Minta Hujan Turun, Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Salat Istisqa

Joko Susilo • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:42 WIB
Pemko Pekanbaru kembali menggelar Salat Istisqa di Masjid Agung Al Firdaus, Komplek Perkantoran Tenayan Raya. (Istimewa)
Pemko Pekanbaru kembali menggelar Salat Istisqa di Masjid Agung Al Firdaus, Komplek Perkantoran Tenayan Raya. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menempuh ikhtiar menghadapi kabut asap dengan menggelar Salat Istisqa, Selasa (8/9/2026). Salat meminta hujan ini digelar di Masjid Agung Al Firdaus, Komplek Perkantoran Tenayan Raya, di tengah kondisi udara Pekanbaru yang masih terdampak asap kiriman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa tersebut merupakan perintah dan arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Agung saat ini tengah menjalankan tugas dinas di Jakarta. Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar juga sedang menjalankan tugas dinas di Medan.

“Ini perintah dan arahan Pak Wali Kota. Beliau sedang tugas dinas ke Jakarta, dan Pak Wakil Wali Kota juga sedang tugas dinas antarkota,” ujar Zulhelmi.

 Baca Juga: Naik, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.994 per Kg

Menurut Zulhelmi, Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun. Hujan diharapkan dapat membantu membersihkan udara sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat.

Ia menjelaskan, kondisi kebakaran lahan di Kota Pekanbaru saat ini relatif terkendali. Berdasarkan pemantauan, tidak ditemukan titik api di wilayah Kota Pekanbaru.

Namun, kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat disebut berasal dari wilayah lain di Sumatera. Asap tersebut kemudian terbawa angin hingga masuk ke wilayah Pekanbaru.

 Baca Juga: Polres Kuansing Periksa Enam Orang Saksi dalam Kasus Bentrokan di Muara Langsat

“Api di Pekanbaru tidak ada, asap juga tidak ada. Tapi asap yang datang dari arah selatan Sumatera mengarah ke utara karena angin, sehingga sampai ke Pekanbaru,” katanya.

Zulhelmi menyebut, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masih terdapat sejumlah titik api di Provinsi Riau. Keberadaan titik api tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara di Pekanbaru apabila asap terbawa arah angin menuju kota.

“Informasi BMKG ada 156 titik api di Riau, tetapi tidak ada di Pekanbaru. Namun arah anginnya mengarah ke Pekanbaru,” jelasnya.

Meski terdapat prakiraan potensi hujan, Pemko Pekanbaru tetap mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

 Baca Juga: Tiga Kali Reschedule, Astrid Terpaksa Tempuh Rute Memutar ke Jakarta

Salat Istisqa ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kabut asap yang terjadi. Selain melalui doa, pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kebakaran lahan dan kualitas udara di wilayah Pekanbaru.

“Walaupun diprediksi ada hujan, kita tetap bermohon kepada Allah agar menurunkan hujan,” pungkasnya.(ilo)

Editor : Edwar Yaman
pemko pekanbaru Zulhelmi arifin salat istisqa