BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Seorang nelayan di Bagansiapiapi, Ruslan alias Ilan (53) diserang buaya saat berada di sekitaran Sungai Rokan, Sabtu (27/7). Awalnya korban berangkat memancing ikan dan mencari kayu bersama temannya Pendi dengan menggunakan perahu.
“Korban diserang buaya saat sedang mengganti pakaian di bagian belakang perahu,” kata Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Kapos Unit SAR Bagansiapiapi, Dhoni, Ahad (28/7).
Korban diketahui merupakan warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko. Saat rekannya diterkam buaya, Pendi menghubungi toke penampung ikan bernama Kantan.
Selanjutnya, bersama sejumlah warga, mereka melakukan pencarian. “Dari keterangan Saudara Kantan yang dibantu masyarakat melakukan pencarian, disebutkan di sekitar lokasi kejadian sempat melihat tubuh korban diseret buaya,” kata Dhoni.
Sejumlah pihak turut melakukan pencarian seperti dari Polairud. Sementara sejumlah Rescuer Unit Siaga SAR Rohil telah melakukan pencarian yang memasuki dua hari sejak kejadian ini. Hingga saat ini korban belum ditemukan.
Harimau Kampung Penyengat
Sejak peristiwa serangan maut pada Selasa (16/7) lalu, harimau tidak pernah terlihat lagi di Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Lima unit camera trap yang dipasang Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau juga belum menangkap gambar apapun.
Kepala BBKSDA Riau Genman S Hasibuan menyebutkan, hingga Ahad (28/7), Tim WRU belum mendapat petunjuk terkait keberadaan harimau tersebut. Walaupun tim ini menggelar patroli dan didukung teknologi drone. ‹›Sejak terjadinya interaksi negatif harimau 12 hari lalu, kami belum pernah dapat info atau data terkait keberadaan individunya,’’ ujarnya, Ahad (28/7).
Hal itu dapat dimaklumi, pasalnya daya jelajah harimau cukup luas. Selain itu, pergerakan hewan buas ini juga lebih cepat dari kawanan gajah yang bisa berhari-hari masih berada di lokasi konflik. ‘’Dugaan sementara kemungkinan harimau sudah bergerak ke lokasi lain yang menjadi home range-nya,’’ sambung Genman.
Sekadar informasi, hasil studi Universitas Cambridge pada 2014 tentang ukuran home range atau daerah jelajah sesuai ketersediaan makanan harimau di Asia Tenggara, luas home range harimau jantan dewasa antara 267 km2 hingga 294 km2. Sementara induk harimau lebih kecil, yaitu antara 70 hingga 84 km2.
Home range harimau betina biasanya tumpang tindih dengan harimau jantan dewasa. Kendati begitu, menurut Genman Tim WRU BBKSDA Riau masih dalam posisi siaga. Tim tersebut akan terus berkoordinasi dengan para pihak dan melaporkan perkembangan dari lapangan.(fad/end)
Editor : RP Arif Oktafian