Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

9 Anjing Mangsa Tuannya di Batam

Redaksi • Rabu, 7 September 2011 | 08:34 WIB
BATAM (RP) - Andri Lombogia, warga Blok F3 nomor 08 Perumahan Greenland, Batam Center tewas diduga dimangsa sembilan ekor anjing peliharaannya. Ia diduga tewas sejak Senin (5/9) malam, namun kejadian itu baru diketahui Selasa (6/9) kemarin.

Mayat kakek 60 tahun kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan. ‘’Kepalanya terpisah dari badan. Isi perutnya juga menghilang,’’ ujar Kapolsekta Batam Kota Kompol Heryana pada RPG di lokasi kejadian, Selasa (6/9).

Menurut Heryana, dari pengakuan keluarga dan tetangganya, kakek yang melajang seumur hidupnya itu tinggal sendirian di rumah warna putih dengan berbagai pohon rindang tersebut. Korban diduga telah tewas sejak 30 Agustus lalu sekembalinya dari Manado.

Keponakan korban, Fani Lintungan menuturkan, almarhum pulang kampung ke Manado sejak 16 Agustus lalu. ‘’Saat balik, beliau beberapa hari tinggal di rumah saya di Jakarta,’’ katanya ketika ditanya RPG di TKP kemarin.

Dari hasil olah TKP, kata Kapolsek Heryana, korban diduga kuat setelah tiba di Batam pada 30 Agustus lalu belum sempat masuk ke dalam rumahnya. Hal itu dibuktikan dengan adanya semua barang bawaan dari Jakarta seperti tas, kardus, kaca mata serta sandal kulit yang ada di depan pintu masuk rumahnya.

Sementara mayatnya ditemukan di pelataran belakang dapur rumahnya yang ditutupi pepohonan yang cukup rindang. Beberapa bagian tubuh korban seperti jari kaki, tangan, isi perut dan sebagian dagingnya raib.

Kepala korban yang telah menjadi tengkorak baru ditemukan polisi di dapur rumahnya atau sekitar 3 meter dari lokasi di mana badannya ditemukan.

Warga setempat mengatakan, pelataran ini jadi kandang bagi anjing-anjing peliharaannya. Warga sebenarnya tak menaruh curiga atas kematian Andri walau hampir tiap malam terdengar lolongan anjing serta bau busuk yang mulai menusuk hidup.

‘’Kami kira itu bau bangkai tikus karena kadang tercium kadang tidak juga,’’ kata Sulastri, tetangga korban kemarin.

16 Hari Tak Makan
Sembilan ekor anjing peliharaan Andri itu diduga belum makan selama hampir 16 hari setelah ditinggal mudik almarhum. Anjing-anjing berwarna perak itu menurut warga sekitar merupakan teman hidup almarhum di kompleks perumahan tersebut. ‘’Tak pernah anjing-anjing itu dikeluarkan dari rumah,’’ ujar Dio, tetangga korban.

Karena selalu terkurung, anjing-anjing ini sulit dapat stok makanan selama ditinggal pemiliknya. Pantauan RPG, anjing-anjing tersebut sangat agresif dan bertipikal suka menyerang orang.

Pasalnya, dua penjinak anjing yang didatangkan polisi cukup sulit menangkap hewan-hewan tersebut. Mereka perlu waktu hampir dua jam untuk menjinakkan anjing-anjing yang terus berusaha menyerang para penjinak anjing tersebut.

Polisi bahkan terpaksa menembak mati 4 dari 9 ekor anjing tersebut. ‘’Kalau tidak ditembak, anggota atau warga malah diserangnya,’’ kata Kapolsek Batam Kota Kompol Heryana.

Tak Jawab Telepon
Andri Lombogia diketahui tewas secara mengenaskan setelah didatangi Fani, keponakannya sekitar pukul 20.00 WIB Senin (5/9) lalu. Menurut Fani, ia diberitahu saudara almarhum lainnya di Manado kalau sejak 30 Agustus lalu atau setelah tiba dari Jakarta, tak lagi menjawab panggilan telepon mereka.

Khawatir terjadi sesuatu dengan korban, Fani lalu bergegas ke kediaman almarhum. Dari pintu pagar rumah tersebut, warga Nagoya Lama ini mengaku mulai mencium bau busuk menyegat hidung. Berkali-kali ia coba memanggil korban tapi tak dibalasnya. ‘’Saya lalu panggil warga sekitar untuk bantu lihat ke belakang. Ternyata Om (Andri, red) sudah mati,’’ ujar wanita berkulit putih ini.

Ia tak bisa menahan rasa sedihnya setelah melihat barang bawaan korban dari Manadoa maupun Jakarta yang masih utuh di depan pintu rumahnya. Sementara penyebab kematian korban belum dapat dipastikan polisi apakah tewas akibat dimangsa anjing atau tewas duluan kemudian mayatnya dilahap hingga nyaris habis dagingnya.

Terpisah, dokter hewan Katrin kepada wartawan mengaku belum bisa memastikan apa penyebab kematian. Namun Katrin mengaku tak tertutup kemungkinan almarhum tewas akibat dimangsa hewan karnivora tersebut. ‘’Kita tunggu hasil visum dulu. Tapi kalau binatang dalam kondisi kelaparan, bisa memakan apa saja yang ada,’’ katanya.

Pemilik Klinik dan Pusat Pelatihan Anjing Guchiano Dog Park Training Centre, Amrizal Chan yang dimintai komentar mengenai kasus ini mengatakan sangat kuat dugaan korban tewas akibat dimangsa hewan peliharaannya.

‘’Anjing seperti itu tak biasa dengan daging baru. Jadi kalau dikatakan korban dimangsa anjingnya setelah tewas akibat stroke, hal itu tidak tepat. Jadi kemungkinan besar ia tewas akibat diserang anjing peliharaannya,’’ jelas Amrisal.

Kenapa bisa anjing menyerang tuannya sendiri? Amrizal menjelaskan, bisa karena beberapa faktor, yakni pemilik sering menyiksa anjing, dan tak diberi makan selama berhari-hari sehingga menyerang majikan.

‘’Perlakukan seperti itu menyebabkan perubahan karakter pada anjing. Dengan prilaku hidup bergerombol, kalau yang satu menyerang, yang lain bisa ikut menyerang. Mereka menyerang akibat perlakukan pemilik yang seperti itu,’’ katanya.

Jika anjing dipelihara dengan diberi perlakukan wajar dan diberi makan sebagai mana mestinya, jelas Amrizal, kecil kemungkinan anjing mengalami perubahan karakter, terkecuali akibat penyakit.

‘’Anjing kalau dipelihara dengan baik akan punya karakter yang setia. Di beberapa negara ada kisah bagai mana anjing dengan setia menunggu majikannya meski dia sudah meninggal. Jadi dengan melihat kasus ini, tak mungkin korban dimangsa anjingnya setelah meninggal lebih dulu,’’ tuturnya.(spt/amr/rpg)

Editor : RP Redaksi