PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Universitas Muhammdiyah Riau (Umri) memperingati Milad ke -17, Sabtu (28/6/2025). Pada momen Miladnya kali ini, juga dihadiri para pimpinan pusat Muhammadiyah, Mendiktisaintek dan para tamu undangan lainnya termasuk dari negara tetangga.
Rektor Umri Dr Saidul Amin dalam laporannya mengatakan, bilangan usia 17 tahun, dalam tradisi budaya dan psikologi perkembangan manusia kerap dimaknai sebagai fase transisi penting, dari masa remaja menuju kedewasaan.
Seseorang mulai membentuk identitas diri yang lebih kokoh, memiliki visi ke depan, serta kesadaran atas tanggung jawab yang lebih besar.
Filosofi ini juga dapat diterapkan dalam perkembangan sebuah institusi, seperti universitas, yang tengah memasuki fase penting pertumbuhannya.
“Disamping itu, di usia 17 tahun seseorang sudah mengenal siapa dirinya, apa potensinya, dan ke mana arah hidup yang ingin ditempuh. Bagi Umri, di usia ini merupakan titik ketika karakter kelembagaan mulai menguat, visi mencerahkan, berbasis nilai Islam berkemajuan, dan semangat Muhammadiyah sebagai fondasi yang kokoh,” katanya.
Diharapkannya, dengan usia ini menandai hadirnya tanggung jawab yang lebih besar, baik dalam segala hal termasuk kontribusi sosial institusi.
Bagi Umri, inilah saatnya memperluas peran strategis dalam masyarakat, menjadi lebih dari sekadar penyelenggara pendidikan, tapi juga agen perubahan sosial dan pusat inovasi yang berdampak.
“Lain dari itu, usia 17 tahun, bagi Umri ini menjadi simbol kesiapan untuk berdiri sejajar di antara perguruan tinggi terkemuka lainnya, dengan mengedepankan kualitas, tata kelola modern, dan jejaring internasional. Berani memimpikan inovasi besar, membangun pusat keunggulan (center of excellence), dan menjelajah panggung global dalam dunia pendidikan. Sehingga dalam usia ini, apa yang ditanam akan menentukan langkah kedepan dalam lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun ke depan,” sebutnya.
Dengan mengusung tema “Inovasi, Kolaborasi, dan Internasionalisasi,” Milad ke-17 ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan yang telah kita lalui dan menatap masa depan dengan penuh optimisme dan semangat pembaruan.
“Dalam hal Inovasi, Umri akan terus mendorong inovasi dalam semua aspek, baik dalam pengembangan kurikulum, penelitian, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Di era transformasi digital dan revolusi industri 5.0, perguruan tinggi harus menjadi pelopor perubahan yang relevan dan berdampak. Sedangka Kolaborasi, keberhasilan tidak bisa dicapai secara individual.
Oleh karena itu, Umri akan terus memperluas jaringan institusi pendidikan nasional dan internasional,” ujarnya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Prof Brian Yuliarto yang juga hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada para pengelola perguruan tinggi termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang sudah menunjukkan komitmen yang konsisten untuk memberikan layanan pencerdasan kepada masyarakat.
Sehingga nantinya jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia akan semakin banyak.
“Presiden kita Bapak Prabowo Subianto menginginkan adanya pertumbuhan atau adanya kemajuan Indonesia harus sejajar dengan negara maju.
Indonesia harus memiliki kapasitas sebagai negara maju dan satu-satunya atau salah satu ukuran yang mudah dihitung itu adalah pendapatan perkapita dari setiap negara,” sebutnya.
Pada peringatan Miladnya kali ini, juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., beserta Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA. Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. Gubernur Riau, dalam hal ini diwakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau H. Erisman Yahya, SH. MH. Gubernur dan wakil gubernur Riau pada masanya.
Editor : Eka G Putra