Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Viral! Anies Cuit Akan Bela Mati-matian soal Pernyataannya "Angin Tak Punya KTP" dalam Kasus Polusi

Redaksi • Rabu, 8 Mei 2024 - 04:05 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Eks capres nomor urut 1 Anies Baswedan menyatakan akan membela habis-habisan opininya terkait polusi udara yang bisa jadi disebabkan karena angin dan angin tak punya KTP. Hal itu ia sampaikan secara tersirat dalam cuitannya di X, Selasa (7/5).

Masalah polusi udara yang bisa dapat disebabkan karena angin ini sendiri sebelumnya sempat dibahas Anies dalam debat capres pada kontestasi Pilpres 2024 lalu. Pernyataan itu muncul saat pesaingnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto menanyakan soal polusi udara di Jakarta saat Anies memimpin.

Dalam cuitannya di akun X (dulu Twitter), Anies sebetulnya hanya me-re-tweet salah satu unggahan meme dari sebuah akun pembuat kartun terkenal, yaitu Tahilalat.

Baca Juga: Luhut Peringatkan Prabowo Jangan Bawa Orang Toxic di Pemerintahan, Anies Sebut Diksi yang Merendahkan

Adapun unggahan meme itu adalah ketika ada satu orang berhadapan dengan ratusan orang lainnya dalam satu tempat. Lantas, caption unggahan itu sendiri berbunyi. "Apa opini lu yang akan lu bela abis-abisan kayak gini?"

Saat me-re-tweet unggahan itu, dengan singkat Anies menuliskan, "Angin tidak punya KTP..."

Pernyataan itu diketahui disampaikan Anies saat menjawab pertanyaan terkait polusi udara ditanyakan Prabowo. Anies saat itu mengatakan bahwa faktanya udara Jakarta tak konsisten buruk. Ada hari di mana kualitas udara membaik.

Baca Juga: Jawabannya Dipotong Prabowo saat Debat soal Polusi Udara, Anies Bedakan Data dan Fiksi

"Apa yang terjadi? Polusi udara tak punya KTP, angin tak ada KTP-nya. Angin itu bergerak sana sini. Ketika polutan-polutan muncul, pembangkit listrik tenaga uap mengalir ke Jakarta, maka Jakarta punya indikator, karena itu Jakarta mengatakan ada polusi udara," ucapnya.

"Ketika anginnya bergerak ke arah Lampung, Sumatera, Laut Jawa, di sana tidak ada alat minitor, maka tidak muncul," sambung Anies.

Terlepas dari hal itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa pihaknya tetap melalukan langkah tertentu untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.

Baca Juga: Sempat Viral Sopir Katering Dipukul Anggota TNI AL hingga Berdarah, Kini Kasusnya Damai, Bahkan Korban Malah Minta Maaf

"Dengan satu, pengendalian emisi dari kendaraan bermotor. Dan pengujian emisi sekarang wajib. Yang kedua elektrivikasi kendaraan umum. Yang ketiga, konversi kendaraan umum," ungkapnya.

"Dan dulu yang naik transportasi umum hanya 350 ribu per hari sekarang 1 juta per hari," tegas Anies.

Sumber: Jawapos.com

 

Editor : RP Rinaldi
#anies baswedan #Kasus Polusi Udara #Angin Tak Punya KTP