PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Lancang Kuning (Unilak) bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Hanns Seidel Foundation (HSF) menggelar kegiatan bertajuk “Mewujudkan Lebih Banyak Desa Ramah Iklim di Seluruh Provinsi Riau: Peran Strategis Universitas dalam Mendorong Pelaksanaan KKN Tematik Perubahan Iklim”. Berlangsung dua hari, 21–22 Oktober 2025, di Grand Zury Hotel Pekanbaru.
Menurut project manager kegiatan tersebut Dr Dian Rianita MA, acara ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat peran universitas dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus memperluas implementasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Program Kampung Iklim (ProKlim) di Provinsi Riau. FIA UNILAK menjadi pelopor pelaksanaan KKN Tematik ProKlim di Riau sejak penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 10 April 2021 yang disaksikan langsung oleh Menteri LHK Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc. Senada dengan itu, Dekan FIA Dr Khuriyatul Husna MPA, ini mempertegas komitmen sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan dan ketahanan iklim di tingkat regional.
Rektor Universitas Lancang Kuning Prof Junaidi SS MHum PhD dalam sambutannya menegaskan komitmen Unilak untuk terus menjadikan KKN Tematik ProKlim sebagai flagship program kampus berdampak. Mahasiswa tidak hanya dapat meningkatkan literasi lingkungan, tetapi juga berperan aktif dalam program ramah iklim seperti pengelolaan sampah berbasis 3R, konservasi mangrove, pertanian berkelanjutan, dan pengembangan ekonomi hijau.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Unilak, mahasiswa peserta KKN, serta perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi di Riau seperti Universitas Riau (Unri), UIN Suska Riau, Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Universitas Abdurrab, dan Universitas Tuanku Tambusai. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari KLH, Pemerintah Daerah Riau, Bappeda, sektor swasta, penggiat lingkungan, serta kepala desa calon lokasi ProKlim.
Melalui workshop ini, Unilak berupaya membangun sinergi antara universitas, pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat untuk memperluas jangkauan pelaksanaan KKN Tematik ProKlim dalam mendukung Program Pemerintah. Kegiatan ini menghasilkan komitmen nyata dalam memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak, serta meningkatkan jumlah desa ramah iklim di Provinsi Riau. Selain itu, target yang ingin dicapai adalah pelaksanaan KKN ProKlim kolaborasi lintas universitas dengan minimal sepuluh lokasi ProKlim dan dukungan pendanaan dari sektor swasta, serta sinkronisasi program KKN ProKlim dengan kebijakan daerah Riau Hijau yang dicanangkan sejak tahun 2023 dengan target penurunan emisi gas rumah kaca.(nto/c)
Editor : Rindra Yasin