PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Program Sekolah Sehat: Deteksi Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Edukasi Gaya Hidup Sehat Berbasis Farmasi” di SMKF Ikasari Pekanbaru, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII jurusan farmasi.
Kegiatan ini diketuai oleh apt. Wahyu Margi Sidoretno, M.Farm., dosen Program Studi Farmasi yang fokus pada edukasi kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit tidak menular, sebagai Program Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Farmasi.
"Melalui deteksi dini dan edukasi berbasis farmasi, kami ingin membantu para siswa memahami kondisi kesehatan mereka sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga gaya hidup sehat sejak remaja,” ujar apt. Wahyu Margi Sidoretno, M.Farm.
Ia menjelaskan tim dosen melakukan skrining dan deteksi dini risiko PTM seperti obesitas, hipertensi, diabetes, dan kebiasaan hidup tidak sehat pada para siswa dengan cara pre-tes dan pos-test.
Setelah itu, siswa diberikan edukasi farmasi terkait gaya hidup sehat, manajemen berat badan, aktivitas fisik, serta bahaya konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Seluruh rangkaian acara berlangsung di lingkungan SMKF Ikasari Pekanbaru.
"Kegiatan ini penting karena siswa SMA merupakan kelompok usia yang mulai membentuk kebiasaan hidup jangka panjang. Tanpa edukasi yang tepat, mereka berisiko tinggi mengalami PTM di usia dewasa," ulasnya.
Kepala sekolah SMKF Ikasari menyampaikan bahwa kegiatan berbasis farmasi ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan kesehatan siswa.
“Siswa kami menjadi lebih paham tentang risiko PTM dan cara menjaga kesehatan. Ini sejalan dengan program sekolah sehat yang sedang kami kembangkan,” ujarnya.
Kegiatan “Sekolah Sehat” ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara Universitas Abdurrab dan sekolah dalam membentuk generasi muda yang peduli akan kesehatan, berperilaku hidup sehat, dan siap menghadapi tantangan penyakit tidak menular di masa depan sebagai langkah konkret menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.***
Editor : Edwar Yaman