Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bersedia Direlokasi, 8 KK di TNTN Mengaku Diintimidasi

M Amin Amran • Rabu, 24 September 2025 | 11:47 WIB

Peta kawasan TNTN. Warna hijau menunjukkan 12.561 hektare hutan alam yang tersisa atau 15,36 persen dari total luasnya yang mencapai 81.793 hektare.
Peta kawasan TNTN. Warna hijau menunjukkan 12.561 hektare hutan alam yang tersisa atau 15,36 persen dari total luasnya yang mencapai 81.793 hektare.


PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Sejumlah warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Dusun Lima Bukit Makmur, Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan yang bersedia direlokasi mendapat intimidasi.

Merasa telah terancam atas ulah sekelompok massa yang mengatasnamakan aliasi, akhirnya warga tersebut mendatangi Mapolres Pelalawan untuk membuat laporan atas peristiwa tersebut, Selasa (23/9). 

Salah seorang perwakilan warga Hendra Gultom (46) yang telah resmi melapor ke polisi mengaku akhir-akhir ini sering mendapat intimidasi dan dicap sebagai penghianat oleh sesama warga yang menolak relokasi dari kawasan TNTN.

“Bukan saja saya bersama keluarganya yang mendapat intimidasi, tapi ada tujuh kepala keluarga lainnya yang kerap mendapat teror tekanan setelah bersedia direlokasi,” terang Hendra. 

Diungkapkan Hendra, dirinya bersama warga lainnya tidak terlalu percaya dengan sosialisasi yang dilakukan perangkat desa dan tokoh masyarakat tersebut. Setelah berkonsultasi langsung ke Posko Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, pihaknya bersedia untuk direlokasi pemerintah.

Sayangnya tidak semua niat baik akan disambut dengan baik. Saat warga yang sama-sama berdomisili di dalam kawasan TNTN melihat foto mereka berada di Posko Satgas PKH, kelompok kecil itu langsung dicap sebagai penghianat dan diancam akan diusir dari rumah mereka sendiri.

“Awalnya kami hanya ingin meyakinkan diri atas sosialisasi aparat desa, namun setelah mendengar penjelasan dari Tim Satgas PKH, baru kami yakin dan bersedia untuk direlokasi, mulai dari situ berbagai intimidasi datang,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Irfansyah (44) yang ikut melapor ke Polres Pelalawan mengaku, intimidasi tidak hanya terhadap mereka sebagai kepala keluarga, namun juga dirasakan oleh anak dan istri dalam kehidupan sehari-hari.

Dikatakan korban, intimidasi itu disebutkannya berasal dari orang-orang tidak mau direlokasi dan ingin membatalkan niat pemerintah. “Untuk saat ini, kami sudah memiliki beberapa bukti intimidasi dan pengancam untuk membunuh kami melalui media sosial Facebook. Orang-orang ini tergabung dalam aliansi yang menolak untuk relokasi,” ucapnya usai melaporkan sejumlah nama ke Polres Pelalawan.

Irfansyah mengaku mereka melaporkan pelaku pengancaman ke Polres Pelalawan karena terpaksa. Hal ini disebabkan mereka merasa sudah tidak aman lagi berada di lingkungan tersebut. Untuk itu, dia berharap agar pemerintah dapat segera merealisasikan janji relokasi terhadap mereka, serta memberikan perlindungan kepada mereka dari ancaman dan tekanan yang diterima.

“Dengan adanya laporan ini, kami berharap tidak ada lagi intimidasi terhadap keluarga kami, sampai janji pemerintah untuk merelokasi kami terlaksana dan pelaku segera ditangkap,” harap Irfansyah.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes Siahaan membenarkan adanya laporan intimidasi terhadap sejumlah warga TNTN tersebut. “Ya, laporannya telah diterima dan kini kasusnya sedang dalam proses lebih lanjut,” tuturnya kepada Riau Pos, Selasa (23/9).(das) 

Laporan MUHAMMAD AMIN AMRAN, Pangkalankerinci

Editor : Arif Oktafian
#tntn #relokasi #Satgas PKH #intimidasi