PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Cita-cita UIN Suska Riau untuk menciptakan kampus hijau pelan tapi pasti, perlahan terwujud. Setelah beberapa gedung menggunakan tenaga listrik terbarukan, Kamis (24/4/2024), komitmen itu diperkuat.
Penguatan kampus berkelanjutan ini ditandai dengan penanaman 100 bibit pohon dan penerimaan motor listrik sumbangan PT Jasaraharja Putera.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Rektor (WR) III UIN Suska Riau tersebut merupakan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Jasaraharja Putera.
Adapun motor listrik itu merupakan motor pengangkut sampah sebagai kontribusi nyata Jasaraharja dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.
Direktur Teknik PT Jasaraharja Putera Suhardiman menyampaikan, program itu merupakan bagian dari strategi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental Social and Governance (ESG).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor industri dan institusi pendidikan dalam membentuk budaya cinta lingkungan di kalangan generasi muda.
''Kami berharap langkah kecil ini dapat menjadi pemicu kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan,'' ujar Suhardiman.
Suhardiman berharap, pohon yang ditanam dan kendaraan listrik bagi UIN Suska Riau itu mampu memberikan manfaat jangka panjangm. Baik dari segi estetika maupun ekologi di lingkungan kampus.
Pada kesempatan yang sama, WR III UIN Suska Riau Prof Dr Edi Erwan mengapresiasi penuh inisiatif Jasaraharja ini. Ia mengatakan, kampus sangat terbuka terhadap kolaborasi positif semacam ini, terutama yang mendukung terciptanya kampus hijau dan ramah lingkungan.
UIN Suska Riau menurut Edi Erwan juga berharap agar motor listrik pengangkut sampah yang diberikan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah kampus yang lebih efisien dan minim emisi karbon.
''Ini kami nilai juga sebagai upaya edukatif agar seluruh sivitas akademika lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi dorongan semangat dalam menjalankan gaya hidup berkelanjutan, serta mendorong institusi pendidikan lainnya untuk ikut bergerak bersama dalam menjaga bumi,'' kata Edi.
Baca Juga: Sidang PHPU Siak, Kuasa Hukum Sugianto Persoalkan Perioderisasi, Hakim MK: Kenapa Baru Sekarang?
Kegiatan ini, tambah Edi, menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan bukan hanya memungkinkan terjadinya kolaborasi yang produktif.
Tetapi juga mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelestarian lingkungan serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga bumi.
''Upaya seperti ini harus diwujudkan dalam rangka menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Kita harapkan lebih banyak upaya-upaya dan kegiatan serupa di masa depan,'' tutup Erwan.
Laporan Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal