Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antrean BBM di SPBU Pangkalankerinci Mulai Normal, Stok SPBU Mulai Aman

M Amin Amran • Senin, 4 Mei 2026 | 21:30 WIB
Antrean kendaraan di SPBU PT Salindra Kecamatan Pangkalankerinci mulai normal setelah pasokan BBM mulai lancar, Senin (4/5/2026).(M Amin Amran/Riaupos.co)
Antrean kendaraan di SPBU PT Salindra Kecamatan Pangkalankerinci mulai normal setelah pasokan BBM mulai lancar, Senin (4/5/2026).(M Amin Amran/Riaupos.co)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pelalawan, Riau, mulai kembali normal. Pasokan BBM pun dipastikan aman.

Kondisi stok BBM di sejumlah SPBU, khususnya di Kecamatan Pangkalankerinci, mulai menunjukkan perbaikan dan distribusi mulai berjalan lancar per 4 Mei 2026, setelah sebelumnya sempat terjadi antrean panjang akibat peningkatan mobilitas libur panjang. 

Pantauan Riaupos.co di lapangan menunjukkan, antrean di SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633 Jalan Lintas Timur Kelurahan Pangkalankerinci Kota Kecamatan Pangkalankerinci, sudah mulai berjalan lancar mulai Senin (4/5/2025). Kondisi ini berbeda dibanding empat hari sebelumnya. 

Baca Juga: Berkunjung ke Mapolda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Replikasi Green Policing Secara Nasional

Antrean kendaraan mengular ketika hendak mengisi BBM di SPBU. Khususnya kendaraan yang mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar. Tak hanya kendaraan roda empat ke atas saja, antrean sepeda motor juga memanjang sampai ke luar areal SPBU

Antrean panjang di SPBU hingga sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar berdampak langsung terhadap aktivitas harian warga. Sejumlah warga mengaku harus meluangkan waktu lebih lama untuk mengantre, bahkan berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan bahan bakar.

Namun, mulai Senin (4/5/2025), kondisinya mulai berjalan lancar. Di mana antrean kendaraan mulai normal atau tidak panjang lagi. Sejumlah pengendara pun mulai lega bisa mendapatkan BBM tanpa harus mengantri lama.

"Alhamdulillah, hari ini pengisian BBM di SBPU mulai normal. Meski masih terjadi antrrean, namun masih dalam batas sewajarnya atau tidak panjang. 

Baca Juga: Polisi Patroli di SPBU di Bagansiapiapi Rohil, Awasi Praktik Penimbunan BBM

"Kita berharap stok BBM di SPBU dapat tetap terus aman, sehingga masyarakat pengendara kendaraan tidak lagi mengeluh kesulitan mendapatkan minyak kendaraan, khususnya jenis pertalite bagi pengendara sepeda.motor," terang Supriadi saat ditemui Riaupos.co di SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633 Jalan Lintas Timur Kelurahan Pangkalankerinci Kota Kecamatan Pangkalankerinci, Senin (4/5/2026). 

Di tempat terpisah, Pengawas SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633 Jalan Lintas Timur Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota Kecamatan Pangkalankerinci, Hasbi mengungkapkan bahwa, saat ini stok BBM, khususnya pertalite dan bioaolar, sudah mulai kembali normal. 

"Stok BBM kami jenis Pertalite dan Biosolar, masih aman. Di mana hari ini, BBM subsidi ini masuk masing-masing 16 ton. Dan kondisi ini tentunya membuat antrean kendaraanmukai normal.atau tidak panjang," ujarnya.

Hanya saja, sambung Hasbi, khusus BBM jenis Pertamax 92.dan Pertamax Turbo, dari pagi hingga saat ini masih kosong. Namun demikian, stok akan tiba pada malam ini sebayak 16 ton. 

Baca Juga: Hujan Deras, Jalan Kusuma Bukit Raya Banjir, Airnya Setinggi Paha Orang Dewasa

"Meski persediaan BBM mulai normal, namun ada beberapa jenis yang mengalami kenaikan harga per 3 Mei 2025. Yakni Pertamax Turbo dengan harga baru Rp20.750 perliter dari sebelumnya 20.250. Kemudian harga baru Dexlite Rp27.150.perliter dari sebelumnya Rp24.640.  Sedangkan untuk Pertalite, Biosolar dan Pertamax 92, masih tetap atau tidak naik," paparmya.

Menurut Hasbi, antrean panjang kendaraan yang sebelumnya terjadi, akibat adanya kepanikan masyarakat pengendara kendaraan. Di mana kebanyakan warga mengeluh terjadinya kenaikan harga BBM subsidi yang tidak wajar oleh para pengecer. 

Di mana harga BBM subsidi jenis Pertalite dijual oleh pengecer Rp35 ribu per botol aqua dari sebelumnya hanya Rp20 ribu. Alhasil, karena kondisi itu, banyak warga yang akhirnya mengisi BBM ke SPBU, sehingga menyebabkan terjadinya antrean panjang kendaraan.

Baca Juga: Polisi Patroli di SPBU di Bagansiapiapi Rohil, Awasi Praktik Penimbunan BBM

"Kami berharap para masyarakat pengendara kendaraan tidak panik sehingga membeli BBM dengan berlebihan. Pasalnya, Pertamina memastikan stok BBM ke SPBU tetap berjalan normal seperti biasanya," tutup.Hasbi.(amn)

Editor : Edwar Yaman
#SPBU Pangkalankerinci #Stok SPBU Mulai Amaan #antrean bbm