Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potensi Kebocoran PAD hingga Ratusan Miliar

S
Penulis: Soleh Saputra❯
SF Hariyanto (Plt Gubernur Riau). (JPG)
SF Hariyanto (Plt Gubernur Riau). (JPG)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PELAKSANA tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyebutkan, berdasarkan temuan dan evaluasi pihaknya, masih terdapat potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) hingga ratusan miliar setiap tahun. Hal ini menjadi perhatian khusus, dikarenakan masih banyak objek yang semestinya dapat dijadikan sebagai pendongkrak pendapatan asli daerah tersebut.

‘’Sampai ratusan miliar kebocoran PAD kita. Masih terdapat anomali pada Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) antara konsumsi dan setoran pajak, belum lagi praktik ketidaksesuaian data pada Pajak Kendaraan Bermotor, termasuk kendaraan operasional industri,’’ kata Plt Gubri, Selasa (14/4).

Advertisement

Selain itu, SF Hariyanto juga menyoroti aktivitas pertambangan ilegal (galian C) yang belum sepenuhnya ditertibkan.

’’Pengelolaan pajak air permukaan dan pajak alat berat juga belum optimal. Ar­tinya, persoalan kita hari ini bukan semata-mata kekurangan potensi, tetapi belum optimalnya tata kelola dan pengawasan,’’ ujarnya.

Dikatakannya, jika seluruh potensi tersebut dikelola dengan baik, maka PAD Provinsi Riau berpotensi meningkat hingga sekitar Rp5 triliun.

‘’Ini bukan angka kecil. Ini adalah ruang fiskal baru untuk percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, penguatan program sosial masyarakat dan pemerataan pembangunan antar wilayah,’’ sebutnya.

Untuk itu, Plt Gubri menekankan tiga langkah guna mendongkrak PAD Riau, di antaranya perbaikan tata kelola berbasis data melalui validasi dan integrasi data wajib pajak, sinkronkam data provinsi dengan kabupaten kota dan melakukan pemanfaatan teknologi digital secara penuh.

‘’Kemudian, lakukan penguatan pengawasan dan penegakan hukum. Di sinilah peran forkopimda menjadi sangat krusial. Perlu adanya pembentukan tim terpadu pengawasan PAD, penertiban sektor-sektor rawan kebocoran dan penegakan hukum terhadap pelanggaran pajak daerah. Karena tanpa pengawasan yang kuat, optimalisasi hanya akan menjadi wacana,’’ pintanya.

Selain itu, Plt Gubernur Riau juga meminta lintas sektor untuk melakukan digitalisasi dan integrasi layanan. Lakukan perluasan kanal pembayaran pajak, integrasi dengan sistem perizinan (tax clearance) dan ciptakan transparansi sistem penerimaan daerah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

SF Hariyanto Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer

SF Hariyanto Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer

SF Hariyanto meraih gelar ASEAN Engineer di CAFEO 2026, menjadi gubernur pertama di Indonesia yang mendapat pengakuan profesional tersebut.

Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis 

Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis 

Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri)

Batas Waktu Berakhir, PN Belum Terima Memori Banding Wahid

Batas Waktu Berakhir, PN Belum Terima Memori Banding Wahid

PN Pekanbaru belum menerima memori banding Abdul Wahid hingga batas waktu berakhir. Sementara KPK telah mengajukan banding perkara korupsi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer