PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepolisian Daerah (Polda) Riau melakukan kunjungan silaturahmi ke Riau Pos, Rabu (9/9). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan media, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Rombongan Polda Riau dipimpin Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi SIK. Turut hadir Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi A Samosir SE MSi, serta personel Bidhumas Polda Riau Aiptu Yudi Darmawan, Aipda Soni Eriko Putra dan Aipda Jimmi Yuliadi SH.
Kedatangan rombongan disambut Direktur Riau Pos Asmawi Ibrahim, Manajer Pemasaran Abdul Kadir Bey dan Koordinator Liputan Riau Pos Ali Nurman.
Baca Juga: Pemko Kembali Gelar Salat Istiska
Dalam pertemuan tersebut, Akmadi menyampaikan pentingnya membangun sinergi dengan media. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas.
“Hari ini saya bersilaturahmi dengan Riau Pos. Kita harus berkolaborasi dengan media, terutama dalam informasi,” ujar Akmadi.
Silaturahmi tersebut juga diisi dengan pembahasan sejumlah isu aktual di Riau, salah satunya terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Asmawi Ibrahim menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Polda Riau ke Riau Pos. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dan media dapat terus terjalin dengan baik.
Baca Juga: Bersama Forkopimda, Pemprov Riau Optimalisasi Pajak dan Hak Daerah
Dalam kesempatan itu, Asmawi juga menanyakan mengenai penyebab karhutla di Riau, apakah seluruhnya disebabkan faktor kesengajaan atau terdapat faktor alam.
Menanggapi hal tersebut, Akmadi menjelaskan bahwa karhutla yang terjadi di Riau disebabkan oleh berbagai faktor. Ada kebakaran yang terjadi akibat faktor alam, namun terdapat pula kasus yang diduga sengaja dilakukan.
Ia mencontohkan kebakaran di kawasan Kerumutan yang dapat meluas hingga ribuan hektare. Menurutnya, terhadap kebakaran yang ditemukan adanya unsur kesengajaan, kepolisian melakukan proses hukum.
Baca Juga: Jalan Beringin Jadi Bukti Pembangunan Gapai Pinggiran Pekanbaru
“Dari ribuan hektare lahan yang terbakar di Riau, sekitar 3.000 hektare yang kita proses,” jelasnya.
Terkait kemungkinan keterlibatan perusahaan dalam kasus karhutla, Akmadi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendeteksi adanya pelaku dari perusahaan dalam kasus yang sedang ditangani.
Ia menjelaskan, penyidik tetap melakukan pendalaman terhadap setiap kasus untuk memastikan penyebab kebakaran. Menurutnya, lahan yang terbakar akibat dibakar dengan lahan yang terbakar karena faktor lain memiliki karakteristik atau bekas yang dapat menjadi petunjuk bagi penyidik.
“Kita proses kalau memang ada unsur kesengajaan. Kalau dibakar pasti meninggalkan bekas,” katanya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi ruang bertukar informasi antara Polda Riau dan Riau Pos. Kedua pihak berharap komunikasi serta kolaborasi dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Baca Juga: UHTP Sambut 983 Mahasiswa Baru pada PKKMB
Sebelum meninggalkan kantor Riau Pos, jajaran Polda Riau juga menyerahkan bibit tanaman lengkeng kepada pihak Riau Pos. Bibit tersebut diterima Direktur Riau Pos Asmawi Ibrahim.(lim)
Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian