PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Tinggi permukaan air Sungai Kampar kembali mengalami peningkatan, Ahad (1/12). Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, level ketinggian air Sungai Kampar mengalami peningkatan atau naik sebesar 17 sentimeter. Kini mencapai 2,7 meter di atas ketinggian normal dari sebelumnya 2,53 meter.
Peningkatan debit air sungai disebabkan semakin tingginya intensitas hujan yang turun mengguyur sejumlah wilayah di Negeri Seiya Sekata ini. Kondisi itu juga telah menyebabkan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, kembali meluas.
Sebelumnya banjir telah menggenangi badan jalan dan pekarangan rumah warga di Dusun Muara Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam. Serta dua desa di Kecamatan Pangkalankerinci, yakni Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan. Namun pada Ahad (1/12), banjir juga mulai dirasakan masyarakat di Kecamatan Bandar Seikijang. Pasalnya, genangan air telah merendam badan Jalan Pemda yang menghubungkan Desa Lubuk Ogung menuju Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam.
Meski demikian, sejauh ini genangan air yang merendam jalan penghubung dua kecamatan tersebut belum menghambat aktivitas warga setempat. Jalan masih dapat dilintasi warga menggunakan sepeda motor maupun mobil.
‘’Ya, banjir mulai merendam badan jalan di Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Seikijang menuju Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam. Tapi, sejauh ini genangan air dengan ketinggian air yang diperkirakan 5 sampai 15 sentimeter di atas jalan aspal, masih bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat.
‘’Berdasarkan laporan pihak Kecamatan Bandar Seikijang, sejauh ini tidak ada warga yang menjadi korban terdampak banjir. Banjir belum menggenagi pemukiman warga dan fasilitas umum lainnya. Banjir hanya menggenangi badan jalan. Sebab lokasi banjir berada di sekitar perkebunan kelapa sawit warga. Untuk itu, kita imbau masyarakat berhati-hati saat melintas di jalan terendam banjir,’’ terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Zulfan SPi MSi kepada Riau Pos, Ahad (1/12) di Pangkalankerinci.
Diungkapkan Zulfan bahwa, selain menggenangi badan Jalan Lubuk Ogung, banjir yang merendam badan jalan dan pekarangan rumah warga di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam hingga saat ini tetap bertahan. Tinggi permukaan air antara 10 hingga 30 sentimeter. Di dusun ini setidaknya ada 70 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban terdampak banjir.
‘’Begitu juga dengan kondisi banjir yang merendam badan jalan dan pekarangan rumah warga di Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalankerinci, masih bertahan dengan tinggi permukaan air antara 20-40 sentimeter.
“Di dua desa ini setidaknya ada 275 KK korban terdampak banjir,” ujar mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini.
Untuk itu, sambung mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini, pihaknya meminta agar seluruh masyarakat khususnya di daerah bantaran sungai, tetap waspada terhadap bahaya banjir. Apalagi curah hujan masih cukup tinggi hingga akhir Desember 2024. Sehingga diprediksi potensi bencana banjir masih akan terus meningkat hingga musim hujan berkakhir dan berganti masuk ke musim kemarau.
‘’Kita dari BPBD Pelalawan bersama tim Upika kecamatan akan terus melakukan pemantauan perkembangan debit air, khususnya Sungai Kampar. Sehingga dapat cepat melakukan penanggulangan jika kondisi banjir kian mengkhawatirkan,” tutupnya.(amn)
Editor : Rindra Yasin