Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dibangun 2025, SK Penlok Flyover Garuda Sakti Keluar, 93 Persil Lahan Segera Dibebaskan

Soleh Saputra • Rabu, 19 Juni 2024 | 15:12 WIB
Kondisi arus lalu lintas kendaraan di simpang Jalan Garuda Sakti - HR Subrantas, Pekanbaru.Rabu (19/6/2024). Tahun 2025 rencananya di sini dibangun flyover.
Kondisi arus lalu lintas kendaraan di simpang Jalan Garuda Sakti - HR Subrantas, Pekanbaru.Rabu (19/6/2024). Tahun 2025 rencananya di sini dibangun flyover.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, telah menerima Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) untuk pembangunan Flyover di persimpangan Jalan Garuda Sakti-HR Soebrantas Pekanbaru. Di mana SK Penlok tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Pemukiman Kawasan Perumahan dan Pertanahan (PUPR PKPP) Riau M Arief Setiawan melalui Kabid Bina Marga Teza Dasra mengatakan, setelah Penlok untuk pembangunan Flyover terebut keluar maka pihaknya akan menjalankan tahapan pengadaan tanah.

“SK Penlok untuk pembangunan Flyover di persimpangan Jalan Garuda Sakti sudah keluar, itu yang mengeluarkan pihak Pemko Pekanbaru. Saat ini kami tinggal menjalankan tahapan Pelaksanaan Pengadaan Tanah (P2T),” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil Penlok pembangunan Flyover tersebut, diketahui ada 93 persil tanah yang masuk dalam lokasi pembangunan jembatan layang tersebut. Untuk pelaksanaan pengadaan tanah tersebut, pihaknya juga menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Jadi total ada 93 persil tanah di lokasi yang akan dibangun flyover tersebut, nantinya pihak BPN yang akan memberikan rekomendasi appraisal tanahnya,” sebutnya.

Dijelaskan Teza, dalam pembangunan flyover tersebut, pihaknya hanya bertugas dalam hal pengadaan tanah. Sementara untuk Detail Enginering Desain (DED) dan pembangunan fisik flyovernya akan dikerjakan oleh Kementerian PU melalui dana APBN.

“Kalau untuk progres pembangunan flyover itu sudah sampai tahapan itu, karena kami hanya bertugas dalam pembebasan lahan dan juga analisis dampak lingkungan lalu lintas. Sedangkan untuk desain dan fisik bangunnya dikerjakan oleh Kementerian PU melalui BPJN,” ujarnya.

Dengan sudah adanya Penlok untuk pembangunan flyover tersebut, pihaknya optimis pembangunan flyover sudah dapat dilaksanakan pada 2025 mendatang. Karena itu, pihaknya akan fokus untuk menyelesaikan pembebasan lahannya pada tahun ini juga.

“Kalau untuk fisiknya Insya Allah 2025 sudah dimulai, seperti target Pak Pj Gubernur juga. Untuk pengadaan lahannya akan kami tuntaskan tahun ini juga,” sebutnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto juga meminta dukungan masyarakat untuk pembangunan flyover tersebut. Sebab jika tidak selesai pembangunannya akan menjadi masalah besar bagi mobilitas masyarakat. Apalagi setelah jalan tol terhubung semuanya tentu mobilitas kendaraan akan semakin padat.

"Apalagi nanti banyak kendaraan yang keluar dari pintu Tol disekitar perimpangan itu, dari Dumai, Rengat, dan Sumatera Barat, tentu jalan akan padat. Maka dari itu saya harap pembebasan lahan harus selesai tahun ini," harapnya.

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#flyover garuda sakti #pembebasan lahan #pj gubri SF Hariyanto #pupr riau #penlok