PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pencarian terhadap korban kecelakaan sebuah truk yang mengangkut 32 penumpang dan terjun ke Sungai Segati di Pelalawan, masih terus dilakukan.
Hari ini, Ahad (23/2/2025), Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal memimpin langsung proses evakuasi dan pencarian korban yang masih belum ditemukan.
Di lokasi, Irjen Iqbal yang didampingi Dirlantas Kombes Pol Taufiq Lukman, Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri serta sejumlah pejabat Polda Riau lainnya, tampak langsung memberi pengarahan kepada personel gabungan.
"Kerahkan seluruh sumber daya, maksimalkan pencarian, utamakan keselamatan korban," tegas Irjen Iqbal di lokasi, Ahad (23/2/2025).
Adapun kronologis kejadian, diceritakan Irjen Iqbal berawal dari sebuah truk jenis colt diesel yang dikendarai Maranata Zendatu membawa sebayak 31 orang penumpang.
"Penumpang terdiri dari 19 dewasa dan 12 anak-anak bergerak dari arah timur ke arah barat dengan melintasi Jalan Poros PT NWR Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan," terangnya.
Pada saat sampai di TKP kecelakaan dengan kondisi jalan dikeraskan (tanah dan batu), mobil truk bergerak melebar ke kanan jalan dan mengakibatkan truk masuk ke dalam sungai yang akan dilewatinya.
Sehingga mengakibatkan pengemudi dan penumpang sebanyak 31 orang masuk ke dalam sungai. Namun sebanyak 17 orang dapat diselamatkan dan saat ini masih berobat di klinik PT NWR.
"Total sudah 6 korban meninggal dunia ditemukan. Sedangkan 9 orang penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang saat ini masih dalam evakuasi dari dalam sungai," paparnya.
Adapun analisis pihak kepolisian, dikatakan Iqbal, diduga kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian dari pengemudi truk bernama Maranata Zendatu.
Karena pada saat mengemudikan, dia tidak memperhatikan kondisi jalan serta jembatan yang dilewatinya.
"Sehingga menyebabkan kecelakaan tunggal, truk masuk kedalam sungai. Sudah saya perintahkan cari korban dengan segala sumber daya yang ada. Serta utamakan keselamatan para korban," tegas Irjen Iqbal.
Laporan Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal