Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Elevasi Air Sungai Kampar Turun 6 Cm, Banjir di Dusun Muara Sako Nyaris Kering Total

M Amin Amran • Rabu, 21 Januari 2026 | 23:10 WIB
Kondisi volume air atau debit air di  Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam menyusut dratis sehingga kondisi air sudah kembali normal, Rabu (21/01/2026).
Kondisi volume air atau debit air di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam menyusut dratis sehingga kondisi air sudah kembali normal, Rabu (21/01/2026).

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Indikator level ketinggian permukaan air aliran sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, terus menunjukkan grafik yang menggembirakan. Pasalnya, sejak empat hari terakhir, elevasi air sungai Kampar terus mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Bahkan pada Rabu (21/1/2026) hari ini, berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, ketinggian debit level air Sungai Kampar saat ini terpantau berada di angka 2,33 meter.

Atau elevasi air kembali mengalami penurunan atau surut sekitar 6 centimeter (cm) dari sehari sebelumnya setinggi 2,39 meter pada Selasa (20/1/2026) kemarin.

"Ya, ketinggian debit sungai Kampar terus turun. Dimana pada Rabu (21/1/2026) kemarin, evelavasi air sungai Kampar kembali turun 6 cm," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Rabu (21/1/2026) di Pangkalan Kerinci.

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, dengan adanya penyurutan tersebut tentunya memberikan dampak positif bagi masyarakat di Negeri Amanah ini.

Pasalnya, tidak hanya membuat genangan air yang merendam pemukiman warga terus menurun, bahkan sejumlah badan jalan juga telah dapat dilintasi kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua.

Seperti kondisi banjir yang mulai menyusut bahkan nyaris kering total di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam.

Dimana tinggi permukaan air yang sebelumnya mencapai 3 cm, saat ini hanya tinggal 2 cm. Alhasil, aktivitas warga setempat telah mulai berangsur normal.

Kondisi banjir yang menggenangi areal Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, tepatnya di bagian halaman dan sekitar gedung sekolah, juga telah mulai nyaris kering. Sehingga akvitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut semakin lancar.

"Begitu juga kondisi banjir yang sebelumnya menggenangi badan Jalan Pemda menuju Kelurahan Pelalawan dengan tinggi permukaan air, sekrang sudah tinggal 2 cm. Dan sejauh ini, akses transportasi darat warga belum terganggu karena masih bisa melintasi banjir menggunakan semua jenis kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat," paparnya.

Dijelaskan Zulfan bahwa, meski banjir di dua Kecamatan nyaris surut total, namun kondisi banjir di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, masih belum dapat dilintasi kendaraan roda dua.

Pasalnya, permukaan air yang merendam badan jalan masih cukup tinghi, yakni mencapai 30 cm. Alhasil, sebagian besar aktivitas masyarakat setempat, masih dilakukan menggunakan alat transportasi air, baik sampan maupun pompong.

"Meski demikian, akses sepanjang 6 KM yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke areal perkampungan desa setempat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat," ujarnya.

Ditambahkan Zulfan bahwa, kondisi banjir serupa juga dialami masyarakat Desa Sotol dan Desa Tambak di Kecamatan Langgam. Di mana banjir masih merendam akses jalan penghubung kedua desa menuju Kelurahan Langgam dengan tinggi permukaan air yang merendam badan jalan, yakni mencapai 30 cm.

Meski kendaraan roda empat bisa melintas, namun kendaraan roda dua masih belum bisa melalui jalan tersebut. Sehingga masyarakat yang ingin menyeberang harus menggunakan alat transportasi air, berupa sampan maupun pompong.

"Kita sangat optimis banjir yang melanda daerah di Negeri Amanah ini akan surut total dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, pengelola air waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar, akan menutup pembukaan 2 pintu x 50 cm pada Jumat (23/1/2026) nanti.

"Untuk itu, berharap intenaitas hujan dapat terus turun, sehingga banjir dapat segera surut total dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#sungai kampar #Elevasi #Debit Air Sungai #pelalawan