Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kerja Sama BPDP-Ditjenbun-BPI Hadirkan Manfaat

Arif Oktafian • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:34 WIB
Para peserta yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi foto bersama saat mengikuti pelatihan TBKS kerja sama BPDP-BPI Angkatan I-VI di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, Selasa (9/6/2026). (Best Planter Indonesia untuk riau pos)
Para peserta yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi foto bersama saat mengikuti pelatihan TBKS kerja sama BPDP-BPI Angkatan I-VI di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, Selasa (9/6/2026). (Best Planter Indonesia untuk riau pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Best Planter Indonesia (BPI) di tahun 2026 ini kembali menyelenggarakan pelatihan budidaya kelapa sawit di Kota Pekanbaru, Riau. Kali ini BPI bekerjasama dengan BPDP, Ditjenbun, Disbun Provinsi Riau dan Disbunnak Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Sebanyak 185 peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi. Mereka terbagi menjadi 6 kelas paralel. Kegiatan berlangsung di Hotel Furaya pada 8-13 Juni 2026.

Kegiatan pelatihan Gelombang I ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Kuantan Singingi, Andri Yama Putra SHut MSi, Selasa (9/6) di Ballroom Lancang Kuning, Hotel Furaya, Kota Pekanbaru. 

Dalam sambutannya, Kadisbunnak menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung dan memfasilitasi program SDM Perkebunan. Ia berpesan kepada semua peserta agar meniatkan ikut pelatihan sebagai ibadah untuk meningkatkan perekonomian keluarga khususnya, perekonomian Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau dan Negara Republik Indonesia pada umumnya.

Baca Juga: RS Awal Bros Panam Terima BPJS Kesehatan untuk Tindakan Cathlab

Dalam acara pembukaan pelatihan turut hadir M Apuk Ismane SP MSi dari Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian yang juga berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi. Apuk menyampaikan bahwa perkebunan sawit di Indonesia menjadi industri strategis nasional. Para pekebun diminta agar senantiasa meningkatkan produktivitas hasil produksi sa­witnya, menjaga keberlangsungan sektor perkebunan sawit, dan meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun. 

”Dengan ikut pelatihan budidaya kelapa sawit, diharapkan kemampuan peserta dalam mengelola kebun sawitnya akan me­ningkat,” harapnya.

Sementara, Rayan Pribadi mewakili Kepala Dinas Pekebunan (Disbun) Provinsi Riau menyampaikan bahwa Disbun Provinsi Riau mendukung kegiatan pelatihan SDM Perkebunan. Provinsi Riau khususnya Disbunnak Kuansing yang menjadi percontohan skala nasional untuk program Pamigo (Pabrik Minyak Goreng). Ia berpesan kepada peserta bahwa kesempatan ikut sebagai peserta pelatihan wajib disyukuri dan berterima kasih kepada para pihak yang sudah memfasilitasinya. 

Baca Juga: Dua Siswa MAN 1 Pekanbaru Perkuat Tim Indonesia di Olimpiade Internasional

”Dapatkan ilmu sebanyak-banyaknya untuk dibagikan ke petani yang belum berkesempatan ikut pelatihan,” ujarnya.

Direktur Best Planter Indonesia (BPI), Ir Heri Dwi Basuki MM dalam sambutannya menyampaikan dua faktor penting dalam berkebun sawit, yaitu pupuk dan bibit. ”Gunakan pupuk yang ramah lingkungan dan gunakan bibit yang bersertifikat, karena berkebun sawit ini untuk jangka panjang sampai 25 tahun ke depan. Jangan beli pupuk dan bibit asal murah, tapi belilah pupuk dan bibit yang berkualitas, sehingga hasil panennya juga berkualitas. Beliau juga berpesan, selamat belajar, semoga mendapat banyak manfaat dari pelatihan Budidaya ini,” katanya.

Dengan mengikuti pelatihan pengembangan SDM Perkebunan modul Budidaya Kelapa Sawit ini, peserta mendapatkan banyak informasi, pengetahuan dan pengalaman baru untuk meng-upgrade kemampuannya dalam mengelola kebun sawit, demi produktivitas yang lebih baik lagi ke depannya.(ifr)

 

Editor : Arif Oktafian
#budidaya kelapa sawit #BPDP #bpi #pelatihan sawit #ditjenbun