JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 1.553 pasangan calon (paslon) dipastikan akan bertarung di 545 daerah pelaksana Pilkada 2024. Mereka ditetapkan sebagai paslon yang memenuhi syarat (MS) untuk ikut serta dalam perebutan kursi kepala daerah pada 27 November 2024 mendatang.
Sejatinya, saat pendaftaran, ada 1.561 paslon yang mendaftar di KPU tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Namun, delapan paslon lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Ke-1.553 paslon yang berhasil menjadi peserta terdiri atas 103 paslon di level pemilihan gubernur (pilgub), 1.166 paslon di level pemilihan bupati (pilbup), dan 284 paslon di level pemilihan wali kota (pilwali).
Kemudian, delapan paslon yang batal ditetapkan terjadi di level pilbup dan pilwali. Baik dari jalur perseorangan maupun partai politik. ’’Dari total 8 pasangan calon yang tidak diterima, 5 di antaranya berasal dari jalur partai politik atau gabungan partai politik,’’ ujar Komisioner KPU August Mellaz di kantor KPU, Jakarta, kemarin.
Delapan paslon itu tersebar di banyak daerah. Yakni Gayo Lues, Kota Sabang, Kota Subulussalam, Labuhanbatu Utara, Empat Lawang, Bengkulu Selatan, Parigi Mutong, dan Gorontalo Utara. Mereka batal ditetapkan karena ada syarat yang tidak terpenuhi. Di Aceh, misalnya, ada paslon yang terganjal syarat harus menjadi penduduk dalam kurun waktu tertentu. ’’Tapi nanti kan prosesnya tetap harus dibuktikan, apakah memang alasan itu atau alasan lain,’’ ungkapnya.
Mellaz menambahkan, bagi pasangan calon yang tidak ditetapkan, tersedia ruang untuk mengajukan proses hukum lebih lanjut ke Bawaslu selama tiga hari. Berdasar catatan sementara, sudah ada empat paslon yang menggugat ke Bawaslu. Sedangkan empat lainnya masih punya waktu dua hari untuk mengajukan.
Proses sengketa di Bawaslu memiliki mekanisme tersendiri. Mellaz meyakini, Bawaslu akan memproses secara cepat sesuai timeline tahapan. ’’Kami punya keyakinan yang sama, teman-teman di Bawaslu juga akan memperhatikan berkait dengan ruang gerak yang dimilikinya, termasuk juga waktu,’’ jelasnya.
Selain itu, Mellaz juga mengungkapkan perubahan jumlah daerah dengan calon tunggal. Berdasar hasil penetapan, kini terdapat 37 daerah yang hanya memiliki satu paslon. Berkurang empat dibanding masa pendaftaran yang mencapai 41 daerah.
Mellaz menjelaskan, untuk daerah dengan paslon tunggal, KPU akan memperlakukan setara. Kepada daerah calon tunggal, KPU setempat wajib menyosialisasikan perihal tata cara maupun aturan mainnya.
Pilgub Jatim
Nuansa pilpres sangat terasa saat penentuan nomor urut paslon di pilgub Jatim. Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang merupakan paslon petahana mendapatkan nomor urut 2. Tri Rismahari-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) mendapat angka 3. Sedangkan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim yang menjadi jago PKB mendapat nomor urut 1.
Nomor urut yang didapat masing-masing paslon identik dengan Pilpres 2024. Khofifah diketahui merupakan pendukung Prabowo Subianto yang banyak menggaungkan nomor 2. Kini, dia bakal terus memakai angka tersebut.
Begitu pula dengan Risma yang masih berstatus kader PDIP. Risma merupakan pendukung Ganjar Pranowo. Sedangkan nomor urut 1 yang didapat Luluk sama dengan nomor Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat pilpres. Tiga paslon sama-sama optimistis dengan nomor yang didapat. Optimisme juga terlihat dari yel-yel dan teriakan para pendukung saat pengundian nomor.
Khofifah menganggap nomor urut 2 merupakan berkah. ’’Alhamdulillah mendapat nomor 2. Angka ini melambangkan optimisme dan semangat untuk mewujudkan dua periode,” kata Khofifah.
Setelah mendapatkan nomor urut, Khofifah mengaku langsung sungkem kepada gurunya, yaitu Nyai Hj Masruroh Wahid. Saat sungkem, dia didawuhi oleh sang guru terkait satu kalimat yang menyejukkan. ’’Beliau dawuh, khairul umur ausathuha. Maknanya yang terbaik adalah yang di tengah-tengah,” ujarnya.
Tak jauh beda dengan Khofifah, Luluk menyebut nomor 1 itu sebagai nomor wahid atau bisa diartikan angkanya juara. Dia pun bersyukur bahwa kata satu sangat lekat dengan arek-arek Jawa Timur. ”Ada salam satu nyali, satu jiwa, satu barisan, satu gerakan, dan masih banyak lainnya. Hal itu yang akan menjadi modal dasar untuk membangun Jawa Timur,” ucap Luluk.
Paslon yang diusung PDIP Tri Rismharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) juga sangat bersyukur mendapat nomor urut 3. Gus Hans menyebut, angka 3 bermakna kelahiran, kehidupan, dan kematian. ”Bisa jadi, jika nanti kami diberi amanah untuk memimpin Jawa Timur, Bu Risma dan saya dapat menyelesaikan persoalan dalam aspek kehidupan,” kata Gus Hans.
Pilgub Jakarta
KPU DKI Jakarta juga telah menetapkan nomor urut tiga paslon gubernur-wakil gubernur. Yakni, Ridwan Kamil-Suswono (Rido) mendapat nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) nomor 2, dan Pramono Anung Wibowo-Rano Karno (Pram-Si Doel) nomor 3.
Dalam kesempatan itu, cagub Ridwan Kamil mengajak semua pihak untuk berkontestasi dengan cara damai dan penuh keceriaan. ’’Jadikan pilkada DKI Jakarta menjadi percontohan nasional. Pilkada yang naik kelas, teladan, dan dijauhkan dari hal yang meresahkan. Kita lakukan kampanye berlomba-lomba dalam kebaikan,’’ ujarnya.
Sementara itu, cagub Dharma juga mengajak semua pihak untuk menjaga kenyamanan dan kedamaian selama masa kampanye. ’’Oleh sebab itu, kepada seluruh pendukung, kami harap selalu jaga adab. Jakarta ini aman karena indah adabnya. Kami menggunakan baju hitam oranye. Baju kami hitam tandanya kuda hitam, oranye menandakan Jakmania, kebanggaan kita,’’ terangnya.
Masih di lokasi yang sama, cagub Pram menuturkan, yang akan mereka lakukan jika terpilih sebagai pemimpin Jakarta bukan melakukan perubahan. Namun, melanjutkan apa yang sudah dilakukan pemimpin Jakarta terdahulu. ’’Jakarta bukan ibarat cerita baru, maka ini bukanlah ganti buku, tetapi buka bab baru untuk kita isi bersama. Mari kita berkompetisi bersama, tapi yang paling penting kami berjanji tidak akan membawa politik agama, identitas, tapi penuh riang gembira,’’ ucapnya.
Pilgub Jateng
Kendati diguyur hujan, para pendukung paslon tetap bersemangat mengikuti pengundian nomor urut. Hasilnya, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi mendapat nomor urut 1. Sedangkan Ahmad Luthfi-Taj Yasin mendapat nomor urut 2. ’’Hasil pengundian akan kita tuangkan dalam berita acara,’’ ujar Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono dilansir Jawa Pos Radar Semarang.(jpg)
Editor : Rindra Yasin