RIAUPOS.CO - Melimpahnya daging saat Iduladha bisa diolah menjadi aneka hidangan lezat. Menu yang akan dimasak juga disesuaikan dengan bagian daging yang tepat agar hidangan yang dihasilkan semakin nikmat.
Memilih bagian daging sapi kurban harus dilakukan secara cermat karena menentukan kelezatan masakan. Setiap potongan memiliki tingkat keempukan yang berbeda saat dimasak.
Agar dapat memilih bagian daging sapi kurban untuk dimasak sesuai menu yang disukai, kenali bagian-bagian sapi, seperti dilansir dari Kitchprep.
1. Bahu Sapi (Chuck)
Potongan bahu ini bekerja keras saat sapi masih hidup. Hal itu membuat dagingnya kaya akan jaringan ikat tebal. Lemak gurih juga tersebar merata di sela-sela uratnya.
Bagian bahu sangat mudah dipotong bentuk dadu kecil. Potongan ini sangat pas untuk membuat sup dan rendang. Dagingnya akan terasa berair dan sangat empuk saat dikunyah.
Baca Juga: Trik agar Bau Prengus dan Amis pada Daging Kurban Hilang Sebelum Dimasak, Coba 6 Cara Berikut Ini
Proses perebusan perlahan akan mengeluarkan kaldu daging yang khas. Cairan lezat ini keluar secara alami tanpa perlu bumbu tambahan. Tekstur masakan klasik bisa didapatkan dengan mudah dari potongan ini.
2. Sandung Lamur Bagian Berlemak
Area berlemak pada sandung lamur punya ciri khas tersendiri. Kandungan lemaknya jauh lebih tinggi dari bagian sapi lainnya. Rasa gurih alami langsung keluar saat daging mulai direbus.
Baca Juga: Perkuat Fondasi Organisasi, DPD Projo Riau Gelar Konferda 2026 di Pekanbaru
Potongan lembut ini seolah meleleh di dalam mulut. Proses masak yang panjang membuat kuahnya tampak mengkilap. Gelatin dari urat daging perlahan lumer menjadi saus kental.
Bagian daging ini butuh waktu masak yang cukup lama. Tujuannya agar urat dan serat daging bisa benar-benar lunak. Kesabaran saat memasak akan berbuah sajian yang luar biasa nikmat.
3. Sandung Lamur Tanpa Lemak
Baca Juga: PT Jaya Wira Manggala Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sungai Kuning Binio
Bagian ini terlihat jauh lebih ramping dan merah. Serat ototnya berukuran panjang dan minim sebaran lemak putih. Teknik memasaknya pun membutuhkan perhatian yang lebih teliti.
Rasanya tetap nikmat jika lemak alaminya tidak dipangkas habis. Pemangkasan berlebih bisa menghilangkan rasa asli daging tersebut. Kuah kaldu bisa terasa hambar jika dagingnya terlalu bersih.
Durasi memasak potongan ini harus selalu dijaga ketat. Daging bisa menjadi kering jika direbus terlalu lama. Teksturnya justru akan mengeras alih-alih menjadi empuk.
Baca Juga: Gerakan Ekoteologi Komunitas Pecinta Lingkungan Kampar Raih Dukungan Dunia Usaha
4. Iga Sapi Pendek Tanpa Tulang
Iga pendek memberikan sensasi rasa mewah yang istimewa. Potongan ini punya pola sebaran lemak yang sangat padat. Rasa kaldu daging sapinya akan terasa jauh lebih kuat.
Harga daging iga memang cenderung lebih mahal di pasaran. Namun, kualitas masakan yang dihasilkan tentu sangat sepadan. Kuah kaldu dari bagian iga akan terasa sangat kental.
Baca Juga: Pelepasan 250 Pelajar SMPN 25 Pekanbaru Berlangsung Penuh Haru
Potongan daging iga dijamin empuk setelah direbus cukup lama. Seratnya akan melunak dan mudah hancur di mulut. Bagian luar daging ini juga cocok ditumis untuk hidangan bakaran.
5. Ekor Sapi untuk Sup Spesial
Ekor sapi punya banyak segmen tulang rawan yang unik. Kandungan gelatin alami di dalamnya sangatlah melimpah. Gelatin inilah yang membuat tekstur kuah terasa lembut di lidah.
Baca Juga: Penampakan Pocong Viral di Pangkalankerinci, Kapolres Pelalawan Pastikan Itu Hoaks Buatan AI
Daging ekor sangat mudah dilepas dari tulangnya setelah matang. Proses perebusannya memang harus dilakukan dengan sangat sabar. Waktu masak yang lama sangat sepadan dengan hasil akhirnya.
Pastikan panci selalu tertutup rapat selama proses perebusan daging. Kuah kaldu perlu disaring setelah daging dirasa cukup empuk. Langkah ini memastikan kuah sup bersih dari sisa kotoran.
6. Daging Paha Sapi Bulat
Paha bulat atas dan bawah murni berisi daging merah. Hampir tidak ada lemak yang menempel di bagian otot ini. Karakteristik ini membuatnya gampang kering jika salah diolah.
Merebusnya di panci biasa hanya akan membuat daging berserat. Teksturnya bisa menjadi sangat keras dan sulit dikunyah. Panci presto adalah solusi terbaik untuk melunakkan daging paha.
Tambahkan ekstra lemak sapi saat memasak paha di presto. Standar kematangannya wajib mengacu pada tabel suhu USDA yang aman. Suhu dan waktu yang tepat membuat masakan lezat sekaligus aman dikonsumsi.
Baca Juga: Bergerak ke Arafah, Jemaah Calon Haji Kampar Diperkuat Tausiah dan Layanan Kesehatan
7. Betis Sapi Beserta Sumsum
Betis sapi adalah potongan melintang dari bagian kaki. Area ini penuh dengan jaringan ikat yang sangat kuat. Fungsinya untuk menopang beban tubuh sapi selama hidupnya.
Sumsum tulang di tengah betis membuat masakan semakin spesial. Kuah rebusan langsung menjadi kental secara alami berkat sumsum. Rasanya pun semakin gurih tanpa banyak tambahan bumbu penyedap.
Baca Juga: UPA LUK Unri Kenalkan Pelatihan Kompetensi dan Sertifikasi BNSP di MUED 2026
Sebaiknya tulang sumsum diikat pakai kain kasa saat direbus. Trik jitu ini dilansir dari Panduan Universitas untuk menjaga kebersihan. Kuah sup akan tetap jernih dan bebas dari serpihan tulang.
Editor : M. Erizal