PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peningkatan pergerakan pemudik diprediksi terjadi saat Idulfitri tahun ini. Ini terjadi karena adanya libur Idulfiri, cuti bersama, serta tidak adanya pembatasan pergerakan masyarakat seperti saat masa Covid-19 lalu. Pemerintah pun mulai ‘’bersolek’’ memuluskan jalan untuk kenyamanan pemudik.
Ya, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota menggesa perbaikan jalan yang rusak. Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, saat ini masih fokus melakukan perbaikan-perbaikan jalan nasional yang ada di Riau. Jalan-jalan yang diperbaiki ini adalah jalan lintas menghubungkan Riau dengan provinsi tetangga yang akan digunakan sebagai jalur mudik.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, beberapa waktu lalu beberapa ruas jalan nasional di Riau ada yang mengalami kerusakan termasuk akibat bencana seperti banjir dan longsor. Saat ini, jalan nasional yang rusak tersebut sebagian sudah dilakukan perbaikan dan sedang ada juga yang masih dikerjakan. “Saat ini jalan-jalan nasional yang ada di Riau masih dalam proses perbaikan. Termasuk yang rusak akibat bencana seperti genangan banjir, dan longsor. Sebagian sudah diperbaiki seperti pengaspalan dan penambalan jalan-jalan yang berubang. Yang lainnya sementara dikebut,” katanya.
Beberapa ruas jalan nasional tersebut yakni Jalur Lintas Timur (Jalintim) Pekanbaru arah Jambi khususnya di wilayah Kabupaten Pelalawan. Kemudian ruas jalan Pekanbaru ke arah Sumatera Utara, jalan lintas penghubung Pekanbaru-Kampar hingga batas Sumatera Barat (Sumbar). “Kemudian juga ruas Jalan Pekanbaru-Kuantan Singingi batas Sumbar serta jalan nasional lainnya,” ujarnya.
BPJN Riau berharap, perbaikan akan selesai sebelum memasuki arus mudik 2024. Karena itu, BPJN Riau saat ini masih terus melakukan perbaikan di lapangan. “Kita mengharapkan sebelum arus mudik perbaikannya sudah selesai semua. Paling tidak memperbaiki atau menambal jalan-jalan belubang dan perbaikan ringan lainnya,” sebutnya.
Disebutkan Yohanis, untuk mendukung kelancaran jalur mudik dan balik juga akan disiapkan Posko Idulfitri PUPR 2024. Posko ini juga sebagai posko siaga bencana alam yang dilengkapi dengan alat-alat berat. “Posko tersebut nantinya juga ada petugas atau personel di daerah yang rawan bencana banjir dan longsor di koridor jalan nasional yang ada di Riau,” katanya.
Sementara BPJN fokus memperbaiki jalan lintas antarprovinsi, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau juga melakukan perbaikan jalan yang akan digunakan sebagai jalur mudik alternatif.
Pasalnya, jalan-jalan lintas penghubung antara provinsi yang akan digunakan sebagai jalur mudik merupakan kewenangan pusat. “Kami juga sudah mulai melakukan perbaikan ruas jalan provinsi yang akan digunakan sebagai jalur mudik alternatif,” ujar Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Bina Marga, Teza Dasra.
Lebih lanjut dikatakannya, beberapa ruas jalan provinsi yang dilakukan perbaikan di antaranya yakni Jalan Sinaboi-Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir, Jalan Sudirman Kuantan Singingi, Jalan Lintas Rokan Hulu-Sumatera Barat via Desa Rokan Koto Ruang. “Kemudian jalan Rengat Kuala Cenaku Indragiri Hulu, Jalan Kampar-Rokan Hulu via Tapung, Jalan Kempas Jaya Indragiri Hilir dan juga beberapa ruas jalan provinsi lainnya,” sebutnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Riau juga akan mendirikan posko arus mudik di beberapa titik yang mulai dibuka pada 2 April mendatang. “Posko mudik ini nantinya akan ditempatkan personel gabungan organisasi perangkat daerah dan Polri,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto.
Pendirian posko mudik sesuai dengan surat keputusan bersama Dirjen Perhubungan Darat, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Dirjen Bina Marga dengan Nomor KP-DRJD 1305 Tahun 2024, SKB/67/II/DJPD/2024 40/KPTS/DB/2024 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445H.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk posko induk arus mudik Dishub Riau berada di UPT Wilayah 1 Kota Dumai, Wilayah 2 Kabupaten Siak dan di setiap perbatasan. Selain posko arus mudik yang didirikan Dishub Riau, nantinya juga akan ada posko mudik lainnya didirikan instansi terkait.
Dishub Riau memprediksi lonjakan penumpang jelang Idulfitri di Provinsi Riau cukup tinggi yakni mencapai 7 persen. Dengan rinciannya menggunakan angkutan darat 129.387 penumpang, angkutan udara 205.328 penumpang, angkutan laut 159.293 penumpang dan yang menggunakan angkutan penyeberangan 56.470 penumpang.
Peningkatan pergerakan pemudik ini diprediksi karena adanya libur Idulfitri, cuti bersama, serta tidak adanya pembatasan pergerakan masyarakat seperti saat masa Covid-19 lalu. ‘’Kita harapkan masyarakat yang akan melakukan mudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi dapat memeriksa kendaraannya terlebih dahulu sebelum dibawa pulang kampung,’’ imbaunya. Selain itu, pihaknya juga saat ini sudah melakukan pengecekan kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang saat mudik. Kendaraan yang dicek tersebut adalah kendaraan yang mengangkut penumpang di dalam Provinsi Riau. “Kalau kendaraan antarprovinsi itu kewenangan pihak kementerian perhubungan,” katanya.
Tidak hanya itu, Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto juga mengatakan, Pemprov Riau telah mengambil langkah-langkah strategis dan antisipatif untuk mendukung kelancaran arus mudik. “Saya sudah minta Dinas PUPR untuk membentuk tim gabungan yang terdiri dari berbagai elemen dan instansi terkait. Seperti Dinas Perhubungan, kepolisian, pemerintah daerah, dan juga Balai Pelaksana Jalan Nasional,” katanya.
Tim yang dibentuk ini akan mendirikan posko di jalur-jalur mudik. Posko ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas memadai, seperti fasilitas kesehatan dan alat berat. “Jadi tim yang nantinya bertugas di posko pengamanan mudik sudah lengkap dengan fasilitasnya. Saya bahkan sudah minta ke Dinas PUPR-PKPP untuk menyediakan alat berat. Jadi jika memang ada masalah, seperti longsor bisa langsung dieksekusi,” ujarnya.
Tim gabungan ini akan ditempatkan di posko-posko strategis di setiap titik yang dianggap rawan terjadinya bencana banjir dan longsor di Provinsi Riau, khususnya di daerah-daerah perbatasan yang rentan. Hal ini tak hanya bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik, tetapi juga untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Kami berharap langkah-langkah ini dapat menekan risiko atas adanya bencana, serta memastikan keselamatan dan keamanan seluruh pemudik yang melintasi Provinsi Riau,” tuturnya.
Nantinya, setiap posko juga akan dicantumkan nomor telepon sehingga ketika terjadi keadaan darurat, maka masyarakat bisa langsung menghubungi untuk kemudian dilakukan tindakan penanganan segera. “Nomor-nomor telepon setiap posko juga akan disebar. Jadi masyarakat bisa segera melapor jika ada peristiwa seperti jalan rusak ataupun longsor,” sebutnya.
Secara Umum Jalur Mudik di Inhu Tergolong Baik
Jalur mudik di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) secara umum dalam kondisi baik. Sehingga ketika melintas di daerah itu, tidak perlu ragu dan khawatir. “Secara umum infrastruktur jalan jalur mudik di Kabupaten Inhu tergolong baik,” ujar Kadis PUPR Kabupaten Inhu, Arif Sudaryanto ST MT, Kamis (28/3).
Arif menjelaskan, jalur mudik Jalan Lintas Timur merupakan lintas Sumatera berstatus jalan nasional atau kewenangan pemerintah pusat dalam kondisi baik. Namun, jalur mudik di Jalan Lintas Tengah agak mengalami rusak atau berlubang, mulai dari desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang hingga Desa Baturijal Kecamatan Peranap atau sebaliknya.
Kondisi yang sama, juga terjadi di jalur mudik di Jalan Raya Rengat-Tembilahan. Di jalan itu terdapat lubang, terutama ketika memasuki Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat. “Jalan Raya Rengat-Tembilahan di Desa Sungai Raya rusak akibat terendam luapan air Sungai Indragiri,” ungkapnya. Kondisi jalur mudik yang mengalami rusak dan berlubang sudah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau. Karena jalur mudik yakni Jalan Lintas Tengah dan Jalan Raya Rengat-Tembilahan berstatus jalan provinsi.
Untuk itu harapnya, jelang Idulfitri, Pemprov Riau hendaknya sudah melakukan langkah-langkah dan perbaikan pada jalan yang mengalami rusak dan berlubang. “Jalan Lintas Timur hingga saat ini belum ada yang mengalami rusak berat,” bebernya.
Di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Kepala Dinas PUPR Kuansing, Zulkarnain melalui Sekretaris PUPR Kuansing Deswan Antoni menyebutkan terdapat tiga jalan penghubung masing-masing jalan Telukkuantan menuju Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu dan penghubung jalan Telukkuantan menuju Sumatera Barat.
“Jalan Telukkuantan-Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik sepanjang 49 km. Jalan ini merupakan jalan penghubung menuju Sumbar. Telukkuantan-Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir yang merupakan akses menuju Kabupaten Kampar diperkirakan 70 km, Telukkuantan-Cerenti yang merupakan akses menuju Kabupaten Indragiri Hulu sepanjang 60 km,” terang Deswan Antoni. Terkait kondisi jalan, Dewan Antoni menyebutkan, terdapat empat kategori yakni baik, sedang, rusak ringan dan rusak berat. “Jalan dengan kondisi baik mencapai 60 persen,” terangnya didampingi Kabid Bina Marga, Faisal.
Pantauan Riau Pos di tiga jalan penghubung menuju Provinsi Sumbar, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kampar saat ini sedang dalam perbaikan. Seperti jalan Telukkuantan menuju Kasang Kecamatan Kuantan Mudik yang merupakan akses jalan menuju Sumbar.
Jalan yang rusak sebelumnya, dua hari terakhir sedang dilakukan perbaikan. Jalan lintas di Kabupaten Kuansing ini rusak diakibatkan oleh pengalihan arus lalu lintas Jalintim yang terkena banjir beberapa waktu lalu.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby terus menggesa Pemprov Riau dan BPJN untuk memperbaiki jalan lintas yang mengalami kerusakan. “Sebagian sudah diperbaiki memang. Kita berharap, menjelang hari raya, jalan lintas di Kuansing ini sudah mulus. Saya juga mengimbau kepada pengendara yang akan mudik untuk tetap berhati-hati dalam berkendara,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) bekerja sama dengan Dinas PUPR-PKPP Riau juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman bagi pemudik, terutama yang melintasi ruas jalan lintas provinsi dan Kabupaten Rohul menuju arah Sumatera Utara (Sumut) maupun Sumatera Barat (Sumbar) dan Pekanbaru.
Kepala Dinas PUPR Rohul Anton ST MM saat dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (27/3) menyebutkan, ruas jalan provinsi Simpang Kumu (Kecamatan Rambah Hilir) menuju Kota Tengah (Kecamatan Kepenuhan) yang rusak hingga kini telah selesai dilakukan perbaikan. ‘’Sebelum masuknya bulan Ramadan, sudah dimulai kegiatan patching base rehabilitasi pada ruas jalan Simpang Kumu-Kota Tengah,’’ ujarnya.
Lanjut Anton, Dinas PUPR-PKPP Riau yang saat ini sedang fokus melakukan pemeliharaan ruas jalan provinsi Ujungbatu-Pasirpengaraian. Sementara kerusakan pada ruas jalan provinsi Sontang (Kecamatan Bonai Darussalam) Batas Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, katanya, sedang dilaksanakan kegiatan peninggian badan jalan.
Untuk jalan dan jembatan longsor di ruas jalan provinsi Ujungbatu- Rokan batas Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar sudah ditangani. ‘’Kita harapkan dalam sepekan ini, kegiatan pemeliharaan tuntas. Sehingga masyarakat yang akan mudik akan nyaman dan aman sampai selamat ke kampung halamannya,’’ ujarnya.
‘’Sejumlah titik ruas jalan rusak dan berlubang yang menjadi kewenangan Kabupaten Rohul kami perbaiki. Kebijakan itu sebagai bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat yang akan mudik maupun saat arus balik bagi pengguna jalan yang melintasi jalan raya di Rohul,’’ ujarnya.
PUPR Kampar Siagakan Alat Berat
Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten Kampar menyiagakan alat berat di daerah yang rawan longsor untuk membantu kelancaran arus lalu lintas untuk arus mudik Idulfitri 1445 H. Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Kampar Afdal melalui Kabid Jalan dan Jembatan Arifudin Amga, Rabu (28/3).
“Karena yang dilewati untuk arus mudik adalah jalan provinsi, persiapan Pemkab Kampar khususnya Dinas PUPR hanya menyiagakan alat berat di daerah yang rawan longsor. Biasanya yang rawan longsor di daerah Desa Merangin Kecamatan Kuok sampai ke Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar,” jelas Amga. Amga menjelaskan, seperti tahun lalu alat berat siaga di Rantau Berangin untuk antisipasi longsor. Tahun ini juga disiagakan alat berat di daerah rawan longsor di jalan nasional lintas Riau-Sumbar. “Kami juga menyiapkan tim untuk memantau jalan kabupaten yang rusak dan akan dilakukan perbaikan untuk memperlancar arus mudik ini,” tegas Amga.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun SSTP MAP memastikan perbaikan ruas jalan rusak dilakukan sesuai kewenangan. Pemerintah kota bakal berkomunikasi lagi dengan Pemprov Riau perihal perbaikan ruas jalan rusak. “Seperti Jalan Sudirman, yang besar-besar itu provinsi semua. Kami sudah berkomunikasi baik,” ujar Uun panggilan akrabnya.
Pj Wako menambahkan jalan yang dalam rusak tidak hanya ruas jalan kota tapi juga jalan Provinsi Riau yang ada di dalam kota. Ada puluhan ruas jalan beralih status menjadi ruas jalan Provinsi Riau pada akhir tahun 2023. Banyak dari ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat hingga saat ini.
Sejumlah ruas jalan provinsi yang perlu perbaikan di antaranya Jalan Cipta Karya, Jalan Kartama, Jalan Adi Sucipto serta sejumlah ruas jalan lainnya. Ada juga ruas jalan provinsi yang rusak akibat galian proyek nasional di Kota Pekanbaru seperti Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya.
Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution menambahkan, rencana perbaikan ruas jalan di Kota Pekanbaru mendapat kucuran anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau. Total ada sekitar 17 ruas jalan provinsi yang rusak diperbaiki dengan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi.
“Tidak hanya 17 ruas jalan yang jadi kewenangan provinsi, tapi ada juga anggaran untuk membantu ruas jalan kota yang rusak,” ujarnya. Perbaikan belasan ruas jalan itu saat ini masih dalam proses perencanaan. “Kita apresiasi dan terima kasih karena pemerintah provinsi ikut mendukung perbaikan ruas jalan rusak di Kota Pekanbaru,” tuturnya.
121,1 Km Jalan Siak Tuntas Diperbaiki
Menjelang Idulfitri 2024, ada 121,1 km jalan di delapan kecamatan di Siak dibereskan atau diperbaiki Pemkab Siak. Kabid Binamarga Dinas PU Tarukim Arif Aditya mengatakan, delapan kecamatan itu adalah, Mempura, Dayun, Siak, Koto Gasib, Bungaraya, Pusako, Sungai Apit dan Sabak Auh.
“Adapun jalan yang sudah kami perbaiki, Mempura-Gasib sepanjang 25 Km, Siak-Bungaraya 11 Km,” terang arif, Rabu (27/3) siang. ‘’Selain itu, Bungaraya-Sabak Auh 25,5 Km, Mempura-Dayun 17, 7 Km, Teluk Masjid Parit I/II 9,3 Km. Untuk Mempura-Pusako sampai Teluk Masjid ada empat titik, 10,8 tambah 9 Km, tambah 9,8 Km, tambah 3 Km sampai Teluk Masjid. Dengan perbaikan ini, kami harapkan masyarakat nyaman dan aman melintasinya, terutama saat Idulfitri,” ucap Arif.
Baca Juga: Banjir Jalintim Surut, Roda 6 Tetap Dilarang Melintasi
Klaim Jalan di Pelalawan 75 Persen Mantap
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan juga terus berkomitmen untuk mengejar percepatan pembangunan infrastruktur. Meski sebagian besar kondisi jalan baik, namun masih banyak pula yang rusak. Baik ringan, sedang, maupun berat.
“Ya, hingga saat ini, bisa dikatakan kondisi jalan di Kabupaten Pelalawan 75 persen dalam kondisi mantap. Ini dibuktikan dengan semakin membaik serta meluasnya akses antar kecamatan dan antardesa sehingga kondisinya mempengaruhi berkurangnya warga di daerah yang terisolir,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan Irham Misbar ST melalui Kabid Bina Marga Malanton Lumban kepada Riau Pos, Rabu (27/4). ”Kalau untuk memperbaiki semua jalan yang rusak, anggarannya pasti sangat besar. Tapi karena kami terkendala keterbatasan anggaran, maka secara bertahap kami lakukan atau sesuai dengan kesanggupan keuangan daerah,” tambahnya.
Terkait kondisi jalan lintas timur (jalintim) yang mengalami kerusakan pasca banjir, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui P2JN. “P2JN saat ini sedang melaksanakan pekerjaan badan Jalintim di Pelalawan. Tepatnya dari Simpang Perak Kecamatan Pangkalankerinci hingga menuju Tugu Patin di Kecamatan Inhu,’’ ujarnya.
’’Perbaikan itu difokuskan pada ruas badan jalan yang sebelumnya tergenang banjir, tepatnya di Kecamatan Pangkalan Kuras. Yakni dari km 72 Desa Kemang hingga km 89 Desa Palas. Dan P2JN menargetkan perbaikan jalan tersebut akan rampung sepekan sebelum Idulfitri 1445 H,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan, Ketua tim terpadu Satgas banjir Kabupaten Pelalawan, Drs H Fakhrizal MSi didampingi Pelaksana tugas (Plt) Kadis PUPR, Irham Nisbar MT. Meski banjir telah lama surut, hingga saat ini masih tersisa genangan air di beberapa titik ruas jalan, salah satunya Jalan Sultan Syarif Hasyim, tepatnya di Simpang Kualo menuju Kantor Bupati Pelalawan hingga Km 55 Kecamatan Pangkalankerinci.
Atas kondisi tersebut, maka Pemkab Pelalawan akan melakukan perbaikan jangka pendek yakni pembersihan drainase. “Ini dilakukan guna mengantisipasi arus mudik dan arus balik tahun ini. Intensitas kendaraan yang akan melintas di jalan tersebut akan meningkat selama arus mudik dan balik,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK melalui Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM menjelaskan Polres Pelalawan memastikan kesiapan kondisi jalintim aman dan layak dilewati menjelang arus mudik.
“Ya, kami sudah beberapa kali memeriksa kondisi jalan sepanjang Jalintim dari Kecamatan Bandar Sungai Kijang hingga ke Kecamatan Ukui. Dari pantauan kami di lapangan, tidak ada lagi ditemukan kerusakan jalan yang parah seperti lubang besar menganga di jalan atau kondisi jalan buruk lainnya. Semuanya sudah diperbaiki dan mulus serta aman dilewati,” terang Kasatlantas.
Namun demikian, ada beberapa titik yang perlu diwaspadai, salah satunya di sepanjang Km 76 dan 84 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras yang hingga saat ini masih dilakukan proyek pengerjaan peningkatan badan jalan atau pengerjaan beton rigid oleh Kementerian PU serta PU Riau.
“Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, maka kita kita telah instruksikan pihak pengerja perbaikan untuk menerapkan buka tutup jalan paling lama selama 5 menit sekali. Untuk itu, kita minta para pengguna jalan tetap terus meningkatkan kewaspadaan dan dapat bersabar hingga perbaikan dua titik Jalintim yang rusak ini rampung diperbaiki,” sebutnya.
Perbaikan Jalan usai Idulfitri
Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong menyikapi kondisi akses infrastruktur jalan yang ditemukan dalam keadaan rusak karena tingginya mobilitas penguna jalan. Terutama kendaraan truk bertonase tinggi seperti pengangkut material maupun TBS sawit.
Dijelaskan Afrizal, beberapa kerusakan jalan terjadi di akses lintas jalan Sinaboi, di lintas kepenghuluan di Kecamatan Pekaitan, kemudian di Tanjung Medan, Pujud, dan sejumlah titik lainnya yang tersebar secara acak. Bupati mengatakan diperkirakan untuk perbaikan jalan masih belum bisa dilakukan pada saat ini. Mengingat dengan keterbatasan waktu di tengah pelaksanaan ibadah.
Ia memperkirakan, pelaksanaan perbaikan jalan tersebut baru dapat dilaksanakan setelah Idulfitri nanti. “In sya Allah, habis Idulfitri baru semua dapat dikerjakan,” katanya. ‘’Yang bisa dilakukan hanyalah kegiatan berupa persiapan atau sosialisasi awal,’’ ujarnya.
Adapun jalan yang masih rusak di Rohil terutama di daerah pesisir seperti di Kecamatan Bangko, Palika, Kubu maupun Sinaboi. Untuk beberapa kerusakan jalan diketahui bervariasi. Selain itu adanya jalan yang tidak rata karena mengalami amblas yang disebabkan tingginya lalu lintas kendaraan yang melebihi tonase jalan.
Di daerah pesisir Kecamatan Pasir Limau Kapas, sejumlah ruas jalan mulai dari Kubu hingga ke Panipahan secara umum masih berupa jalan dasar atau timbunan. Hanya terdapat pembangunan akses jalan berupa semenisasi yang tersebar di beberapa titik dengan panjang jalan beberapa kilometer saja.Seperti ruas jalan Palika dengan panjang sekitar 7,5 km yang juga merupakan akses lintas desa. Selanjutnya akses jalan di lintas Sekeladi- Sekapas lebih kurang 3 km, di areal Simpang Solah sepanjang 2.2 km, di Simpang Kanan 2.2 km, poros Kubu. Untuk di Poros Kubu telah dilakukan perbaikan.
Kadis PUTR Rohil Asnar, mengatakan, untuk kondisi akses jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan. Meskipun belum tuntas secara keseluruhan diharapkan pada tahun 2024 ini akan kembali dilakukan pembangunan semenisasinya agar tuntas.
Bengkalis dan Meranti Fokus Perbaiki Dermaga
Jika daerah daratan fokus perbaikan jalan, daerah pesisir seperti Bengkalis dan Kepulauan Meranti justru fokus perbaikan pelayanan untuk angkutan laut. Untuk persiapan arus mudik melalui pelabuhan di Bengkalis, baik domestik maupun luar negeri, Pemkab Bengkalis melalui Dishub sudah mempersiapkan infrastrukur yang memadai.
“Ya, untuk persiapan pelabuhan kita sudah memperbaiki dermaga kedatangan penumpang di Pelabuhan Bandar Sri Laksama Bengkalis dan juga di pelabuhan internasional Selat Baru,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bengkalis Adi Pranoto melalui Kabid Pelabuhan, Sugeng, Kamis (26/3).
Untuk pelabuhan internasional, baik keberangkatan maupun kedatangan para penumpang kapal juga sudah dilakukan perbaikan. Sehingga dalam menghadapi arus mudik ini, pihaknya sudah siap dengan pelayanan maksimal.
Di sisi lain kata Sugeng, untuk pelayanan penyeberangan Ro-Ro dari Pulau Bengkalis menuju Sungai Selari Pakning juga sudah dua kali dilakukan perbaikan pada ramdoor di sisi dermara Air Putih. Saat ini kondisinya sudah bisa dilewati oleh Ro-Ro yang akan membawa penumpangnya ke seberang di kedua di sisi dermaga penyeberangan. “Sudah kita siapkan, tinggal menunggu sistem pengaturan dari petugas di lapangannya saja,” ujarnya.
Adi Pranoto juga mengatakan, menjelang arus mudik pihak Dishub akan melakukan kordinasi terharap agen-agen penyedia moda transportasi, baik laut maupun darat. “Prediksi kami puncak arus mudik nanti bakal terjadi pada H-4 Ramadan. Tentu sebelumnya akan dipersiapkan dengan baik sehingga jaminan para pemudik ini benar-benar aman dan nyaman melalui pelayanan yang diberikan,” ujarnya.
Selain fokus di pelabuhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis juga menggesa perbaikan jalan rusak dan berlubang yang akan dilewati para pemudik. Ya, pasca musim hujan dan pasang air laut tinggi antara November 2023 hingga Februari 2024, sejumlah kerusakan terjadi di beberapa titik ruas jalan.
“Ya, untuk persiapan mudik Hari Raya Idulfitri, kami sudah melakukan koordinasi antarinstansi, khususnya dalam menyiapkan moda transportasi yang aman bagi masyarakat,” ujar Bupati Bengkalis Kasmarni.
Ia menyebutkan, sudah meminta kepada Dinas PUPR dan juga Dishub Bengkalis agar mempersiapkan infrastruktur jalan yang rusak agar segera diperbaiki. ‘’Sehingga para pemudik aman dan lancar selama dalam perjalanan mudik nantinya,’’ ujarnya.
Tak hanya di Bengkalis, di Kepulauan Meranti juga dilakukan revitalisasi terhadap Dermaga Tanjung Harapan. “Seluruh fasilitas siap untuk menghadapi jika terjadi lonjakan arus mudik, walaupun kondisi Terminal dan Dermaga Tanjung Harapan masih dalam rangka proses revitalisasi. Demikian juga kesiapan armada. Penambahan siap diputuskan jika dianggap perlu demi kelancaran arus mudik yang aman dan nyaman,” ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan, Kamis (26/3).(sol/kas/yas/epp/kom/fad/ilo/mng/amn/ksm/wir/das)
Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru
Editor : RP Arif Oktafian