PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM memperkuat langkah perlindungan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang masih memburuk akibat kabut asap. Sebanyak 21 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru diaktifkan sebagai posko layanan kesehatan untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghadapi dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di sekitar
Pekanbaru. Meski tidak ditemukan titik api di dalam wilayah Kota Pekanbaru, asap dari daerah lain masih terbawa angin dan menyebabkan kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut belum sepenuhnya membaik.
Wako Agung Nugroho mengatakan, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru telah mengaktifkan seluruh puskesmas untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kondisi udara. “Dinas kesehatan sudah mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,” kata Agung, Rabu (9/9).
Baca Juga: Jarak Pandang Hanya 3 hingga 4 Km Kabut Asap Makin Pekat
Agung memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut dalam kondisi siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Dengan diaktifkannya 21 puskesmas, Pemko Pekanbaru ingin memastikan masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang mudah apabila mulai merasakan dampak dari buruknya kualitas udara.
Warga yang mengalami keluhan, terutama gangguan pada saluran pernapasan, diminta tidak menunda untuk mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. Keberadaan puskesmas tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah apabila paparan asap menyebabkan peningkatan keluhan kesehatan masyarakat.
Pemko tidak hanya melakukan langkah pencegahan di lapangan, tetapi juga menyiapkan layanan kesehatan apabila warga mulai mengalami dampak dari kondisi udara.
Kondisi kualitas udara yang kurang baik mulai dirasakan masyarakat. Selain keluhan terkait gangguan pernapasan, sejumlah warga juga merasakan mata perih ketika beraktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut terjadi meski tidak terdapat titik api di wilayah Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Tetap Pakai Masker dan Hindari Bakar Sampah, Kualitas Udara Masih Buruk
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST MArch menyebut kondisi udara dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan dari wilayah lain yang terbawa angin menuju Pekanbaru.
Kota Bertuah menjadi salah satu daerah yang terdampak kabut asap karena menerima asap dari sejumlah daerah di sekitar kota. “Kota Pekanbaru satu daerah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran lahan, asap ini berasal dari daerah di sekitar kita,” terangnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat kualitas udara belum membaik adalah kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Selain asap dari daerah sekitar, Pekanbaru juga menerima asap kiriman dari wilayah lain di Pulau Sumatera. “Jadi itu kota terdampak, karena ada juga asap kiriman dari provinsi lain seperti Jambi dan Palembang,” ulasnya.
Markarius menyebutkan kondisi cuaca panas yang masih terjadi turut meningkatkan kewaspadaan pemerintah. Pekanbaru berada dalam posisi sebagai daerah yang menerima dampak dari kebakaran lahan di wilayah lain. “Kita menjadi satu kota yang menerima akibat kebakaran lahan, maka kita sampai saat ini masih waspada,” ujarnya.
Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, Pemko Pekanbaru juga telah memastikan ketersediaan obat-obatan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara.
“Kami telah memastikan ketersediaan obat-obatan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara. Kalau ada keluhan kesehatan, silakan datang ke puskesmas. Kalau memang harus dilanjutkan untuk dirujuk, Rumah Sakit Daerah Madani juga sudah disiapkan,” ungkap Zulhelmi.
Baca Juga: Momentum Perkuat Kolaborasi Polda Riau Silaturahmi ke Riau Pos
Ami, begitu Sekdako Pekanbaru ini karib disapa melanjutkan, langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap masyarakat. Pemko mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
“Kami mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Sebaiknya dihindari karena situasi asap ini. Kalau memang harus keluar rumah, kami sarankan menggunakan masker,” kata dia.
Pemko juga telah membagikan masker, Senin (7/9) lalu di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pembagian dilakukan di kawasan pasar, lokasi padat penduduk, pusat kegiatan warga hingga sejumlah persimpangan jalan yang memiliki arus lalu lintas cukup padat.
Pembagian masker tersebut menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik. Pemko menyadari aktivitas ekonomi masyarakat tidak mungkin dihentikan begitu saja, sehingga perlindungan terhadap warga dilakukan dengan mendorong penggunaan masker.
Usai pembagian masker di Pasar Cik Puan, Sekdako Pekanbaru mengatakan pembagian masker merupakan tindak lanjut dari rapat yang dipimpin langsung Wako Agung. “Kami membagikan masker di pasar dan di lokasi masyarakat beraktivitas,” ujarnya.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Raih Penghargaan Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026
Menurut Zulhelmi, sektor perekonomian tetap harus berjalan. Karena itu, pemerintah tidak mengambil langkah dengan membatasi seluruh aktivitas masyarakat, melainkan memberikan perlindungan agar warga tetap dapat beraktivitas dengan risiko paparan asap yang lebih rendah.
“Kalau untuk sektor perekonomian memang tidak mungkin kami batasi. Makanya, kami memberikan masker kepada masyarakat sesuai arahan wali kota agar tidak banyak yang sakit,” ucap Ami, panggilan akrabnya.
Selain penguatan penanganan karhutla, Pemko Pekanbaru sebelumnya juga telah melakukan ikhtiar untuk membantu memperbaiki kondisi udara melalui pelaksanaan Salat Istiska. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk doa dan ikhtiar agar hujan segera turun sehingga kabut asap dapat berkurang dan kualitas udara kembali membaik. “Kami berharap kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Kami berdoa semoga situasi udara di Pekanbaru segera membaik,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla melalui koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut mengacu pada Instruksi Wali Kota Pekanbaru tentang Peningkatan Kesiapsiagaan, Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla.
Baca Juga: Datangi Kejari Pekanbaru, Komjak RI Cek Tindaklanjut Aduan Masyarakat
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru Martin Manoluk mengatakan penguatan koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat daerah dan unsur kewilayahan bergerak secara terpadu.
Koordinasi tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekdako Zulhelmi Arifin di aula Mal Pelayanan Publik (MPP) DPM-PTSP Pekanbaru akhir pekan lalu. Menurut Martin, seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan dan unsur terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi maupun dampak karhutla di Pekanbaru.(ali)
Berdasarkan Instruksi Wali Kota Pekanbaru Nomor P.500.8.5.4/Setda-Tapem/6/2026 tentang Peningkatan Kesiapsiagaan, Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla, pemerintah daerah diminta melakukan pemetaan wilayah rawan, memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, serta memperkuat pemantauan terhadap titik panas, titik api, kondisi cuaca dan laporan masyarakat.
“BPBD Kota Pekanbaru menjadi salah satu unsur utama dalam pelaksanaan koordinasi tersebut dengan mengoptimalkan Posko Pekanbaru Siaga Karhutla sebagai pusat kendali, koordinasi, informasi dan pelaporan,” ujar Martin.
Baca Juga: PBM di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Terbatas, Siswa Wajib Pakai Masker
BPBD juga diminta terus memutakhirkan peta wilayah rawan Karhutla hingga tingkat kelurahan. Selain itu, patroli dan penanganan di lapangan dikoordinasikan bersama unsur terkait untuk mengantisipasi munculnya kebakaran baru.
Di tingkat kecamatan dan kelurahan, camat dan lurah diinstruksikan mengaktifkan posko siaga serta meningkatkan pemantauan di wilayah yang dinilai rawan. Mereka juga diminta menerima dan memverifikasi laporan masyarakat serta melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Setiap kejadian yang ditemukan di lapangan harus segera dilaporkan kepada BPBD agar dapat ditindaklanjuti secara cepat. Pemko Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah karhutla.
Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Hari Ini Masih Tidak Sehat
Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Apabila terjadi kebakaran lahan maupun menemukan titik api, asap, atau aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan, masyarakat kita minta segera melaporkannya ke call center 112,” tutur Martin.(ali)
Editor : Arif Oktafian