PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kepala Pusat Perencanaan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan Dr U Mamat Rahmat SHut MP, mendorong lulusan SMK Kehutanan untuk bekerja di sektor kehutanan.
Langkah ini dilakukan guna mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan profesional dalam pengelolaan hutan lestari. "Ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis kehutanan guna menjaga kelestarian hutan. Apalagi di Indonesia SMK Kehutanan hanya ada 5 dan salah satunya ada di Pekanbaru," ucapnya usai menghadiri Purnawiyata kelulusan siswa angkatan XV tahun ajaran 2025/2026, bersama Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, Rabu (13/5/2026).
Dikatakan Mamat Rahmat, Kementerian Kehutanan memiliki 5 SMK Kehutanan di seluruh Indonesia. Pekanbaru untuk region Sumatera, Kadipaten untuk region Jawa, Makasar untuk region Sulawesi, Samarinda untuk region Kalimantan, dan Manokwari untuk region Papua.
Baca Juga: Aksi TNTN Berakhir usai Zoom dengan Kemenhut
Untuk semua sekolah tersebut, biaya keseluruhan ditanggung oleh negara. Namun sebagian dari mereka yang lulus ada direkrut menjadi Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Pada tahun ini, ada 40 orang yang direkrut untuk menjadi MMP. Kemudian ada juga yang direkrut Asosiasi Perusahaan Hutan Indonesia (APHI) sebanyak 16 orang.
Kemudian ada yang direkrut untuk persemaian permanen di Solok dan Bukittinggi sebanyak 4 orang, serta ada 1 yang mendapatkan jalur prestasi dengan masuk ke IPB, dan sisanya ke perguruan tinggi di Sumatera.
Baca Juga: Kunjungi SMK Kehutanan Pekanbaru, TMG Tawari Peluang Kerja di Jepang
Selain itu, lulusan SMK Kehutanan juga di dorong untuk mengikuti CPNS seperti di Polhut, Pengendali Ekosistem Hutan, Penyuluh Kehutanan, Manggala Agni, dan bahkan juga CPNS di pemerintah daerah.
"Meski banyak pilihan pekerjaan, namun kami tetap berharap mereka bekerja tetap di sektor kehutanan. Karena dengan kemampuan mereka, diharapkan kehutanan di Indonesia ini semakin membaik. Karena kita punya sumber daya alam yang begitu luas, kalau tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan punya daya saing yang tinggi hutan tidak akan bagus," tuturnya.
Semetara itu, Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, mengatakan bahwa pada tahun ajaran 2025/2026 ini ada 101 siswa yang lulus. Mereka berasal dari dua jalur utama yakni jalur reguler dan jalur khusus.
Baca Juga: Menjaga Harmoni dengan Instansi Vertikal tanpa Konflik Kepentingan
Dimana, untuk jalur reguler itu merupakan siswa yang tamat dari SMP ataupun MTs. Sedangkan untuk jalur khusus, mereka yang tamat dari SMP atau MTs namun berasal dari kelompok tani hutan dan keluarga kawasan penyangga konservasi.
"Untuk kedua jalur utama itu, memiliki kuota yang sama yakni 50 persen untuk reguler dan 50 persen untuk khusus. Dengan adanya dorongan dari Kementerian, kami akan turut mendorong siswa yang akan menyelenggarakan pendidikannya di SMK Kehutanan Pekanbaru turut berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan dan hutan dengan bekerja di sektor kehutanan. Dengan demikian mereka bisa mengimplementasikan ilmu kehutanan untuk menjaga hutan Indonesia," tuturnya.
Editor : Rinaldi