur penutupan transcatheter, menutup lubang menggunakan kateter tanpa membuka dada, mengubah itu. Untuk kelainan jantung bawaan pada anak-anak, Awal Bros Cardiac & Vascular Center mencatat angka keberhasilan yang melampaui standar global.

Hasil serupa tercatat pada penanganan Patent Ductus Arteriosus (PDA), yaitu kondisi di mana saluran pembuluh darah yang seharusnya menutup setelah bayi lahir gagal menutup sempurna. Prosedur transcatheter untuk PDA di Awal Bros mencapai tingkat keberhasilan 99,2 persen, melampaui benchmark global sebesar 96,1 persen yang dilaporkan Amelia et al. dalam studi The Outcomes of Transcatheter Closure in Patients with Patent Ductus Arteriosus (2021). Kedua angka ini menginformasikan bahwa standar penanganan jantung bawaan anak di RS Awal Bros Group dapat menjadi pilihan masyarakat.

Seluruh capaian ini dikerjakan dari Pekanbaru dan Batam, bukan dari Jakarta, bukan dari luar negeri. Bagi jutaan warga Riau dan Kepulauan Riau yang selama ini merasa bahwa penyakit jantung kompleks selalu mensyaratkan perjalanan jauh, angka-angka ini mungkin layak dibaca ulang.(hen)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#Vascular Center #rs awal bros #kesehatan jantung