PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota Pekanbaru bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa secara serentak di 15 kecamatan, Rabu (26/8/2026), sebagai ikhtiar menghadapi kondisi kemarau dan kualitas udara yang semakin memburuk akibat kabut asap.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa bersama masyarakat di Masjid Al Kausar, Kecamatan Marpoyan Damai. Salat tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB dan diikuti masyarakat di seluruh kecamatan, termasuk di masjid-masjid paripurna yang tersebar di Kota Pekanbaru. Hadir menjadi Khatib Ustadz Syaifullah dan Imam Rahman Arif Al Hafiz.
Agung mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru di tengah kondisi kualitas udara yang sudah masuk kategori sangat tidak sehat.
Baca Juga: Polresta Bagikan 1.700 Masker
Ia menyebut, keputusan menggelar Salat Istisqa diambil setelah pemerintah melihat perkembangan kualitas udara berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Perkembangan demi perkembangan Kota Pekanbaru, asap atau udara di Kota Pekanbaru sudah dikatakan sangat tidak sehat tadi malam. Karena kita melihat hasil survei dari ISPU, termasuk juga dari BMKG, maka kita memutuskan beberapa langkah," kata Agung.
Selain menggelar Salat Istisqa, Pemko Pekanbaru sebelumnya juga memutuskan memperpanjang kebijakan pembelajaran dari rumah atau daring bagi anak-anak sebagai upaya melindungi mereka dari paparan udara yang buruk.
Baca Juga: Jalan Kaharuddin Nasution Bakal Diperlebar
Menurut Agung, pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan secara serentak sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat Pekanbaru untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik.
"Alhamdulillah pagi ini tepat jam 09.00 pagi di 15 kecamatan semuanya, termasuk juga di masjid-masjid paripurna yang ada di Kota Pekanbaru, semua melaksanakan Salat Istisqa, yaitu meminta hujan," ujarnya.
Harapan tersebut, kata Agung, mulai mendapat tanda ketika hujan turun di sejumlah wilayah Pekanbaru setelah pelaksanaan Salat Istisqa. Meski hujan yang turun masih berupa rintik-rintik, kondisi tersebut disambut sebagai kabar baik di tengah kabut asap yang masih menyelimuti kota.
"Alhamdulillah Allah sepertinya menjawab apa yang diharapkan oleh masyarakat Kota Pekanbaru. Cuaca tadi sempat hujan walaupun masih rintik-rintik, tapi tentu ini memberikan kabar yang senang bagi kita semua," katanya.
Agung berharap hujan yang telah turun maupun yang diharapkan kembali turun dalam beberapa waktu ke depan dapat membantu menekan titik api dan memperbaiki kualitas udara di Pekanbaru.
Baca Juga: DPRD Pekanbaru Dorong Lahan Tidur Jadi Produktif
"Semoga hujan yang akan turun ini, dan bahkan yang sudah turun ini, dapat menstabilkan dan membalikkan udara kembali bersih di Kota Pekanbaru," harapnya.
Namun, menurut Agung, doa yang dipanjatkan dalam Salat Istisqa tidak hanya ditujukan agar hujan turun dan udara Pekanbaru kembali bersih. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan seluruh petugas yang saat ini masih berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
"Ini turunnya hujan, tapi juga kita mendoakan agar diberikan keselamatan kepada seluruh petugas dan masyarakat dan seluruh elemen yang tentu sedang berjibaku memadamkan api," katanya.
Agung mengatakan, perjuangan menghadapi karhutla tidak hanya berlangsung di Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau. Kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sehingga para petugas harus bekerja keras untuk melakukan pemadaman.
Baca Juga: PSMTI Riau Gelar Donor Darah dan Pembagian Masker
"Tidak hanya di Kota Pekanbaru, tidak hanya di Provinsi Riau, tapi di seluruh Indonesia yang saat ini sedang mengalami kebakaran dan sedang memadamkan api," ujarnya.
Ia menyebut para petugas di lapangan menghadapi kondisi yang tidak mudah karena harus bekerja di tengah panas, asap dan lokasi kebakaran. Karena itu, doa masyarakat juga diharapkan menjadi dukungan moral agar seluruh petugas diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas.
Di sisi lain, Agung kembali mengimbau masyarakat Pekanbaru untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada dalam kondisi berbahaya.
"Kita juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Pekanbaru, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan sudah harus menggunakan masker sampai nanti ada pengumuman pemerintah yang memang kondisinya saat ini memang kondisi ISPU dan BMKG yang menyatakan berbahaya," tegasnya.
Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk berada di luar rumah. Penggunaan masker juga diminta menjadi perhatian masyarakat ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Pemko Pekanbaru juga melakukan penyesuaian terhadap aktivitas masyarakat di malam hari. Agung mengatakan pemerintah akan mulai mengurangi jam operasional sejumlah kafe, terutama tempat usaha yang masih menyediakan aktivitas outdoor hingga tengah malam.
Baca Juga: Sempat Gerimis, Udara Kuansing Masih Tidak Sehat, Sekolah Belum Diliburkan
"Kita juga akan mengurangi dari tempat-tempat jam operasional kafe yang tentu ketika malam memang cuaca ini asapnya semakin tinggi," ungkapnya.
Menurut dia, kebijakan tersebut akan diarahkan terutama kepada kafe yang masih beroperasi hingga larut malam dengan aktivitas di ruang terbuka. "Ini kita akan mulai mengurangi untuk kafe-kafe yang buka di tengah malam terkait memang yang masih terbuka outdoor seperti itu," katanya.
Langkah tersebut dilakukan karena kondisi kabut asap pada malam hingga dini hari dinilai dapat semakin memburuk sehingga pemerintah perlu mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap udara yang tidak sehat.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan peningkatan status penanganan bencana dari status siaga darurat, Agung mengatakan keputusan mengenai hal tersebut akan dibahas dan diputuskan pada Rabu siang.
"Siang ini diputuskan. Nanti mudah-mudahan kita kalau melihat situasi memang sudah harus sepertinya kita tingkatkan statusnya," ujarnya.
Agung menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan pemerintah saat ini merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara sekaligus mempercepat penanganan karhutla.
Ia berharap hujan yang turun dapat menjadi momentum untuk membantu proses pemadaman kebakaran, menekan asap dan secara bertahap mengembalikan kualitas udara Pekanbaru ke kondisi yang lebih baik.
Pelaksanaan Salat Istisqa di 15 kecamatan pun diharapkan menjadi momentum kebersamaan masyarakat untuk menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah tetap menjalankan berbagai upaya penanganan di lapangan, sementara masyarakat diajak menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker serta bersama-sama berdoa agar kondisi segera membaik.
Agung juga mengajak masyarakat terus menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan kebakaran atau kondisi kedaruratan, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani oleh petugas.
"Semoga hujan yang turun membawa rahmat, api segera padam, udara Kota Pekanbaru kembali bersih dan seluruh petugas yang sedang berjuang di lapangan diberikan kesehatan serta keselamatan," pungkas Agung.(ali)
Editor : Edwar Yaman